Lubang Hitam yang Berhasil Dicitrakan Kini Punya Nama

Info Astronomy - Berkat delapan teleskop radio terkuat di muka Bumi, pekan lalu para astronom untuk pertama kalinya mengungkap citra pertama sebuah lubang hitam yang berjarak sekitar 55 juta tahun cahaya di galaksi M87.

Menurut para astronom, ini merupakan salah satu penemuan ilmiah terbesar di zaman kita. Bagaimana tidak, lubang hitam telah lama diamati secara tidak langsung, dan sekarang akhirnya kita dapat melihat wujudnya.

Baca Juga: Mengapa Citra Pertama Lubang Hitam Tampak Buram?

Untuk merayakan pencitraan lubang hitam untuk pertama kalinya ini, para astronom dari Event Horizon Telescope memutuskan untuk menamai sang lubang hitam: Pōwehi.

Hemm, apa arti dari nama itu, ya?

Penamaan ini berkolaborasi dengan profesor bahasa, Larry Kimura, yang mengambil nama untuk lubang hitam bermassa 6,5 miliar kali massa Matahari ini dari nyanyian kuno Hawaii yang disebut Kumulipo, yang catatan tertulisnya paling awalnya berasal dari dokumen abad ke-18 yang menggambarkan penciptaan alam semesta.

"Kumulipo juga terdiri dari dua kata: kumu yang berarti sumber, dan lipo yang berarti kegelapan. Jadi, secara harfiah sumber kegelapan," kata Kimura seperti dilansir IFLScience. "Pōwehi terdiri dari dua kata, po dan wehi. Pō memiliki makna yang sangat dalam, yang pada dasarnya kegelapan yang sangat kuat dan tak ada habisnya dalam kekuatan penciptaannya."

Kimura menambahkan bahwa Pō berarti kegelapan di mana alam semesta diciptakan saat wehi, atau wehiwehi, yang memiliki artri "dihormati dengan cahaya".

Dengan kata lain, kita dapat mengartikan Pōwehi sebagai kegelapan yang ditemukan dengan cahaya. Cukup cocok untuk lubang hitam yang pertama kali dicitrakan ini karena para astronom dapat menemukannya melalui cakram akresinya yang bercahaya.

Tapi, mengapa diambil dari istilah Hawaii? Dua dari delapan teleskop yang digunakan untuk mengidentifikasi Pōwehi terletak di atas gunung Maunakea di Pulau Hawaii. Para astronom sepakat bahwa dengan demikian, nama dari istilah Hawaii lah yang dipilih.

Baca Juga: Semua Pertanyaanmu Tentang Citra Pertama Lubang Hitam Terjawab

"Maunakea memungkinkan penemuan dan pencitraan Pōwehi menjadi bisa dilakukan," kata Jessica Dempsey, seorang wakil direktur James Clerk Maxwell Telescope (JCMT) di Hawaii, yang juga merupakan salah satu dari lebih dari 200 astronom yang bekerja untuk menghasilkan citra pertama lubang hitam.

"Terletak di puncak Maunakea, hal itu memungkinkan JCMT dan satu teleskop radio lain di Hawaii untuk bisa mengumpulkan sejumlah kecil cahaya dari cakram akresi lubang hitam," tambah Dempsey.

Pada bulan April 2017, delapan teleskop dari enam lokasi berbeda di seluruh dunia, yang secara kolektif dikenal sebagai Event Horizon Telescope, mengamati ke arah pusat Messier 87, sebuah galaksi besar di gugusan galaksi Virgo, dalam upaya untuk mengamati bayangan horison peristiwa lubang hitam supermasif.

Dua tahun setelah itu, April 2019, para astronom telah berhasil menyatukan data yang diperoleh delapan teleskop radio tadi untuk membuat satu citra Pōwehi. Citra pertama lubang hitam ini memang bukan langsung dari lubang hitam itu sendiri, melainkan bayangannya.

Lubang hitam menciptakan medan gravitasi yang kuat sehingga tidak ada yang bisa lolos darinya, termasuk cahaya. Para citra yang dirilis Event Horizon Telescope menunjukkan horison peristiwa lubang hitam, sebuah pusaran debu, bintang, gas, dan cahaya yang mengelilingi tepian lubang sebelum dihisap.

Salam kenal, Pōwehi~
BERIKAN KOMENTAR ()