Ekuinoks itu Peristiwa Apa sih?

Info Astronomy - Hari ini, 23 September 2019 pukul 14:50 WIB, secara astronomis terjadi peristiwa yang dikenal sebagai ekunoks. Namun, sudah tahu belum nih kamu apa itu ekuinoks?

Bukan, ini bukan peristiwa memanasnya suhu Bumi atau munculnya radiasi sinar kosmis sehingga kamu harus mematikan ponselmu seperti yang tersebar di grup WhastApp. Ekuinoks adalah peristiwa biasa yang tidak ada dampak negatifnya sama sekali.

Pada hari ekuinoks ini, Matahari terbit tepat di ufuk timur dan akan terbenam tepat di ufuk barat. Dengan kata lain, Matahari akan bergerak semu harian tepat di atas ekuator, sehingga semua orang di seluruh dunia akan mengalami waktu siang dan malam yang hampir sama rata masing-masing 12 jam.

Mengapa Ekuinoks Terjadi?

Dalam mengelilingi Matahari, menurut Nationalgeographic.com, Bumi kita juga berputar pada porosnya dengan kemiringan sekitar 23,5 derajat. Akibat kemiringan itu, belahan Bumi utara dan belahan Bumi selatan saling bertukar untuk mendapatkan kehangatan dari Matahari.

Nah, dari kemiringan itu pula, dalam dua kali setahun, Matahari bisa bersinar tepat di atas ekuator Bumi. Coba perhatikan ilustrasi berikut ini deh:
Dari ilustrasi dia atas, yang tentu saja tidak sesuai skala karena Matahari tampak lebih kecil dari Bumi, kita bisa melihat bahwa kemiringan sumbu Bumi menyebabkan Matahari menyinari Bumi dalam porsi yang berbeda-beda sepanjang tahunnya.

Dimulai dari solstis 22 Desember, belahan Bumi selatan lebih condong ke arah Matahari, itulah sebabnya Natal di belahan Bumi utara identik dengan salju karena mereka sedang musim dingin. Beranjak ke 21 Maret, ekuinoks pertama terjadi, peralihan musim dingin ke musim panas terjadi untuk belahan Bumi utara dan sebaliknya di belahan Bumi selatan.

Solstis pun terjadi lagi pada 22 Juni, di mana kali ini belahan Bumi utara yang lebih condong ke arah Matahari sehingga membuat belahan Bumi selatan mengalami musim dingin. Dan akhirnya, ekunoks 23 September terjadi, peralihan musim juga terjadi lagi.

Menariknya nih, Bumi bukan satu-satunya planet yang mengalami ekuinoks, lho! Setiap planet di tata surya kita juga mengalaminya. Misalnya pada tahun 2009 silam, wahana antariksa Cassini yang berada orbit Saturnus menangkap peristiwa ekuinoks pada sang planet cincin.

Mengapa Disebut "Ekuinoks"?

Pada saat ekuinoks terjadi, seperti yang sudah disinggung di atas, waktu siang dan malam hampir sama panjangnya masing-masing 12 jam di seluruh dunia. Karena hal itu, fenomena ini disebut sebagai "equinox", sebuah kata yang berasal dari bahasa Latin yang berarti "malam yang sama panjang". Kata "ekuinoks" sendiri adalah serapan bahasa Indonesianya.

Namun, pada kenyataannya menurut Timeanddate.com, sebenarnya saat ekuinoks tidak seluruh dunia mengalami siang dan malam hari yang masing-masing tepat 12 jam. Semua tergantung pada garis lintang suatu wilayah. Bahkan di ekuator sekalipun, siang dan malam tidak benar-benar 12 jam saat ekuinoks.

Jadi, sampai di sini sudah lebih memahami kan ya apa itu ekuinoks? Peristiwa ini hanya peristiwa biasa yang selalu terjadi tiap tahun kok, bahkan dari tahun sebelum kamu lahir. Kalau suatu saat ada yang bilang kalau ekuinoks adalah peristiwa berbahaya, yang bilang seperti itu mungkin baru saja mengetahui istilah "ekuinoks" dan berpikir "Wah, bikin hoaks ekuinoks ah biar viral!". Norak memang.
BERIKAN KOMENTAR ()