Cincin Debu Ditemukan di Orbit Merkurius

Info Astronomy - Pemahaman kita mengenai tata surya mungkin akan berubah lagi. Baru-baru ini, sekelompok astronom menemukan bahwa Merkurius rupanya berbagi orbitnya dengan cincin debu besar, yang berisi segerombolan asteroid.

Marc Kuchner, salah satu astronom dalam studi ini dari Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA mengatakan, "Tidak setiap hari kita bisa menemukan sesuatu yang baru di tata surya bagian dalam. Ini adalah hal yang menarik."

Sangat Dekat dengan Matahari
Sebenarnya, fitur cincin debu seperti ini telah ditemukan di orbit Venus dan Bumi kita. Namun, orbit planet Merkurius dianggap bebas dari fitur semacam itu.

Selama ini, para astronom cenderung berpikir bahwa Merkurius tidak seperti Bumi atau Venus, ia terlalu kecil dan terlalu dekat dengan Matahari sehingga kemungkinan tidak memiliki cincin debu di orbitnya. Angin matahari dan gaya magnet dari Matahari dianggap mampu meniup cincin debu pada orbit Merkurius.

Tetapi, studi terbaru ini mengubah pemahaman itu sepenuhnya. Setelah menganalisis gambar yang diambil oleh salah wahana antariksa milik NASA, Solar and Terrestrial Relations Observatory (STEREO), sekelompok astronom yang dipimpin oleh Guillermo Stenborg, astronom dari Naval Research Laboratory, AS, menciptakan model keberadaan cincin debu di orbit Merkurius.

Ketika Stenborg dan rekan-rekannya menerapkan model yang mereka buat itu pada gambar-gambar yang diambil oleh STEREO, mereka melihat fitur cincin debu yang berjumlah jauh lebih banyak daripada yang mereka perkirakan di sana.

Menurut makalah ilmiahnya yang diterbitkan di The Astrophysical Journal, para astronom ini lantas menghitung bahwa cincin debu yang berbagi orbit dengan Merkurius ini memiliki lebar sekitar 15 juta kilometer.

Populasi asteroid yang belum ditemukan?
Cincin debu di orbit Merkurius ini rupanya agak sedikit lebih kecil bila dibandingkan dengan cincin debu serupa yang berbagi orbit dengan Venus, yang mana lebarnya mencapai 16 juta kilometer.

Cincin debu seperti ini juga sangat menyebar. Sebagai contoh, cincin debu yang mengorbit bersama Venus hanya 10 persen lebih padat daripada ruang di sekitarnya. Dan jika kita bisa memadatkan seluruh debu di cincin itu bersama-sama, kita hanya akan menjadikan mereka seonggok asteroid berdiameter 3,2 km.

Dalam makalah ilmiah lain yang dibuat oleh Kuchner dan rekan-rekannya, mereka mencoba mencari tahu dari mana debu di cincin orbit-orbit berasal. Menurut simulasi komputer yang sudah dilakukan para astronom ini, cincin debu tersebut kemungkinan berasal dari populasi asteroid yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

Dihipotesiskan, pada masa-masa awal pembentukannya sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, ada kurang lebih 10.000 asteroid yang berbagi orbit dengan Venus. Asteroid-asteroid itu banyak yang bergabung dengan Venus, tetapi diperkirakan masih ada sekitar 800 dari batuan angkasa ini yang bertahan hingga hari ini, yang kita lihat sebagai cincin debu.
BERIKAN KOMENTAR ()