Akses artikel Premium dengan Astronomi+, mulai berlangganan.

Saran pencarian

Apa yang Terjadi Kalau Kita Jatuh ke Lubang Hitam?

Jatuh ke lubang hitam merupakan hal yang tentunya tidak diinginkan semua orang. Tapi, memang apa sebenarnya yang akan terjadi kalau kita jatuh ke lubang hitam?
Bintang, ketika ditarik lubang hitam, akan memanjang seperti spageti. Kredit: BBC

InfoAstronomy - Jatuh ke lubang hitam merupakan hal yang tentunya tidak diinginkan semua orang. Tapi, memang apa sebenarnya yang akan terjadi kalau kita jatuh ke lubang hitam? Apakah kita akan beranjak ke alam lain?

Lubang hitam adalah area di ruang angkasa yang gravitasinya begitu kuat. Sedemikian kuat sehingga kecepatan lepas darinya melebihi kecepatan cahaya. Hal inilah yang bikin bahkan cahaya tidak bisa lepas darinya.

Lubang hitam dapat terbentuk dari kematian sebuah bintang yang masif, sangat masif di atas 20 kali massa Matahari. Begitu sebuah bintang masif ini kehabisan bahan bakar untuk bisa menyala, dengan demikian ia tidak mampu lagi menopang dirinya sendiri, lapisan-lapisan bintang itu pun akan runtuh ke arah pusatnya.

Keruntuhan itu membuat inti bintang kemudian meledak dalam sebuah fenomena yang dikenal sebagai supernova, yang pada akhirnya akan membentuk sebuah lubang hitam.

Nah, jika cahaya saja yang tidak bermassa tidak bisa lepas dari cengkeraman gravitasi lubang hitam, bagaimana dengan diri kita?

Berkat teori relativitas umum Einstein, kita bisa memahami bagaimana lubang hitam berperilaku, sehingga kita dapat memprediksi secara spesifik apa yang akan terjadi pada kita saat jatuh ke lubang hitam tanpa harus merasakannya langsung.

Nah, jawaban untuk pertanyaan itu rupanya berbeda tergantung pada siapa kamu bertanya. Karena ternyata, kamu, sebagai orang yang jatuh ke lubang hitam (misalnya), akan mengalami kenyataan yang sangat berbeda dari apa yang saya, sebagai pengamat dari luar, akan lihat.

Jadi, sekarang kita ubah dulu saja pertanyaannya, apa yang terjadi kalau kamu jatuh ke lubang hitam?

Lubang Hitam Tidak Menghisap

Pertama, mari kita luruskan dulu sebuah kesalahpahaman umum yang selama ini berkembang luas. Lubang hitam selama ini sering dianggap sebagai sesuatu yang menghisap apapun di sekeliling mereka, seperti penyedot debu kosmis raksasa. Pada kenyataannya, tarikan gravitasi lubang hitam sama tidak ada bedanya dengan tarikan bintang biasa, hanya saja jauh lebih kuat.

Dengan kata lain, walaupun gravitasi lubang hitam begitu kuat, ada jarak tertentu di mana sebuah objek langit masih dapat mengorbit lubang hitam, sama seperti planet kita yang berada di orbit mengelilingi Matahari. Jadi, selama sebuah objek langit bisa bergerak cukup cepat untuk menyeimbangkan tarikan gravitasi lubang hitam, ia akan mengorbit, tidak terhisap.

Faktanya nih, ratusan miliar bintang di galaksi kita mengorbit sebuah lubang hitam supermasif yang ada di pusat galaksi, lho. Dengan massa 4,1 juta kali Matahari kita, lubang hitam supermasif yang dinamai Sagitarius A* itu tidak menghisap segalanya di galaksi, hanya objek-objek langit yang berada terlalu dekat dengannya saja yang akan ditarik oleh gravitasinya.

Nah, di sini ada yang namanya cakrawala peristiwa (event horizon), sebuah batas ketika ada sesuatu yang melampaui batas ini, maka akan ditarik lubang hitam, tapi jika masih di luarnya otomatis akan aman. Seberapa besar event horizon lubang hitam tergantung ukuran dan massa lubang hitam itu sendiri.

Anatomi lubang hitam. Kredit: NASA

Spagetifikasi dan Waktu yang Melambat

Jatuh ke lubang hitam, itu artinya sudah melampaui batas cakrawala peristiwa. Ketika kamu sudah melewati batas ini, setidaknya kamu akan mengalami dua efek gravitasi dari lubang hitam itu, spagetifikasi dan waktu untukmu yang melambat.

Mari kita bahas dulu tentang spagetifikasi ini. Iya, namanya diambil dari nama makanan mi khas Italia, spageti. Jadi, karena gravitasi lubang hitam yang begitu kuat, bagian tubuhmu yang jatuh lebih dulu ke lubang hitam, misalnya bagian kaki, akan mengalami tarikan gravitasi yang jauh lebih besar daripada kepalamu.

Akibatnya, tubuhmu akan memanjang seperti spageti. Semakin dekat ke lubang hitam, tubuhmu akan terobek, atom dan partikel tubuhmu akan terpisah-pisah. Kamu akan pindah alam, dari alam dunia ke alam baka.

Seberapa kuat tarikan gravitasinya tergantung pada seberapa besar massa lubang hitamnya. Namun di lubang hitam dengan massa yang tidak terlalu besar, efek spagetifikasi ini bisa terjadi bahkan sebelum kamu melewati batas cakrawala peristiwa.

Efek kedua, waktu yang melambat. Saat kamu mendekati lubang hitam, waktu yang kamu alami akan melambat bila dibandingkan dengan waktu yang orang lain alami karena mereka berada di luar lubang hitam. Hal itu terjadi karena gravitasi yang kuat dari lubang hitam akan mendistorsi ruang-waktu. Semakin besar distorsinya, semakin lambat waktu berjalan.

Kalau kamu pernah menonton film Interstellar (2014), kamu mungkin ingat adegan di mana ada dua penjelajah pemberani yang padahal menghabiskan waktu hanya beberapa menit di permukaan sebuah planet yang berada sangat dekat dengan lubang hitam, sementara astronot yang menunggu di pesawat antariksanya mengalami waktu 40 tahun berlalu. Di dunia nyata, efek itu juga benar terjadi, lho!

Nah, itulah hal-hal yang akan terjadi kalau kamu atau kita jatuh ke lubang hitam. Walaupun belum ada yang pernah merasakannya langsung, namun kita bisa memprediksikannya secara akurat lewat ilmu pengetahuan.

Sumber & Referensi:
  • Betz, E. (2020). What would happen if you fell into a black hole?. Astronomy.com.
  • Byrd, D. (2020). Astronomers see a star ‘spaghettified’ by a black hole. EarthSky.
  • Fras, I. H. (2023). Spaghettification: The Bizarre Phenomenon in the Gravitational Embrace. The Average Scientist.
  • Howell, E. (2020). Black hole kills star by 'spaghettification' as telescopes watch. SPACE.
  • Kramar, N., & Ilchenko, O. (2021). From intriguing to misleading: The ambivalent role of metaphor in modern astrophysical and cosmological terminology. Amazonia Investiga, 10(46), 92-100.
  • Negus, J. (2018). Black Holes Explained. Enslow Publishing, LLC.
  • Rubiano, M, P. (2020). What would happen if you fell into a black hole?. Popular Science.
  • Stierwalt, S. (2016). What Happens If You Fall into a Black Hole?. Scientific American.
  • Zhang, L. (2024). The Gourmet Guide To the Galaxy: The Spaghettification of Black Holes. Berkeley Scientific Journal.
Riza adalah astronom amatir yang telah menulis konten astronomi sejak tahun 2012. Riza secara aktif menjadi mentor kelas astronomi di BelajarAstro.com. Hubungi lewat riza@belajarastro.com.