Foto Terbaru Planet Jupiter dari Hubble

Info Astronomy - Dipotret melalui Teleskop Antariksa Hubble, para astronom baru-baru ini merilis foto terbaru planet Jupiter. Apa yang bisa dipelajari dari foto terbaru ini?

Yang paling mencolok dalam foto tersebut adalah Bintik Merah Besar pada atmosfer teratas Jupiter yang semakin mengecil dan berubah. Bintik Merah Besar yang merupakan badai abadi itu tampaknya memang tidak benar-benar abadi.

Selain itu, foto terbaru ini juga menampilkan garis-garis awan di atmosfer Jupiter yang lebih intens dan lebih bergejolak daripada yang terlihat pada tahun-tahun sebelumnya. Perubahan warna dan bentuk atmosfer Jupiter ini memberikan petunjuk penting untuk para astronom mengetahui proses apa yang sebenarnya sedang berlangsung di sana.

Sejauh ini, diketahui bahwa garis-garis di atmosfer Jupiter memiliki perbedaan warna disebabkan oleh perbedaan dalam ketebalan dan tinggi awannya. Garis-garis atmosfer tersebut sendiri terdiri atas es amonia.

Seperti apa, sih, foto terbaru Jupiter itu? Nah ini:
Hubble sebenarnya memotret foto di atas pada 27 Juni 2019 kemarin, ketika Jupiter berada di titik oposisi terhadap Matahari. Dengan kata lain, Matahari-Bumi-Jupiter sedang segaris lurus, sehingga pemandangan ke arah Jupiter akan tampak penuh karena seluruh permukaan Jupiter akan teramati tersinari oleh Matahari seluruhnya.

Pada area tengah foto di atas, badai antisiklon Bintik Merah Besar tampak berwarna kuning kecokelatan. Badai ini diketahui berdiameter dua kali lebih besar dari diameter planet Bumi. Angin di sana juga begitu kencang, kecepatan bisa mencapai hingga 680 kilometer per jam, lebih cepat dari garis-garis atmosfer lain di sekitarnya.

Badai ini diketahui menyusut sejak tahun 1800-an. Dahulu kala, menurut catatan sejarah, ukurannya pernah mencapai lima kali diameter Bumi.

Oh iya, Bintik Merah Besar juga bukan satu-satunya badai di Jupiter. Tepat di bawahnya, kalau kamu perhatikan foto terbaru Jupiter di atas, kamu dapat melihat dua bintik putih yang lebih kecil. Nah, keduanya itu juga merupakan badai antisiklon. Ada pula pola berbentuk cacing panjang yang di sekitar dua badai kecil itu, yang merupakan badai siklon.

Badai-badai di Jupiter ini dapat bertahan selama bertahun-tahun, kadang-kadang bahkan bisa saling bergabung satu sama lain untuk membentuk Frankenstorm (bukan benar-benar nama resmi; itu hanya sebutan untuk badai yang berukuran sangat besar).

Dari foto terbaru ini, dapat dipelajari bahwa atmosfer Jupiter sekitar 86 persennya adalah hidrogen, lalu ada helium yang mencapai 13,6 persen. Sementara sisa 0,4 persennya adalah elemen-elemen lain seperti amonia, metana, dan air.
BERIKAN KOMENTAR ()