Melihat Alam Semesta 500 Juta Tahun Setelah Big Bang

Info Astronomy - Seberapa luas alam semesta? Amatilah gambar di atas. Setiap titik pada gambar ini merupakan galaksi. Dinamai sebagai Hubble Legacy Field, inilah hasil dari pengamatan 16 tahun menggunakan Teleskop Antariksa Hubble.

Ada kurang lebih sekitar 265 ribuan galaksi pada gambar di atas, yang mana galaksi tersebut terbentuk 500 juta tahun setelah Big Bang. Dengan kata lain, kita sedang mengamati masa lalu.

Ya, ketika kita melihat benda-benda langit di ruang angkasa, kita sedang melihat ke masa lalu. Cahaya dari Matahari misalnya, membutuhkan waktu sekitar delapan menit untuk mencapai Bumi kita. Melihat Matahari pada detik ini artinya sedang melihat kondisi Matahari delapan menit yang lalu. Jadi ,ketika kita melihat galaksi yang jauh, kita melihat jauh juga ke masa lalu.

Hubble Legacy Field diambil dalam rentang panjang gelombang sinar ultraviolet hinga inframerah, sehingga bisa menangkap begitu banyak galaksi, bahkan yang paling redup. Bayangkan saja, menurut SpaceTelescope.com, galaksi terjauh yang bisa diamati pada gambar Hubble Legacy Field ini memiliki kecerahan sekitar sepersepuluh miliar kali kecerahan yang bisa diamati oleh mata manusia.

"Hubble Legacy Field lebih baik dari survei langit sebelumnya, kami berhasil mencitrakan lebih banyak galaksi yang lebih jauh dan mengumpulkan data terbesar yang pernah ada," kata Garth Illingworth dari University of California, Santa Cruz, pemimpin tim astronom yang membuat Hubble Legacy Field ini. "Tidak ada gambar alam semesta yang bisa menandingi gambar ini sekarang."

Hubble Legacy Field sebenarnya hasil dari gabungan pengamatan yang dilakukan oleh beberapa survei pengamatan Hubble sebelumnya. Pada 1995, para astronom merilis Hubble Deep Field, yang berhasil mencitrakan beberapa ribu galaksi yang sebelumnya tak terlihat, yang bisa kamu lihat di bawah ini:
Hubble Deep Field
Galaksi-galaksi pada citra Hubble Deep Field merupakan galaksi yang terbentuk 800 juta tahun setelah Big Bang.

Belum puas dengan Hubble Deep Field, para astronom merilis Hubble Ultra Deep Field pada tahun 2004 yang berhasil mengungkap hampir 10.000 galaksi dalam satu gambar. Dilanjut lagi pada tahun 2012, Hubble Extreme Deep Field, atau XDF, dirilis. Ratusan ribu galaksi berhasil teramati dalam XDF.

Nah, Hubble Legacy Field ini lebih dalam lagi mengamati alam semesta daripada XDF. Dirangkai dari kumpulan hampir 7.500 gambar yang diperoleh dari 31 tim astronom berbeda yang bekerja dengan Hubble selama total 250 hari, Hubble Legacy Field adalah citra alam semesta jauh terbaik sampai sejauh ini.
Hubble Extreme Deep Field
Sebelum Hubble diluncurkan pada tahun 1990, para astronom hanya dapat melihat galaksi hingga jarak sekitar tujuh miliar tahun cahaya jauhnya, setengah jalan ke Big Bang. Pengamatan dengan teleskop berbasis darat tidak banyak membantu karena terhalang oleh atmosfer Bumi yang tebal saat melakukan pengamatan.

Nah, setelah Hubble diluncurkan, pengamatan yang mendalam terhadap alam semesta oleh Hubble sudah banyak mengungkapkan munculnya bagaimana kondisi alam semesta saat masih bayi, hingga para astronom bisa meneliti evolusi galaksi.

Pandangan mendalam galaksi seperti pengamatan Hubble ini membantu para astronom untuk mempelajari ekspansi alam semesta, yang pada akhirnya dapat mengembangkan pemahaman kita tentang fisika yang mendasari alam semesta.

Meneliti galaksi juga dapat menunjukkan kepada kita kapan unsur-unsur kimiawi di alam semesta terbentuk dan dari mana mereka berasal, membuat kita mengetahui bagaimana kehidupan bisa muncul di Bumi.

Kompleks banget, ya? Itulah tujuan para astronom ini meneliti galaksi. Jadi bukan hanya untuk menghabiskan anggaran saja. Terkadang, penelitian sains memang tidak selalu punya manfaat praktis bagi kehidupan kita.
BERIKAN KOMENTAR ()