Kiat-kiat Melihat Jupiter dengan Bulan-bulannya

Info Astronomy - Tidak cuma Bumi yang punya Bulan, planet Jupiter juga punya, dan bahkan ada jauh lebih banyak. Tahukah kamu kalau kita bisa melihat bulan-bulan Jupiter itu dari permukaan Bumi?

Pengamatan terhadap bulan-bulan Jupiter sangat mudah dilakukan terlebih jika kamu memiliki binokuler atau bahkan teleskop. Cukup temukan Jupiter, arahkan binokuler atau teleskop ke sana, dan kamu akan melihat adanya empat bulan terbesar dari 79 bulan milik sang planet raksasa itu.

Bulan-bulan tersebut akan tampak seperti titik-titik kecil cahaya yang berada di sekitar Jupiter. Keempatnya cukup besar untuk bisa diamati, yang mana mereka dikenal sebagai bulan Galilea karena ditemukan oleh Galileo Galilei pada tahun 1610.

Dalam urutan jarak terdekat dari Jupiter, bulan-bulan ini adalah Io, Europa, Ganimede dan Kalisto.
Tanpa binokuler atau teleskop, kita akan kesulitan melihat bulan-bulan Galilea. Jangankan bulan-bulannya, pengamatan dengan mata telanjang bahkan hanya akan menampilkan Jupiter yang tampak seperti bintang kuning terang yang tidak berkelap-kelip saja.

Jadi, siapkan peralatan pengamatanmu ya! Apa lagi, pada Juni 2019 ini, Jupiter mencapai jarak terdekat dengan Bumi karena berada di titik oposisi terhadap Matahari, membuat kenampakannya sangat terang dan terlihat sepanjang malam mulai Matahari terbenam hingga Matahari terbit lagi keesokan harinya.

Sekali kamu menemukan objek mirip bintang tapi sangat terang di langit timur sekitar sejam setelah Matahari terbenam, kemungkinan besar itu adalah Jupiter. Arahkan teleskopmu ke arahnya.

Bulan-bulan Galilea

Walaupun punya banyak bulan yang mengelilinginya, setidaknya ada empat bulan terbesar yang mengelilingi Jupiter. Seperti yang sudah disinggung di atas, bulan-bulan tersebut antara lain adalah Io, Europa, Ganimede, dan Kalisto. Nah, kenalan dengan mereka satu per satu yuk!

Io
Ingat, Io ya, bukan Lo. Banyak nih yang masih salah sebut padahal namanya cuma terdiri dari dua huruf. Dari keempat bulan Galilea, Io merupakan bulan terdalam atau terdekat dengan Jupiter. Diketahui memiliki diameter sekitar 3.640 kilometer, hal itu menjadikan Io sebagai bulan terbesar keempat di tata surya kita.

Yang menarik adalah, Io sering dijuluki sebagai bulan yang kenampakannya mirip pizza. Hal itu terjadi karena Io memiliki banyak gunung berapi aktif, bahkan jumlahnya ada 400 lebih. Io pun dinobatkan sebagai benda langit paling aktif secara geologis di tata surya.
Io pertama kali diamati oleh Galileo Galilei pada tanggal 7 Januari 1610 dengan menggunakan sebuah teleskop refraktor dengan magnifikasi yang hanya 20x di Universitas Padua. Namun, pada saat itu Galileo belum bisa memisahkan Io dengan Europa karena kurang baiknya magnifikasi teleskop yang ia ggunakan, sehingga keduanya tampak seperti satu titik cahaya.

Barulah pada hari berikutnya, 8 Februari 1610, Io dan Europa tampak seperti objek yang terpisah saat Galileo melakukan pengamatan lagi. Pemisahan itu terjadi karena kedua bulan ini mengitari Jupiter, tidak diam di satu posisi langit saja. Penemuan mereka pun membuktikan teori Bumi mengelilingi Matahari.

Europa
Bukan, ini bukan bahasa Inggrisnya "Eropa", ia dinamakan dari kisah mitologi Yunani yang merupakan seorang wanita bangsawan Phoenicia yang bernama Europa, yang kemudian dinikahi oleh Zeus dan menjadi ratu dari Kreta. Dari empat bulan Galilea, Europa adalah yang terkecil.

Berdiameter sekitar 3.100 kilometer, membuat Europa berukuran lebih kecil dari Bulan yang mengitari Bumi kita. Walau begitu, ia merupakan bulan terbesar keenam di tata surya.
Europa diketahui memiliki komposisi yang mirip dengan planet-planet terestrial, yang terdiri atas silikat. Europa juga diperkirakan memiliki mantel air di bawah permukaannya setebal 100 km. Samudra di bawah permukaan tersebut bahkan diperkirakan adalah samudera air asin cair, seperti yang ada di Bumi kita.

Ganimede
Jupiter adalah planet terbesar di tata surya. Lalu, apa bulan terbesar di tata surya? Jawabannya adalah Ganimede. Bayangkan saja, bulan milik Jupiter yang satu ini lebih besar diameternya (sekitar 4.900 km) dibanding planet Merkurius, namun massanya hanya sekitar setengahnya.

Ganimede diperkirakan juga memiliki komposisi air di bawah permukaannya, yang lebih tebal daripada air di Europa. Ia juga satu-satunya bulan di tata surya yang diketahui memiliki magnetosfer, yang mungkin timbul karena konveksi dalam inti besi cairnya. Bahkan, Ganimede mempunyai atmosfer oksigen tipis yang termasuk O, O2, dan mungkin O3 (ozon).
Bersama dengan Europa dan Io, Ganimede mengalami resonansi orbit 1-2-4 yang unik. Jadi, untuk setiap kali Ganimede mengitari sekali orbit mengelilingi Jupiter, Europa sudah mengorbit dua kali dan Io sudah mengorbit empat kali.

Kalisto
Merupakan bulan terbesar ketiga di tata surya dan terbesar kedua di sistem Jupiter setelah Ganimede, diameter Kalisto juga diperkirakan kurang lebih sekitar 99% diameter planet Merkurius, tetapi massanya hanya sekitar sepertiganya saja.

Permukaan Kalisto dipenuhi oleh banyak kawah-kawah tubrukan asteroid yang berusia sangat tua. Ia diperkurakan terbentuk dari cakram akresi yang sempat mengelilingi Jupiter pada masa-masa awal pembentukannya.

Tak haya itu, Kalisto juga dikelilingi oleh atmosfer yang sangat tipis yang terdiri dari karbon dioksida, kemungkinan oksigen molekuler, dan ionosfer.
Nah, itulah bulan-bulan Galilea yang bisa diamati dengan binokuler atau teleskop. Sudah siap untuk melakukan observasi? Kamu bisa beli teleskop juga di InfoAstronomy Store lho. Semoga cuaca cerah ya!
BERIKAN KOMENTAR ()