Mungkinkah Misi Kolonisasi Bulan Dilakukan?

Info Astronomy - Sebagian dari kita bermimpi untuk bisa mendarat di Bulan dan mendirikan pemukiman tetap di sana. Sementara sebagian lagi meragukan mimpi itu, menganggap bahwa Bulan tidak bisa digapai, misi pendaratan manusia di Bulan tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Benarkah?

Nyatanya, kita sebenarnya bisa kok memulai mimpi kita dengan membangun markas di Bulan mulai hari ini. Iya, hari ini. Pendaratan di Bulan memang memerlukan teknologi yang canggih, dan kita sudah memiliki teknologi itu. Markas atau pemukiman manusia di Bulan, dengan teknologi saat ini, bisa dibangun dengan biaya kira-kira 40 miliar dolar AS secara berangsur-angsur.

Memang, biaya sebesar itu tampak begitu mahal. Tapi faktanya, biaya tersebut sebanding dengan biaya pembangunan Stasiun Luar Angkasa Internasional, lho. Ditambah lagi, misi kolonisasi Bulan akan membuat manusia mendapatkan keuntungan yang besar pula. Bulan bisa menjadi tempat uji coba untuk mengembangkan teknologi baru dan mendapatkan sumber daya baru yang tak terbatas jumlahnya.

Bulan juga akan menjadi pijakan awal bagi manusia untuk memulai misi penjelajahan antariksa, ke Mars misalnya. Namun, perlu dicatat, Bulan bukan tempat yang bersahabat untuk mahkluk hidup, khususnya manusia.
Bulan memang keras.

Alasan utama kenapa misi ke Bulan belum banyak dilakukan sebenarnya bergantung pada urusan politik. Lembaga-lembaga antariksa di dunia tidak bisa dengan mudah membuat pemerintah tertarik dan bahkan percaya dengan misi investasi jangka panjang ke Bulan.

Tapi, jika misi ke Bulan benar-benar akan dilakukan, bagaimana kita sebaiknya memulai misi itu? Apa yang seharusnya pertama kali dilakukan?

Mari kita lihat sejarah manusia dalam melakukan kolonisasi. Pada zaman dahulu, negara-negara Eropa senang menjelajah dunia-dunia baru untuk melakukan kolonisasi. Ketika menemukan wilayah baru, para penjelajah Eropa hanya mengunjungi sebentar daerah itu, meninggalkan jejak bahwa mereka pernah ke sana, lalu pergi lagi menjelajah daerah lain atau kembali ke negara asalnya. Fase ini dikenal sebagai fase pertama kolonisasi.

Wilayah yang baru ditemukan itu tidak dibiarkan begitu saja oleh para penjelajah Eropa. Mereka akan kembali lagi di lain waktu, mendirikan tempat tinggal sementara di sana, tapi dengan sumber daya yang masih bergantung pada negara asal mereka. Inilah fase kedua.

Lambat laun, wilayah yang sudah didirikan tempat hunian sementara itu semakin berkembang, sumber dayanya tidak bergantung lagi dari negara asalnya, malah bahkan bisa mengekspor sumber daya di wilayah baru itu ke negara asal para penjelajah. Fase ini adalah fase terakhir, atau fase ketiga.

Misi membangun koloni di Bulan tampaknya akan melewati tiga fase yang sama dengan kolonisasi bangsa Eropa itu.

Nah, untungnya adalah, fase pertama kolonisasi sudah dilakukan manusia pada misi Apollo 11 tahun 1969 silam. Neil Armstrong dan kawan-kawannya sudah mengunjungi Bulan, meninggalkan jejak, tetapi belum mendirikan tempat hunian sementara karena misi utamanya memang hanya mampir saja.

Sekarang, tugas kita adalah melakukan fase kedua: membangun tempat hunian sementara di Bulan. Tidak perlu tempat hunian yang besar dulu, melainkan cukup seperti habitat kecil yang pernah digambarkan dalam film "The Martian" (2014). Iya, film itu memang menggambarkan misi ke Mars. Tapi sebelum ke Mars, ada baiknya kita ke Bulan.

Nantinya, para astronaut Bulan tidak perlu menetap terlalu lama di tempat hunian sementara itu, misalnya hanya tiga sampai enam bulan saja, lalu bergantian dengan astronaut yang lain. Astronaut-astronaut pertama ini bisa terdiri dari ilmuwan dan insinyur. Mereka akan meneliti Bulan dan membangun Bulan hingga siap untuk membuat hunian permanen, atau bahkan membuat kota di Bulan.

Seorang ilmuwan juga dibutuhkan sebagai astronaut untuk bisa mengelola sumber daya di Bulan yang pada awalnya tentu masih mentah. Contohnya adalah air. Tidak ada air di Bulan, tetapi ada es di daerah kutubnya. Para ilmuwan ini bisa memurnikan es di Bulan dan mengubahnya menjadi air untuk digunakan manusia. Bukan sekedar untuk diminum, air juga bisa digunakan untuk menumbuhkan tanaman, memelihara ikan (sebagai makanan), dan tentunya dijadikan bahan bakar dengan dipecah menjadi hidrogen dan oksigen.

Setelah sekian tahun manusia melakukan riset di Bulan, fase ketiga kolonisasi sudah bisa dilakukan. Ketika akhirnya kita bisa memanfaatkan sumber daya di Bulan dengan baik, kita bisa melakukan ekspor sumber daya itu ke Bumi. Teknologi-teknologi yang semakin berkembang pun bisa sangat berguna bagi kehidupan manusia di Bumi dan di Bulan.

Bulan memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan manusia. Kita bisa menambang logam berharga di Bulan, salah satunya adalah penambangan helium-3, sebuah isotop yang suatu hari dapat digunakan untuk reaktor fusi nuklir yang terjangkau dan bersih.

Kehidupan di Bulan pada akhirnya bisa lebih mandiri. Tidak perlu lagi melakukan impor sumber daya dari Bumi yang jelas akan membutuhkan biaya yang banyak dalam hal pengirimannya. Perkembangan itu akan berjalan secara bertahap, dari yang tadinya mengeksplorasi Bulan untuk eksperimen, ke depannya bisa menjadi industri.

Ya, Bulan adalah tempat yang cocok untuk mengolonisasi tata surya, proyek besar yang tepat untuk menyatukan negara-negara di dunia, serta satu-satunya cara untuk memastikan keberlanjutan kita sebagai sebuah spesies peradaban yang maju.

Kenapa kita tidak mulai dari sekarang?


Referensi: Kurzgesagt, Liebertpub
BERIKAN KOMENTAR ()