Menilik Samudra di Bawah Permukaan Pluto

Info Astrnomy - Pluto punya samudra? Gagasan ini mungkin terdengar tidak masuk akal, tapi menurut sebuah studi terbaru, keberadaan samudra di planet kerdil yang berada di tepian tata surya kita tersebut memang terbukti.

Ada beberapa satelit alami di tata surya kita yang sekarang diketahui memiliki samudra di bawah permukaannya yang dingin dan beku. Dan sekarang, planet kerdil Pluto rupanya juga memiliki samudra serupa. Hal itu diketahui berdasarkan data yang didapatkan dari wahana antariksa New Horizons yang sempat terbang lintas dekat Pluto pada tahun 2015 silam.

Bagaimana bisa planet kerdil yang kecil, beku, berbatu, dan berjarak lebih jauh dari orbit Neptunus ini memiliki samudra?

Adalah sekelompok astronom dari Universitas Hokkaido, Institut Teknologi Tokyo, Universitas Tokushima, Universitas Osaka, Universitas Kobe, dan Universitas California yang menerbitkan sebuah studi terbaru yang menyatakan bahwa keberadaan samudra di bawah permukaan Pluto kemungkinan besar memang ada.
Diterbitkan di jurnal Nature Geoscience pada 20 Mei 2019, dalam studi ini para astronom menjalankan simulasi komputer yang menunjukkan bahwa lapisan gas hidrat (clathrate hydrates), sebuah padatan berbasis kristal yang secara fisik menyerupai es, menjadi penghalang antara lautan dan kerak es pada Pluto.

Lapisan gas hidrat tersebut lah yang selama ini menjaga samudra di bawah permukaan Pluto tetap terisolasi sehingga masih dalam bentuk cairan, tidak membeku. Tanpa lapisan isolasi itu, air di Pluto mungkin telah membeku jutaan atau miliaran tahun yang lalu.

Banyak objek es di tata surya yang memiliki lautan global di bawah permukaannya. Tapi di Pluto, keberadaan lautannya tidak secara global, melainkan hanya di satu lokasi saja, yakni yang dikenal sebagai Sputnik Planitia. Area berbentuk seperti hati yang terletak di dekat ekuatornya.

Oh iya, lautan di Pluto tidak seperti air pada lautan di Bumi, melainkan kemungkinan besar terdiri dari metana. Lapisan gas hidrat lah yang membantu menjaga metana di sana cukup hangat untuk tetap cair, sementara kerak es di atasnya tetap beku.
Di Pluto, lapisan gas hidrat bertindak sebagai isolator termal, mencegah laut di bawah permukaan Pluto dari pembekuan sepenuhnya sekaligus menjaga kerak es tetap dingin dan tidak bergerak (stabil di tempatnya). Gas tersebut kemungkinan besar dari proses yang terjadi pada inti Pluto.

Temuan-temuan baru ini tidak hanya menunjukkan bagaimana lautan Pluto masih bisa menyimpan cairan di permukaannya dalam waktu miliaran tahun hingga hari ini dalam keadaan yang sepertinya tidak memungkinkan, tetapi juga menunjukkan bahwa mungkin ada banyak objek serupa di alam semesta.

Itu berarti, ada lebih banyak objek dengan lautan di alam semesta daripada yang pernah diperkirakan sebelumnya, membuat keberadaan kehidupan di luar Bumi adalah hal yang memang masuk akal.

Baca lebih lengkap penelitian ini di Nature Geoscience.
BERIKAN KOMENTAR ()