Apakah Kita Bisa Membuat Rasi Bintang Sendiri?

Info Astronomy - Di malam yang cerah, bintang-bintang bisa tampak terlihat bertaburan. Banyak bintang-bintang terang yang tergabung dalam rasi bintang. Tapi, bisa tidak sih sebenarnya kita membuat rasi bintang sendiri?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, kita cari tahu dulu deh bagaimana sejarah rasi bintang itu. Biar kita sama-sama paham apa tujuan dibentuknya rasi bintang. Setuju? Setuju dong!

Sepanjang sejarah manusia dalam berbagai budaya, nama-nama dewa dalam cerita mitologinya telah banyak dikait-kaitkan dengan pola bintang-bintang di langit malam, sehingga melahirkan apa yang kita kenal sebagai rasi bintang.

Lalu, kapan rasi bintang pertama dicatat? Studi arkeologi telah mengidentifikasi hal tersebut. Para arkeolog menemukan sebuah gambar rasi bintang yang dilukis di dinding dalam gua di Lascaux, sebelah selatan Prancis, yang mana gambar tersebut kemungkinan dilukis 17.300 tahun yang lalu.

Apa tujuan nenek moyang kita merangkai rasi bintang? Sejauh yang diketahui, nenek moyang kita merangkai rasi bintang untuk berbagai hal, di antaranya adalah menandai musim panen (bila suatu rasi bintang muncul, tandanya musim panen), untuk pemandu arah (rasi bintang di langit utara banyak yang dijadikan acuan arah utara), dan lain sebagainya.

Oh iya, rasi bintang ini hanya sekumpulan bintang yang dalam pandangan dari Bumi tampak membentuk pola tertentu. Namun, pada kenyataannya, jarak antarbintang dalam sebuah rasi bintang sangatlah berjauhan satu sama lain. Tidak ada keterkaitan sama sekali di antara mereka.

Rasi bintang jelas berbeda dengan gugus bintang. Dalam gugus bintang, jarak antarbintangnya sangat dekat, karena memang mereka terbentuk di awan gas dan debu yang sama secara serempak sehingga memiliki keterkaitan satu sama lain.

Di era modern seperti sekarang ini, Persatuan Astronomi Internasional (IAU) telah mengakui 88 rasi bintang resmi yang mengisi langit tanpa celah. Lebih dari setengah 88 rasi bintang yang IAU akui saat ini sendiri berasal dari kebudayaan Yunani kuno.

Sebelum IAU mengakui dan menetapkan 88 rasi bintang itu, awalnya rasi bintang hanya didefinisikan secara informal sebagai pola-pola bintang yang acak saja. Tetapi, seiring laju penemuan benda-benda langit yang meningkat sejak awal abad ke-20, para astronom memutuskan untuk memiliki serangkaian batas rasi bintang yang resmi.

Salah satu alasan para astronom memutuskan hal itu adalah untuk membantu dalam penamaan bintang-bintang atau benda langit yang baru ditemukan. Bintang-bintang atau benda langit lain yang ditemukan di suatu area langit tertentu sekarang ini lebih mudah diingat posisinya, yakni cukup informasikan saja arah rasi bintangnya.

Misalnya, para astronom menemukan adanya galaksi baru di langit. Untuk memudahkan penamaan dan pencatatan lokasinya, para astronom bisa memberinya nama Galaksi Andromeda, karena galaksi tersebut berada di arah rasi bintang Andromeda.

Nah, sekarang, kembali lagi ke pertanyaan awal. Bisa tidak ya kita membuat rasi bintang sendiri?

Jawabannya, jelas bisa saja. Kamu bisa bebas merangkai dan menamai sendiri rasi bintang yang kamu lihat dari sekumpulan bintang-bintang di langit malam. Namun, rasi bintang versimu tidak akan diakui secara internasional oleh IAU.

Setiap 88 rasi bintang yang sudah ada saat ini telah memenuhi seluruh bagian langit. Tidak ada lagi celah untuk membuat rasi bintang baru sejak ke-88 rasi bintang ini diresmikan tahun 1928 dan diterbitkan pada tahun 1930 silam.

Daripada sibuk membuat rasi bintang baru, lebih baik kita belajar rasi bintang yang ada, mengenal sejarahnya, dan mengamatinya secara langsung saat cuaca cerah. Karena astronomi adalah ilmu yang seharusnya aktif mengamati langit.
BERIKAN KOMENTAR ()