Achernar si Bintang Berbentuk Lonjong

Info Astronomy - Tidak semua bintang berbentuk bulat. Achernar, salah satu bintang yang berada di rasi bintang Eridanus, memiliki bentuk yang unik, yakni lonjong bagaikan bola rugbi. Bagaimana bisa bentuknya seperti itu, ya?

Berdasarkan data dari misi wahana antariksa Hipparcos, bintang Achernar berjarak sekitar 144 tahun cahaya jauhnya dari Bumi. Ia adalah jenis bintang B3V, yang artinya termasuk dalam bintang deret utama. Meski begitu, Achernar jauh lebih panas dan lebih terang daripada Matahari kita.

Dengan kecerlangan hampir 1.100 kali lebih terang secara visual dari Matahari, Achernar bersinar dengan warna kebiruan. Pada inti bintangnya, Achernar memproduksi 3.000 hingga 5.000 kali lebih banyak energi daripada yang Matahari lakukan.

Massa bintang Achernar sendiri diketahui mencapai 6 hingga 8 kali massa Matahari kita. Sementara itu, diameter rata-ratanya mencapai 8 hingga 10 kali dari diameter Matahari. Namun, ada perbedaan menarik di sini. Ketika Matahari kita butuh 25 hari untuk sekali berputar pada porosnya, bintang Achernar hanya butuh kurang lebih dua hari, atau hampir 15 kali lebih cepat dari rotas Matahari kita.

Baca Juga: Cara Menentukan Massa dan Jarak Bintang

Nah, rotasi cepat inilah yang menyebabkan bentuk bintang Achernar tidak bulat, melainkan lonjong karena ekuatornya "terpental". Bila kita memiliki kendaraan yang bisa mengunjungi Achernar, kalau dilihat dari dekat Achernar akan lebih mirip seperti permen M&M yang berwarna biru, sedangkan Matahari kita akan lebih mirip jeruk.

Bentuk tak biasa ini, berdasarkan data pengamatan melalui Very Large Telescope milik Observatorium Selatan Eropa, menjadikan Achernar sebagai bintang paling lonjong yang pernah ditemukan di alam semesta.

Sayangnya, karena bentuknya yang lonjong itu, estimasi suhu permukaan Achernar menjadi sulit dilakukan. Dengan begitu, saat ini suhu Achernar diperkirakan berkisar antara 14.200 hingga 20.000 derajat Celsius di permukaannya.

Achernar adalah bintang paling terang kesembilan di langit malam. Di langit Indonesia, kita bisa mengamatinya sepanjang Oktober hingga April di langit arah selatan. Dari Achernar kita bisa belajar bahwa berbeda dari yang lain bukanlah sebuah halangan untuk terus bersinar, menjadi unik sebagai diri sendiri jauh lebih baik.
BERIKAN KOMENTAR ()