Melihat Komet Antarbintang Lebih Dekat Lewat Hubble

Info Astronomy - Kalau kamu sempat mengikuti perkembangan informasi astronomi, kamu mungkin masih ingat bulan lalu para astronom menemukan objek yang berasal dari ruang antarbintang yang mengunjungi tata surya kita. Nah, baru-baru ini, para astronom berhasil mengabadikan wujudnya.

Tepatnya pada 12 Oktober 2019, para astronom menggunakan Teleskop Antariksa Hubble yang berada di orbit Bumi melakukan pengamatan terhadap sang objek antarbintang, yang merupakan sebuah komet bernama 2I/Borisov. Angka 2 adalah tanda bahwa ia merupakan objek antarbintang kedua yang mengunjungi tata surya, huruf I adalah Interstellar (atau antarbintang), dan Borisov diambil dari nama penemunya, Krimea Gennady Borisov.

Komet 2I/Borisov ditemukan pada 31 Agustus 2019. Setelah diteliti lebih jauh mengenai jalur orbitnya, para astronom meyakini bahwa komet ini berasal dari sistem bintang lain, entah bintang apa, di galaksi kita.

Baca Juga: Tata Surya Kedatangan Komet Antarbintang, Lagi

Yakinnya para astronom itu berdasarkan data pengamatan yang menunjukkan bahwa Komet 2I/Borisov mendekati Matahari dalam jalur hiperbolik, ia juga bergerak dengan kecepatan luar biasa lebih dari 150.000 kilometer per jam.

Melalui Hubble, para astronom berhasil mendapatkan pandangan paling tajam dari komet antarbintang ini. Hubble mengungkapkan adanya konsentrasi debu yang menyelubungi inti es padat komet ini.

Daripada penasaran bagaimana wujudnya, nih hasil jepretan Hubblenya:
Ketika dipotret oleh Hubble, Komet 2I/Borisov diperkirakan berada pada jarak sekitar 420 juta kilometer dari Bumi. Komet tersebut teramati melakukan perjalanan ke arah Matahari dan akan melakukan pendekatan terdekat ke Matahari pada 7 Desember 2019, ketika jaraknya hanya akan dua kali lebih jauh dari jarak Matahari ke Bumi.

Dari gambar yang diperoleh melalui Hubble itu, teramati bahwa Komet 2I/Borisov sangat berbeda dengan objek antarbintang pertama yang mengunjungi tata surya tahun 2017 silam, 'Oumuamua.

"'Oumuamua tampak seperti batu yang melayang bebas, sementara Borisov sangat aktif, lebih seperti komet normal pada umumnya yang sering kita temui di tata surya," kata David Jewitt dari UCLA, pemimpin tim Hubble yang mengamati komet itu. "Masih menjadi misteri mengapa keduanya sangat berbeda."

Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja Teleskop Antariksa Hubble?

Mengamati objek antarbintang seperti ini sangat membuat para astronom tertarik. Bagaimana tidak, objek semacam ini dapat memberikan berbagai ilmu dan pengetahuan baru yang tak ternilai. Sebagai contoh, objek antarbintang bisa membawa petunjuk mengenai komposisi kimia, struktur, dan karakteristik debu dari yang ditempa dalam sistem bintang lain yang jauh dari tata surya kita.

"Selain sistem bintang lain bisa jadi sangat berbeda dari tata surya kita, objek antarbintang seperti ini pasti telah mengalami perubahan signifikan selama perjalanan antarbintangnya yang panjang. Mengamati dan menelitinya adalah hal yang luar biasa," kata Amaya Moro-Martin dari Space Telescope Science Institute di Baltimore, Maryland.

Baik 2I/Borisov maupun 'Oumuamua, keduanya hanyalah awal dari penemuan objek antarbintang yang melakukan kunjungan singkat ke tata surya kita. Para astronom yakin masih ada ribuan objek antarbintang semacam mereka, namun sebagian besar dari mereka terlalu redup untuk dideteksi dengan teleskop kita.

Pada pertengahan 2020, Komet 2I/Borisov diperkirakan akan kembali ke ruang antarbintang di mana ia berasal jutaan tahun yang lalu sebelum akhirnya tiba di tata surya.
BERIKAN KOMENTAR ()