112 Bintang dan Planet Asing Dinamai, Ada Nama dari Indonesia

Info Astronomy - Dalam peringatan ulang tahun ke-100 tahunnya, International Astronomical Union (IAU) baru-baru ini menjalankan sebuah kampanye bertajuk NameExoWorld, di mana ada total 780.000 orang di seluruh dunia yang berpartisipasi memberi nama planet asing dan bintang induknya.

Kampanye NameExoWorld sendiri bukan hal baru, karena sebelumnya sempat diadakan juga pada tahun 2015 ketika 31 planet asing yang mengitari bintang selain Matahari diberi nama. Di tahun 2019 ini, IAU ingin kampanye tersebut lebih besar, sehingga mereka melibatkan lebih banyak negara.

Hal itu pun terwujud. Sebanyak 112 negara berpartisipasi, termasuk Indonesia, dalam kampanye NameExoWorld tahun ini. Secara keseluruhan, ada total 360.000 nama yang diusulkan, dengan nama-nama pemenang meraih total 420.000 suara.

Dalam kampanye ini, IAU sempat memiliki aturan tersendiri dalam pemberian nama bagi bintang dan planet asing. Aturan-aturan tersebut di antara lain adalah semua bintang yang dinamai harus terlihat dengan teleskop kecil dari negara di mana nama diberikan; semua planet asing yang dinamai adalah planet raksasa gas dengan berat antara sepersepuluh hingga 10 kali massa Jupiter; dan setiap negara hanya boleh memberikan sepasang nama untuk bintang dan planet asing yang mengitarinya.

Baca Juga: Bisakah Kita Membeli Sebuah Bintang untuk Dinamai?

Pada 18 Desember 2019 kemarin, nama-nama bagi 112 bintang dan planet asing tersebut diumumkan, yang mana bisa dilihat langsung di situs web NameExoWorld.

Nama-nama yang diusulkan setiap negara memiliki keunikan dan filosofi tersendiri. Dari Kepulauan Cook misalnya, mereka berkontribusi dengan memberikan nama Poerava sebagai nama bintang, istilah dalam bahasa Maori yang memiliki arti mutiara hitam besar yang sangat indah dan sempurna. Sementara planet asingnya diberi nama Pipitea, yang berarti mutiara putih dan emas kecil.

Dari Korea Selatan, mereka memberikan nama Baekdu bagi bintangnya, yang merupakan nama dari sebuah gunung tertinggi di semenanjung Korea, terletak di Korea Utara, yang melambangkan semangat nasional Korea. Untuk nama planet asingnya, mereka memberikan nama Halla, adalah gunung tertinggi di Korea Selatan dan dianggap sebagai tempat suci di wilayah tersebut.

Negeri jiran Malaysia memberikan nama Intan bagi bintangnya, yang memiliki arti permata dalam bahasa Melayu, nama ini diberikan mengacu pada kilau bintang. Planet asingnya diberi nama Baiduri, yang berarti batu opal dalam bahasa Melayu, mengacu pada keindahan misterius planet ini.

Indonesia sendiri memberikan nama Dofida bagi bintangnya, yang berarti "bintang kami" dalam bahasa Nias. Sementara planet asing yang mengitari Dofida diberi nama Noifasui, yang berarti mengelilingi dalam bahasa Nias.

Sejauh ini, sudah ada lebih dari 4.000 planet asing yang telah dikonfirmasi keberadaannya, dengan jumlah penemuan planet-planet asing baru terus berlipat ganda setiap 30 bulan. Kampanye global seperti ini merupakan langkah yang menarik agar kita bisa lebih akrab dengan planet-planet asing tersebut.
BERIKAN KOMENTAR ()