Apa yang Terjadi Seandainya Bumi Tidak Punya Bulan?

Info Astronomy - Di malam yang cerah, kita biasa melihat Bulan yang terang di langit. Tapi, apa jadinya bila Bumi tidak punya Bulan?

Pertama, mari kita cari tahu dulu apa yang terjadi seandainya Bumi tidak punya Bulan sejak awal pembentukannya. Lalu setelah itu kita cari tahu bagaimana bila Bulan yang ada saat ini tiba-tiba hilang.

Menurut astronom Karen Masters, jika Bumi kita tidak memiliki Bulan, maka tidak akan ada yang namanya pasang surut air laut yang disebabkan oleh Bulan. Walaupun planet kita masih akan mengalami pasang surut yang disebabkan oleh Matahari, tetapi pasang surut tersebut hanya akan sekitar sepertiga dari pasang surut Bulan.

Tanpa adanya Bulan juga tidak akan ada peristiwa gerhana, baik itu gerhana Matahari maupun gerhana Bulan. Planet kita juga mungkin akan lebih sering dihantam oleh asteroid, karena ketika ada Bulan beberapa asteroid yang mendekati Bumi bisa terbelokkan berkat bantuan gravitasi Bulan.

Akan ada jauh lebih sedikit mitologi dan dongeng yang menceritakan tentang Bulan dalam kebudayaan umat manusia. Tidak akan ada pula itu yang namanya "Perlombaan Antariksa" pada 1960-an, yang membuat Neil Armstrong berjalan di Bulan.

Dan yang terakhir, mungkin akan perlu waktu lebih lama untuk astronomi dapat berkembang karena Bulan selama ini merupakan target yang cukup mudah untuk diteliti dalam mencari tahu hal-hal seperti gravitasi, dll.

Nah, untungnya, Bumi kita memiliki Bulan. Tapi, Bulan saat ini diketahui menjauhi Bumi 3,8 cm per tahun. Apa jadinya bila suatu saat nanti Bulan benar-benar sudah jauh dari Bumi?

Menurut Popular Science, malam hari di Bumi akan lebih gelap secara signifikan tanpa Bulan. Seperti yang kita tahu, permukaan Bulan memantulkan cahaya Matahari. Cahaya pantulan tersebut masih cukup terang untuk dapat menerangi langit malam kita. Tanpa cahaya Bulan itu, malam hari di Bumi akan lebih gelap daripada saat Bulan masih hadir.

Ketidakhadiran Bulan, bila terjadi secara tiba-tiba, juga akan membingungkan para hewan. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2013 dalam Journal of Animal Ecology, para peneliti menemukan ada beberapa jenis hewan yang menggunakan penglihatan sebagai cara utama mereka untuk berinteraksi dan berburu. Bila penglihatan mereka di malam hari terganggu (karena gelap tak ada Bulan), mereka bisa punah.

Banyak pula predator, seperti burung hantu dan singa, mengandalkan sedikit cahaya Bulan untuk berburu di malam hari secara efektif. Tanpa Bulan, mereka akan kesulitan menemukan makanan. Sebaliknya, hewan pengerat cenderung lebih banyak bersembunyi ketika cahaya Bulan bersinar terang. Tanpa Bulan, mereka akan berkembang.

Perbedaan langsung berikutnya adalah pasang surut. Seperti yang telah disinggung di atas, tanpa Bulan maka tidak akan ada pasang surut air laut yang besar di Bumi. Tanpa Bulan, pasang surut akan naik dan turun pada tingkat yang jauh lebih lambat. Gelombang dan ombak di laut memang tidak akan sepenuhnya berhenti bergerak karena masih ada tarikan gravitasi Matahari, tetapi tidak akan sebesar bila ada Bulan.

Nah, berkurangnya pasang surut akan mengubah ekosistem pesisir pantai secara drastis, berpotensi menghancurkan aliran energi, air, mineral, dan sumber daya lainnya. Akan banyak spesies kepiting, siput, teritip, kerang, bintang laut, rumput laut, dan alga bergantung pada pasang surut demi kelangsungan hidup.

Ekosistem seperti mereka pada gilirannya memberi makan burung yang bermigrasi dan burung lokal serta mamalia darat seperti beruang, rakun, dan rusa. Bila pasang surut berkurang, ekosistem tersebut akan mati perlahan.

Pasang surut juga membantu mendorong arus laut, yang pada gilirannya mengarahkan pola cuaca global, karena arus dapat mendistribusikan air hangat dan curah hujan di seluruh dunia. Tanpa mereka, suhu di Bumi akan jauh lebih ekstrem.

Itulah mengapa para astronom giat mencari planet asing yang memiliki sebuah bulan yang besar. Dengan adanya bulan, suhu pada sebuah planet bisa lebih stabil untuk dapat mendukung keberadaan kehidupan, atau minimal menjadi laik huni bagi kehidupan yang kita kenal.

Bulan yang hilang bisa menyebabkan perubahan yang lebih mengganggu daripada hal-hal yang telah dijelaskan di atas, meskipun dalam skala waktu yang jauh lebih lama. Tanpa gravitasi Bulan, kemiringan poros planet kita mungkin akan berubah secara drastis seiring waktu.

Bumi yang saat ini rotasinya miring 23,5 derajat bisa berubah menjadi tidak miring lagi. Empat musim yang kita kenal pun tidak akan terjadi lagi. Planet Mars contohnya, ia tidak memiliki bulan yang besar yang dapat membuat dirinya stabil, sehingga variasi iklim di sana lebih ekstrem.

Terakhir, tanpa Bulan, sehari di Bumi akan jauh lebih cepat. Rotasi Bumi kita saat ini sebenarnya sedang diperlambat melalui interaksi gravitasi dengan Bulan. Jika Bulan tidak pernah ada, atau tiba-tiba meninggalkan Bumi tanpa sebab, Bumi akan berputar pada porosnya lebih cepat.

Bahkan, sehari di planet kita mungkin hanya sekitar 6 jam saja. Laju rotasi yang cepat akan menghasilkan angin yang lebih cepat dan badai yang lebih kuat. Kecepatan rotasi cepat juga akan berimplikasi pada fotosintesis tanaman, aktivitas hewan, dan siklus tidur manusia.
BERIKAN KOMENTAR ()