InSight Deteksi Gempa di Mars

Info Astronomy - Pernah membayangkan seperti apa gempa di Mars? Baru-baru ini, wahana pendarat InSight milik NASA yang mendarat di Mars pada Desember lalu merilis data gempa di Planet Merah pertamanya. Tremor gempa tersebut lemah, namun bisa membuka banyak wawasan baru mengenai planet tetangga Bumi kita itu.

Tepatnya pada 6 April 2019, wahana pendarat InSight merekam tremor lemah yang tampaknya berasal dari bagian interior Mars. Jika getaran ini dikonfirmasi, itu akan menjadi gempa Mars pertama yang pernah dideteksi.

Para astronom sejauh ini masih menganalisis sinyal yang diterima dan dikirimkan oleh InSight, sehingga mereka belum dapat benar-benar yakin akan asal-usul tremor tersebut.

Sinyal itu sendiri direkam oleh instrumen bernama Seismic Experiment for Interior Structure (SEIS), sebuah instrumen berbentuk kubah kecil yang ditempatkan di atas permukaan Mars. Walaupun pendeteksian tremor pertama ini belum cukup kuat untuk membantu para astronom meneliti interior Mars, itu tetap menunjukkan bahwa Mars rupanya masih aktif.

"Pendeteksian gempa di Mars pertama oleh InSight hampir mirip dengan misi Apollo NASA," kata pimpinan studi InSight, Bruce Banerdt seperti dilansir dari laman Jet Propulsion Laboratory NASA. "Kita pernah mengukur gempa di Bulan, dan pendeteksian gempa di Mars ini secara resmi memulai sebuah bidang studi baru: seismologi Mars!"

Sejak pendaratan astronot Apollo di Bulan pada tahun 1969, mereka meninggalkan beberapa seismograf di Bulan. Menurut Science at NASA, penelitian melalui seismograf tersebut menunjukkan bahwa satelit alami milik Bumi kita itu aktif secara seismik. Seismograf yang dioperasikan hingga 1977 tersebut mencatat terjadinya 28 gempa di Bulan dengan magnitudo rata-rata 5,5 skala Richter.

Nah, sinyal yang datang dari instrumen SEIS milik InSight sangat mirip dengan yang dideteksi ketika seismograf di Bulan masih aktif. Itulah yang membuat Banerdt dan timnya bersemangat untuk menganalisis gempa Mars.

"Kami sudah menunggu berbulan-bulan untuk sinyal seperti ini," kata Philippe Lognonné, ketua tim peneliti SEIS dari Institut de Physique du Globe de Paris (IPGP) di Prancis. "Sangat menarik akhirnya kami memiliki bukti bahwa Mars masih aktif secara seismik.

Potensi adanya gempa Mars bukan satu-satunya sinyal yang direkam oleh InSight. IFLScience.com mencatat, ada tiga peristiwa serupa juga terekam SEIS, yakni pada 14 Maret, 10 April, dan 11 April. Sayangnya, sinyal-sinyal tersebut terlalu lemah untuk dianggap sebagai gempa dan asal-usulnya masih sangat ambigu. Studi lanjutan masih diperlukan untuk membantu memahami bagaimana peristiwa-peristiwa itu terjadi.

Walau begitu, gempa kecil ini dapat membantu kita menentukan seperti apa fitur kerak hingga interior planet Mars. Data-data seperti ini nantinya akan sangat berguna bagi misi pendaratan manusia pertama di Mars, yang kemungkinan akan dimulai pada tahun 2030-an.
BERIKAN KOMENTAR ()