Bagaimana Nasib Bintang Saat Tabrakan Galaksi?

Info Astronomy - Tabrakan antargalaksi merupakan peristiwa yang cukup umum terjadi di alam semesta. Lalu, saat galaksi-galaksi bertabrakan, bagaimana nasib bintang-bintang dari masing-masing galaksi tersebut?

Sudah ada begitu banyak tabrakan galaksi yang diamati para astronom. Bahkan, sekarang diketahui bahwa tabrakan dan bergabungnya dua atau lebih galaksi merupakan salah satu tahapan evolusi yang pasti dilalui oleh setiap galaksi di alam semesta. Sebagian besar galaksi mungkin sudah atau akan bertabrakan dengan galaksi lainnya.

Apa sih sebenarnya galaksi itu? Galaksi, secara sederhana, adalah kumpulan dari ratusan juta hingga miliaran bintang yang mengitari sebuah pusat. Memang mudah bagi kita untuk membayangkan saat tabrakan galaksi terjadi, akan ada pula tabrakan bintang-bintang yang tak terhitung jumlahnya. Ya, kan?

Baca Juga: Apakah Galaksi Mengorbit Sesuatu?

Namun, menurut Ask an Astronomers dari Universitas Cornell, dari banyak tabrakan galaksi yang telah diamati, probabilitas untuk bintang-bintang dari masing-masing galaksi untuk bertabrakan adalah hampir 0. Lah, kok bisa ya?

Hal itu disebabkan karena meskipun ada begitu banyak bintang dalam sebuah galaksi, jarak antarbintangnya masih terlalu besar, terlalu jauh antara satu bintang dengan bintang lainnya. Dengan kata lain, ukuran bintang-bintang relatif masih sangat kecil dibandingkan dengan jarak rata-rata di antara mereka.

Sebagai contoh, jarak antara Matahari dengan bintang Proxima Centauri (bintang terdekat dari tata surya kita) adalah 4,2 tahun cahaya, dengan 1 tahun cahaya setara dengan jarak 9,4 triliun kilometer. Luas banget, kan?

Itu berarti, ketika tabrakan galaksi terjadi, bintang-bintang pada masing-masing galaksi hanya akan melewati satu sama lain tanpa banyak terpengaruh.

Baca Juga: Ada Apa di Ruang Antara Galaksi?

Walau begitu, ruang antarbintang di dalam setiap galaksi tidak benar-benar kosong, melainkan penuh dengan gas dan debu. Materi-materi di ruang antarbintang ini akan berinteraksi ketika galaksi bertabrakan.

Mereka dapat berinteraksi secara gravitasi, menyebabkan timbulnya gelombang kejut yang dapat memicu pembentukan bintang-bintang baru dalam sebuah tabrakan galaksi.

Tabrakan galaksi juga membuat morfologi, atau bentuk galaksi, menjadi berubah. Dua galaksi spiral, ketika bertabrakan, akan menyatu menjadi galaksi dengan bentuk baru: eliptikal. Dan rupanya inilah bagaimana galaksi-galaksi eliptikal di alam semesta terbentuk.

Intinya adalah, bintang-bintang pada sebuah tabrakan galaksi, menurut banyak pengamatan para astronom, akan aman-aman saja, malah yang terjadi adalah pembentukan bintang yang lebih banyak. Ketika Bimasakti dan Andromeda akan bertabrakan dalam 5 miliar tahun mendatang, setidaknya kini kita sudah tahu apa yang akan terjadi.
BERIKAN KOMENTAR ()