Mengapa Ada Banyak Area Gelap di Bulan?

Info Astronomy - Ketika sedang mengamati Bulan di langit, kamu mungkin menyadari kalau Bulan memiliki area-area gelap di permukaannya. Nah, sebenarnya area gelap ini apa, sih?

Area-area gelap pada permukaan Bulan sebenarnya adalah kawah dengan berbagai ukuran yang terbentuk akibat tabrakan dari benda langit lain, seperti komet, meteorit, dan asteroid, di masa lalu, masa-masa awal pembentukan Bulan.

Masa-masa Awal Tata Surya
Baik planet kita dan Bulan diperkirakan terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu, ketika tata surya adalah tempat yang masih sangat kacau, dengan ribuan asteroid dan batu-batu antariksa besar lainnya yang terbang secara acak menabrak sana sini. Tak ketinggalan, Bumi dan Bulan juga menjadi sasaran tumbukan batu-batu antariksa tersebut.

Adanya Bulan saat ini bahkan merupakan hasil dari peristiwa tabrakan asteroid besar dengan Bumi kita yang terjadi miliaran tahun yang lalu. Kala itu, sebuah benda langit seukuran planet Mars, yang disebut Theia, menabrak Bumi sehingga membuat sebagian kecil dari permukaan Bumi terhempas ke luar angkasa.

Saat sebagian kecil dari permukaan Bumi tadi dihempaskan ke luar angkasa akibat tabrakan, lambat laun mereka menyatu, terperangkap di medan gravitasi Bumi, lalu mulai berputar mengelilingi planet kita. Hingga miliaran tahun setelah peristiwa tumbukan besar itu terjadi, benda langit baru yang mengelilingi Bumi ini menjadi apa yang sekarang kita kenal sebagai Bulan.

Bulan Punya Banyak Kawah, Kenapa Bumi Tidak?
Bulan dipenuhi dengan kawah, sedangkan tetangganya yang berdekatan, Bumi, yang secara signifikan lebih besar dan dengan demikian seharusnya menjadi target yang lebih mudah untuk ditabrak asteroid, seolah-olah tidak pernah ditabrak oleh batu antariksa. Kenapa begitu ya?

Ada dua alasan utama di balik hal ini.

Pertama, Bumi memiliki atmosfer yang padat. Planet kita memiliki lapisan gas yang padat yang bertindak sebagai pelindung yang menyelimuti seluruh Bumi. Lapisan pelindung ini lebih akrab dikenal sebagai "atmosfer".

Jadi, bukannya batu antariksa tidak pernah meluncur ke Bumi seperti mereka menuju ke Bulan, hanya saja atmosfer planet kita begitu padat dan kuat sehingga benda luar angkasa apapun yang mencoba bergerak menuju Bumi akan terbakar habis di atmosfer sebelum bisa mencapai permukaan.

Pernah dengar istilah "bintang jatuh" kan? Fenomena tersebut terjadi ketika ada sebuah batu luar angkasa yang sedang mencoba memasuki Bumi namun terbakar di atmosfer.

Jadi, dengan kata lain, Bulan dan Bumi sama-sama sering kok dibombardir oleh asteroid. Namun, dalam kasus Bumi, sebagian besar dari batuan luar angkasa ini banyak yang tidak pernah bisa mencapai permukaan karena sudah habis terbakar di atmosfer.

Alasan lainnya kenapa Bumi seolah tidak punya kawah sebanyak Bulan adalah ada proses geologis menarik di planet kita. Proses geologis tersebut, yang terdiri dari erosi, pergerakan lempeng tektonik, dan aktivitas vulkanisme, adalah yang memungkinkan Bumi dengan mudah menghilangkan kawah bekas tumbukan asteroid.

Sebaliknya, Bulan praktis tidak memiliki atmosfer, tidak ada proses erosi (oleh air atau angin) yang terjadi di sana. Bila kamu bisa menulis tulisan "I Love You" seperti yang biasa dilakukan di pantai Bumi di tanah Bulan saat berkunjung ke sana, tulisan tersebut bahkan akan bertahan selama-lamanya.
Mare
Coba perhatikan gambar di atas deh, di sana ada begitu banyak area gelap pada permukaan Bulan yang disebut sebagai "Mare". Tapi, tahukah kamu apa itu mare?

Mare adalah wilayah besar dan gelap yang merupakan dataran basaltik di Bulan. Mare diketahui terbentuk akibat adanya letusan gunung berapi purba di Bulan miliaran tahun yang lalu. Area ini dinamai mare yang berasal dari bahasa Latin, artinya "laut". Para astronom terdahulu sempat mengira bahwa mare adalah lautan di Bulan, padahal sebenarnya bukan.

Mare tampak gelap karena kurang reflektif daripada "dataran tinggi" di sekitarnya. Kurang reflektifnya itu disebabkan karena komposisi mare yang kaya akan zat besi.

Sekitar 16% dari permukaan Bulan adalah mare. Menariknya, sebagian besar mare berada di sisi Bulan yang selalu teramati dari Bumi. Ada, sih, beberapa mare di sisi jauh Bulan, tetapi ukurannya lebih kecil.

Nah, itulah kenapa ada banyak area gelap di Bulan. Selain kawah, area gelap di sana juga merupakan mare.
BERIKAN KOMENTAR ()