11 November, Matahari-Merkurius-Bumi Sejajar di Tata Surya

Info Astronomy - Senin ini, 11 November 2019, planet Merkurius akan tepat berada di tengah-tengah antara Matahari dan Bumi. Dengan kata lain, Matahari-Merkurius-Bumi akan mengalami kesejajaran di tata surya!

Eits, tunggu dulu... ini bukan fenomena besar yang akan berdampak buruk bagi Bumi kita. Karena faktanya, Merkurius, planet paling dekat Matahari di tata surya, mengelilingi Matahari hanya dalam waktu kurang dari 88 hari, menyusul Bumi setiap tiga hingga empat bulan sekali. Itu artinya, fenomena kesejajaran antara Matahari-Merkurius-Bumi adalah hal yang sangat sering terjadi.

Lalu, mengapa kali ini begitu spesial hingga beritanya naik di InfoAstronomy.org? Karena dalam orbitnya mengelilingi Matahari, Merkurius bisa berada "benar-benar" sejajar, menyebabkan ia bisa diamati melintasi wajah Matahari dalam pandangan dari Bumi dalam fenomena angkasa yang dikenal sebagai: transit Merkurius.

Transit Merkurius hanya bisa terjadi pada waktu-waktu tertentu karena orbit Merkurius berada pada sudut 7 derajat terhadap bidang orbit planet kita. Dengan kemiringan itu, transit Merkurius biasanya dapat terjadi pada bulan Mei atau November, tapi tidak setiap tahun.

Pada hari Senin, 11 November 2019 mendatang, kesejajaran Matahari-Merkurius-Bumi akan membuat Merkurius tampak berjalan melintasi wajah Matahari saat kita mengamatinya dari Bumi. Walau begitu, Indonesia tidak termasuk sebagai wilayah yang bisa mengamatinya. Transit hanya akan terlihat di Eropa, Afrika, dan Amerika mulai pukul 19:35 WIB dan berakhir pada keesokan harinya (12/11) pukul 01:04 WIB.

Ya, Indonesia sedang malam hari saat transit Merkurius terjadi. Mengingat kita perlu melihat ke arah Matahari, tidak ada Matahari di malam hari, kan?
Kalau kamu kebetulan sedang berada di wilayah-wilayah yang berkesempatan melihat transit Merkurius berdasarkan peta visibilitas di atas, harap pastikan kamu tidak mengamatinya dengan mata telanjang. Hal tersebut dapat menyebabkan luka bakar pada retina mata kamu yang berasal dari silau Matahari.

Kamu perlu menggunakan kacamata khusus yang sudah dilapisi filter, dan kalau perlu pengamatan dilakukan di observatorium-observatorium terdekat. Pengelola biasanya sudah menyiapkan teleskop yang sudah dilapisi oleh filter Matahari.

Nantinya, kamu akan melihat Merkurius yang diameternya hanya mencakup sekitar 0,004 persen dari cakram Matahari di langit. Alternatif lain kalau kamu orangnya introver sehingga tidak suka bergabung dengan keramaian: tonton siaran langsung di internet.

Setidaknya, ada sekitar 13 atau 14 transit Merkurius setiap abad. Yang terakhir sebelum 11 November 2019 ini sempat terjadi 3,5 tahun yang lalu, tetapi untuk yang berikutnya kita harus menunggu sampai 13 November 2032. Meskipun peristiwa ini jarang terjadi, transit Merkurius tidak selangka transit Venus, yang terakhir kali terjadi pada 2012 dan akan terjadi lagi pada 2117.

Oh iya, tidak ada dampak negatif apapun, misalnya seperti perubahan gravitasi Bumi, akibat fenomena ini. Bumi akan baik-baik saja.

Clear skies!
BERIKAN KOMENTAR ()