Mengenal Bintang Neutron, Bintang Paling Ekstrem Sejagad

Info Astronomy - Bintang neutron merupakan salah satu objek paling ekstrem di alam semesta. Ia merupakan atom raksasa yang diameternya hanya beberapa kilometer, tetapi massanya bisa seberat Matahari. Mari mengenal bintang yang satu ini lebih jauh.

Bintang bisa hidup karena adanya sebuah keseimbangan. Plasma panas dalam tubuh bintang yang bermassa jutaan miliar triliun ton ditarik ke dalam oleh gravitasinya, tertekan sedemikian rupa sehingga menciptakan sebuah proses yang dikenal sebagai fusi. Hidrogen melebur menjadi helium. Proses fusi tadi melepaskan cukup energi yang mendorong isi perut bintang keluar.

Selama keseimbangan tersebut masih ada, bintang-bintang akan cukup stabil. Namun, ketika akhirnya hidrogen habis, bintang-bintang siap mengakhiri hidupnya.

Bintang-bintang dengan massa sedang seperti Matahari kita, ketika hidrogennya habis, akan memasuki fase raksasa merah, di mana mereka akan menggunakan helium untuk berfusi, meleburnya menjadi karbon, lalu karbon menjadi oksigen, dan akhirnya tak kuasa lagi menahan gravitasinya sendiri sehingga runtuh menjadi bintang kerdil putih.

Baca Juga: Bisakah Matahari Menjadi Lubang Hitam?

Namun, bintang-bintang yang memiliki berkali-kali massa Matahari kita, fenomena kematiannya akan menjadi lebih menarik. Ketika hidrogen habis, mereka juga akan mulai membakar helium, lapisan terluarnya akan membengkak.

Selanjutnya, ketika helium habis, mereka akan melebur karbon menjadi neon selama berabad-abad, lalu neon menjadi oksigen dalam setahun, oksigen menjadi silikon dalam hitungan bulan, dan silikon menjadi besi dalam sehari. Dan kemudian, mati.

Besi adalah abu nuklir. Ia tidak memiliki energi untuk bintang bisa melakukan fusi lagi. Fusi akan berhenti dan keseimbangan berakhir. Tanpa dorongan keluar dari proses fusi, inti bintang akan remuk, runtuh oleh gravitasinya yang maha dahsyat beratnya itu.

Apa yang terjadi selanjutnya merupakan hal yang luar biasa, sekaligus menakutkan. Partikel-partikel seperti elektron dan proton pada tubuh bintang yang tidak mau saling dekat satu sama lain selama ini, karena tekanan dari bintang yang runtuh sangat besar, akhirnya menyatu menjadi neutron.

Sisa inti besi yang seukuran Bumi itu tertarik oleh gravitasi sehingga dimampatkan lagi menjadi seukuran bola sebesar kota Jakarta. Ledakan pun terjadi. Menghasilkan gelombang kejut yang melontarkan sisa-sisa perut bintang ke segala penjuru ruang angkasa. Inilah yang para astronom sebut sebagai ledakan supernova.

Dan Bintang Neutron pun Terbentuk

Pascasupernova, yang tersisa adalah bintang neutron. Massanya sekitar satu juta kali massa Bumi tetapi dimampatkan ke sebuah objek dengan diameter hanya sekitar 25 kilometer. Hal itu membuat bintang ini sangat padat.

Sangat padat bagikan massa seluruh populasi manusia yang hidup di Bumi saat ini dimasukkan ke dalam wadah selebar 1 sentimeter kubik. Atau dengan kata lain, kepadatannya setara dengan massa Gunung Everest yang dimasukkan ke dalam secangkir kopi angkringan yang dijual di suatu sudut kota Yogyakarta.

Dilihat dari luar, bintang neutron luar biasa ekstrem. Gravitasinya adalah yang terkuat di alam semesta setelah gravitasi lubang hitam. Permukaan mereka bisa mencapai suhu sepanas satu juta derajat Celsius, dibandingkan dengan permukaan Matahari yang "hanya" 6.000 derajat Celsius.

Baca Juga: Seberapa Besar Bintang Neutron Bisa Terbentuk?

Bagaimana dengan dalam bintang neutron? Meskipun diklasifikasikan sebagai bintang, bagian dalam bintang neutron rupanya juga memiliki kesamaan dengan planet. Mereka memiliki kerak padat di lapisan teratasnya dan inti cair di bagian dalamnya. Keraknya sangat keras. Lapisan terluar tersebut terbuat dari sisa besi dari supernova.

Semakin dalam, gravitasi memampatkan inti lebih kuat lagi. Para astronom mengatakan kemungkinan besar hanya ada lebih sedikit proton karena sebagian besar telah bergabung menjadi neutron. Sampai kita mencapai dasar kerak, nukleus dimampatkan begitu keras sehingga mereka mulai saling berinteraksi.

Interaksi tersebut membuat proton dan neutron yang ada membentuk silinder panjang, atau lembaran inti yang sangat besar, seperti spageti atau lasagna, yang oleh para astronom disebut sebagai Pasta Nuklir.
Pasta Nuklir sangat padat, bahkan menjadi material terkuat di alam semesta. Gumpalan pasta nuklir di dalam bintang neutron bahkan dapat membuat gunung setinggi beberapa sentimeter, tetapi berkali-kali lebih berat daripada Himalaya.

Baca Juga: Mengenal Pasta Nuklir, Material Terkuat Sejagad

Akhirnya, di bawah pasta nuklir, kita mencapai inti. Para astronom tidak benar-benar yakin apa sifat materi pada inti bintang neutron. Proton dan neutron mungkin larut menjadi samudera quark yang disebut plasma quark-gluon. Beberapa quark tersebut mungkin berubah menjadi quark asing yang belum diketahui sifatnya.

Kehidupan Awal Bintang Neutron

Ketika bintang neutron telah terbentuk, mereka akan mulai berputar sangat cepat seperti balerina. Ya, bintang neutron adalah balerina kosmis yang bisa berputar ratusan kali per detik!

Putaran yang cepat itu menciptakan apa yang dikenal sebagai pulsar radio karena medan magnetnya menciptakan gelombang radio. Pulsar radio ini adalah jenis bintang neutron yang paling dikenal di alam semesta, dengan jumlahnya ada sekitar 2.000 di galaksi Bimasakti.

Kehidupan bintang neutron bisa berlangsung selama jutaan tahun. Setelah sekian lama hidup itu, atom-atom bintang neutron akan bercampur kembali ke galaksi, membentuk nebula yang menjadi pabrik pembentuk bintang dan planet baru. Siklus kehidupan berputar lagi.

Tata surya kita adalah salah satu contohnya. Para astronom telah menemukan adanya sisa-sisa bintang neutron di lingkungan kosmis sekitar kita. Bahkan, seluruh teknologi modern kita saat ini dibangun dari unsur-unsur bintang neutron yang telah mati sejak jutaan bahkan miliaran tahun yang lalu.

We're made of stars.
BERIKAN KOMENTAR ()