Gabung menjadi member BelajarAstro KLUB yuk! Cek benefitnya~

Saran pencarian

Gerhana Matahari Total 2 Juli Tidak Teramati di Indonesia

Sebelum Indonesia berkesempatan mengamati gerhana Matahari cincin 26 Desember 2019, di belahan dunia lain, tepatnya di Argentina dan Cile, berkesempatan lebih dulu untuk melihat peristiwa langit gerhana Matahari total.
Info Astronomy  - Sebelum Indonesia berkesempatan mengamati gerhana Matahari cincin 26 Desember 2019, di belahan dunia lain, tepatnya di Argentina dan Cile, berkesempatan lebih dulu untuk melihat peristiwa langit gerhana Matahari total.

Mencapai puncaknya pada pukul 19:44 WIB, gerhana Matahari total ini akan berlangsung selama 2 menit 53 detik. Durasi yang bisa dibilang cukup lama bagi sebuah peristiwa gerhana Matahari total. Oh iya, ini juga gerhana Matahari total pertama yang terjadi setelah gerhana Matahari total 21 Agustus 2017 silam.

Apa itu Gerhana Matahari?

Dilansir Earthsky.org, kira-kira sekali setiap 18 bulan, Bulan akan memotong jalur yang sama yang dilintasi Matahari di langit Bumi, sehingga akan menutupi Matahari dari pandangan dalam beberapa menit. Gerhana Matahari total pun terjadi. Walau begitu, jalur gerhana tidak selalu sama persis tiap 18 bulan sekali itu, melainkan berubah-ubah.

Setidaknya, ada tiga jenis gerhana Matahari yang diketahui, yakni gerhana Matahari total, gerhana Matahari parsial, dan gerhana Matahari cincin. Untuk dua jenis yang terakhir itu, Bulan tidak sepenuhnya menghalangi wajah Matahari. Pada gerhana Matahari parsial, Bulan hanya melewati sebagian dari wajah Matahari, membuat seolah-olah ada "gigitan" di wajah Matahari.

Sementara selama gerhana Matahari cincin, Bulan memang lewat langsung di depan Matahari, tetapi bertepatan dengan apogee, atau jarak terjauh Bulan dari Bumi, sehingga diameter sudutnya tampak terlalu kecil untuk bisa menutupi seluruh Matahari. Gerhana cincin inilah yang akan kita di Indonesia amati pada 26 Desember 2019.

Di mana Gerhana ini Teramati?

Sebuah peristiwa gerhana Matahari total selalu memiliki apa yang disebut sebagai jalur totalitas, jalur di mana wilayah-wilayah yang dilintasinya berkesempatan melihat gerhana total, sementara wilayah lainnya yang tidak dilalui hanya akan melihat gerhana parsial.

Menurut Space.com, jalur totalitas tersebut hanya berukuran selebar 200 kilometer, dan untuk gerhana Matahari total 2 Juli 2019 ini, jalurnya dimulai dekat La Serena, Cile dan berakhir di selatan Buenos Aires, Argentina. Gerhana parsial akan terlihat di Uruguay, Paraguay, Ekuador, dan Brasil.

Sebagian besar jalur totalitas gerhana total ini akan melintasi Samudra Pasifik, wilayah perairan yang tidak terdapat banyak manusia yang mengamatinya, tetapi jalur tersebut akan berakhir di pantai timur Amerika Selatan.

Fase totalitas gerhana akan pertama kali terlihat di Pulau Oeno, wilayah Inggris di Samudra Pasifik Selatan, pada pukul 10:24 waktu setempat (18:24 GMT). Tempat pertama di Amerika Selatan yang berkesempatan melihat totalitas akan berada di dekat La Serena, Cile, di mana totalitas dimulai pada 04:39 malam waktu setempat (19:39 GMT).

Kalau kamu kebetulan sedang berada di Argentina atau Cile dan berniat untuk mengamati gerhana Matahari total ini, pastikan kamu menggunakan kacamata gerhana berfilter khusus Matahari ya! Pengamatan secara langsung akan membuat matamu silau dan bahkan berdampak pada kebutaan.
Ada perlu? Hubungi saya lewat riza@belajarastro.com