Kandidat Planet Asing Terdekat Kedua dari Bumi Ditemukan

Info Astronomy - Lupakan dulu sejenak mengenai citra pertama lubang hitam. Baru-baru ini, sekelompok astronom mengumumkan bahwa mereka telah mendeteksi keberadaan planet asing kedua di sekitar Proxima Centauri, bintang terdekat dari tata surya kita.

Diumumkan di acara Breakthrough Discuss, sebuah pertemuan ilmiah khusus yang diadakan oleh Breakthrough Initiatives (sebuah organisasi penelitian ilmiah independen yang sebagian besar didanai oleh miliarder Yuri Milner), keberadaan planet ini masih belum dikonfirmasi — untuk saat ini.

Walau begitu, para astronom dalam studi ini menjuluki planet tersebut sebagai Proxima c, setelah sudah dikonfirmasinya planet pertama pada sistem itu pada tahun 2016 silam yang dikenal sebagai Proxima b. Menurut para astronom ini, Proxima c merupakan jenis planet bumi super, dengan massa minimum kira-kira enam kali lipat dari massa planet kita.

Dalam hal orbitnya, kandidat planet asing yang satu yang membutuhkan waktu hampir 1900 hari dalam mengelilingi bintang Proxima Centauri, suatu hal yang mengisyaratkan kemungkinan planet tersebut berada jauh dari bintang induknya, sehingga mungkin merupakan dunia yang dingin dan tidak ramah bagi kehidupan.

Pengamatan mengungkapkan bahwa Proxima c mengorbit pada jarak sekitar 1,5 kali jarak Bumi-Matahari dari Proxima Centauri. Jarak tersebut memang tidak terlalu jauh. Namun, Proxima Centauri merupakan bintang kerdil merah, bintang yang jauh lebih kecil dan lebih redup daripada Matahari. Dengan begitu, jarak tersebut sudah cukup membuat sang planet menjadi sangat dingin.

Bagaimana Kandidat Planet Ini Ditemukan?
Menurut para astronom yang tergabung dalam studi ini, Mario Damasso dari Observatorium Turin, Italia dan Fabio Del Sordo dari Universitas Crete, pendeteksian planet asing ini didasarkan pada data-data yang digunakan untuk mendeteksi planet asing Proxima b, ditambah dengan data-data dari 60 pengamatan lebih lanjut terhadap Proxima Centauri yang diambil pada tahun 2017.

Data-data tambahan tersebut sebagian besar dikumpulkan melalui instrumen HARPS milik Observatorium Selatan Eropa (ESO), yang dapat menemukan planet asing dengan mengamati tanda goyangan yang mereka hasilkan pada bintang induknya.

Seberapa kuat goyangan yang diamati dapat memberikan para astronom informasi untuk melakukan perkiraan massa planet. Nah, pengamatan ini menyatakan bahwa goyangan Proxima c diketahui mencapai lebih dari satu meter per detik.

Walau begitu, goyangan tersebut belum tentu merupakan planet. "Ini baru merupakan kandidat," kata Damasso dalam presentasinya di Breakthrough Discuss. "Sangat penting untuk digarisbawahi bahwa kami belum mengonfirmasi keberadaan planet ini."

Pengamatan lebih lanjut masih perlu dilakukan, hingga pada akhirnya para astronom dapat dengan yakin mengonfirmasi sifat-sifat planet Proxima c.

Pengamatan lanjutan tersebut direncanakan akan menggunakan instrumen ESPRESSO, sebuah teleskop pemburu planet asing milik ESO yang disematkan pada Very Large Telescope di Cile. ESPRESSO akan dapat mendeteksi goyangan yang disebabkan kandidat planet tersebut terhadap bintang induknya dengan lebih presisi.

Tetapi yang paling menjanjikan adalah pengamatan dari satelit Gaia milik Badan Antariksa Eropa (ESA), yang saat ini sedang memantau gerakan dan posisi lebih dari satu miliar bintang di galaksi kita — termasuk Proxima Centauri.

Tak hanya memetakan pergerakan bintang, satelit Gaia juga bisa mendeteksi keberadaan planet ini dengan memperhatikan goyangan juga. Menurut Del Sordo, Gaia dapat memberikan "jawaban yang menentukan" apakah Proxima c itu benar-benar ada atau tidak.

Apa Pentingnya Meneliti Planet Asing?
Bukan, menemukan planet asing bukan serta merta kita akan mengunjunginya dalam waktu dekat. Lagi pula siapa yang rela meninggalkan Bumi yang indah seperti sekarang ini?

Jika nantinya terkonfirmasi, planet Proxima c akan menawarkan peluang menarik untuk studi lanjutan dalam hal mengkarakterisasi sifatnya. Menurut Del Sordo, Proxima c akan menjadi "laboratorium yang spektakuler untuk pencitraan langsung", bahasa astronom untuk memotret gambar planet asing.

Proxima b sendiri memang telah dibahas sebagai target yang bisa dilakukan pencitraan langsung juga. Tetapi, karena Proxima c berjarak lebih jauh dari bintang induknya daripada Proxima b, hal itu akan membuat sang kandidat planet ini lebih mudah dilihat.

Proxima c berpotensi teramati dalam jangkauan teleskop antariksa di masa depan seperti James Webb Space Telescope dan Wide-Field Infrared Survey Telescope milik NASA. Proxima c bisa menjadi planet pertama di luar tata surya yang dicitrakan dalam cahaya yang dipantulkannya.

Mari kita tunggu apakah keberadaan planet ini dikonfirmasi atau tidak. Bila terkonfirmasi, kita punya planet tetangga baru di bintang tetangga.
BERIKAN KOMENTAR ()