Meteor di Probolinggo Hanya Hoaks

Info Astronomy - Tidak jelas siapa yang pertama kali menyebarkan, belakangan ini kami mendapatkan banyak pertanyaan mengenai benar atau tidaknya video yang menampilkan adanya "meteor" yang diklaim terjadi di langit Probolinggo.

Anehnya, di laporan lain dengan video yang sama, ada yang mengatakan bahwa kejadian itu terjadi di Jember, Purwakarta, hingga Pasuruan. Hmm, mana yang benar ya? Tampaknya tidak ada yang benar. Mari kita cari tahu alasan mengapa video ini tidak benar-benar terjadi di Probolinggo, Jember, ataupun daerah-daerah lain di Indonesia.

Pertama, dalam narasi yang beredar luas di dunia maya, dikatakan bahwa "peristiwa meteor" itu terjadi pada tanggal 5 Mei 2019 pukul 19:30 WIB. Namun, ada kejanggalan di video itu, yang mana menampilkan adanya Bulan purnama. Padahal, 5 Mei 2019 Bulan sedang dalam fase Bulan sabit muda 1 Ramadan, yang mana Bulan hari itu sudah terbenam sekitar 23 menit setelah Matahari terbenam.

Video "meteor Probolinggo" yang viral masih menampilkan adanya Bulan, padahal katanya direkam pada pukul 19:30 WIB. Hal ini saja sudah menandakan bahwa video tersebut tidak diambil pada 5 Mei 2019.

Lalu, dari mana video meteor itu berasal? Menurut penelusuran InfoAstronomy.org, dikutip dari laman Universidad de Costa Rica, meteor tersebut terjadi pada 23 April 2019 di Kosta Rika, tepatnya di San Carlos, Alejuela. Bukan di Probolinggo, Jember, maupun Pasuruan.

Meteor terang di langit Kosta Rika tersebut dikenal sebagai fireball, meteor super terang yang bisa mencapai magnitudo visual -10. Ukuran fireball yang lebih besar daripada meteor bisa membuatnya tidak terbakar habis di atmosfer. Meteorit -- sisa meteor yang berhasil mencapai permukaan Bumi -- yang terjadi di Kosta Rika ini bahkan sudah ditemukan.
Gambar di atas menampilkan beberapa pecahan fireball yang ditemukan. Tampak meteorit yang sampai di Bumi ada cukup banyak.

Menurut para peneliti, meteorit yang ditemukan ini termasuk dalam jenis meteorit kondrit, meteorit batuan yang terutama terdiri dari mineral silikat, besi, dan magnesium. Asal-muasal meteorit ini diperkirakan terbentuk selama pembentukan tata surya dan Bumi sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu.

Jadi, intinya adalah, video meteor yang diklaim teramati dari berbagai daerah di Indonesia pada 5 Mei 2019 adalah tidak benar, yang bisa dikatakan juga sebagai kabar bohong alias hoax. Mari jadi netizen cerdas yang tidak mudah percaya suatu informasi tanpa melakukan kroscek ke sumber informasi yang lainnya.

Oh iya, untuk video asli meteor di Kosta Rika, kamu bisa tonton di bawah ini:
BERIKAN KOMENTAR ()