Inti Matahari Berotasi Lebih Cepat dari Permukaannya

Info Astronomy - Tahukah kamu? Matahari kita bukanlah objek yang solid seperti halnya Bumi. Baru-baru ini, sekelompok astronom mengukur untuk pertama kalinya rotasi inti bagian dalam Matahari, menunjukkan bahwa inti dan permukaannya berputar dengan kecepatan yang berbeda.

Matahari adalah bintang terdekat dengan Bumi kita, jaraknya hanya sekitar 150 juta kilometer saja. Walau begitu, manusia belum sepenuhnya memahami Matahari. Masih banyak misteri pada Matahari yang belum berhasil terungkap.

Sekarang, salah satu dari misteri itu telah dijawab: laju rotasi inti Matahari.

Hal itu terungkap setelah sekelompok astronom internasional yang dipimpin oleh astronom Dr. E. Fossat menggunakan instrumen Global Oscillations at Low Frequency (GOLF) yang terdapat pada satelit Solar and Heliospheric Observatory (SOHO).

Fossat dan rekan-rekannya telah secara akurat berhasil mengukur kecepatan rotasi inti Matahari untuk pertama kalinya, yang mana kecepata inti Matahari kini diketahui berotasi sekali dalam waktu seminggu.

Satelit SOHO sendiri telah mempelajari Matahari selama lebih dari dua dekade terakhir. Melalui instrumen GOLF, para astronom mencatat osilasi, yang merupakan perubahan mirip gelombang dalam gas atmosfer Matahari yang mengungkapkan informasi tentang struktur bagian dalamnya.

GOLF mencatat perubahan ini pada tingkat permukaan Matahari setiap 10 detik; astronom kemudian melihat sinyal dari waktu ke waktu untuk menyimpulkan detail tentang aktivitas yang lebih dalam di dalam Matahari kita.

Mempelajari Matahari dengan cara ini mirip dengan mempelajari bagaimana gelombang yang disebabkan oleh gempa bumi menyebar melalui Bumi, yang memberi tahu para ilmuwan tentang struktur permukaan yang terletak di bawah kaki kita.

Untuk mempelajari inti Matahari, para astronom ini memeriksa aspek osilasi yang terlihat di permukaan Matahari yang mencerminkan waktu yang dibutuhkan gelombang untuk melakukan perjalanan melalui inti Matahari. Mereka menemukan bahwa inti termonuklir berotasi sekali per minggu, yang hampir empat kali lebih cepat daripada laju rotasi lapisan tengah dan luar Matahari itu sendiri.

Dengan menggunakan informasi baru ini, para astronom akan dapat memperbaiki model penelitian Matahari saat ini, serta menentukan komposisi dan struktur lapisan serta medan magnetnya secara lebih akurat.

Hasil studi ini bisa dibaca di jurnal Astronomy & Astrophysics.
BERIKAN KOMENTAR ()