NASA akan Kembali ke Bulan untuk Menetap

Info Astronomy - Lembaga antariksa Amerika Serikat (NASA) berencana untuk mempercepat misinya dalam hal mengirimkan kembali orang Amerika ke Bulan, dan kali ini, mereka akan menetap di sana.

Jim Bridenstine, administrator NASA, mengatakan bahwa lembaga antariksa yang dikomandoinya akan mengirimkan astronot ke Bulan melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan antariksa swasta di AS, yang kemungkinan adalah SpaceX.

"Sangat penting bagi kita untuk kembali ke Bulan secepat mungkin," kata Bridenstine dalam sebuah pertemuan di kantor pusat NASA di Washington, AS, seperti dilansir Phys.org. Bridenstine menambahkan, NASA akan kembali mendaratkan astronotnya di Bulan paling cepat pada awal tahun 2028.

"Pada misi ke Bulan berikutnya, kami akan menetap di sana. Kami tidak akan lagi hanya menancapkan bendera dan meninggalkan jejak kaki di Bulan, kemudian pulang ke Bumi untuk tidak kembali ke Bulan selama 50 tahun lagi," katanya.

Melalui pernyataan resminya, NASA mengatakan akan melakukan hal yang sama sekali berbeda dengan lembaga antariksa dari negara-negara lain di dunia. NASA akan membuat misi ke Bulan menjadi misi yang berkelanjutan sehingga nantinya manusia dapat dengan mudah bolak-balik secara teratur dari Bumi ke Bulan.

Seperti yang diketahui, manusia terakhir yang pernah berjalan-jalan di permukaan Bulan adalah Eugene Cernan, astronot AS yang sukses melakukan misinya pada bulan Desember 1972 dalam misi Apollo 17.

Misi pendaratan manusia di Bulan oleh NASA yang baru ini nantinya akan diawali dengan mendaratkan sebuah kendaraan robitik nirawak di Bulan pada tahun 2024.
Selain itu, NASA juga berencana untuk membangun sebuah stasiun antariksa kecil, yang dijuluki Gateway, yang akan ditempatkan pada orbit Bulan pada tahun 2026. Nantinya, Gateway akan berfungsi sebagai tempat transit sebelum dan sesudah para astronot mendarat di Bulan maupun kembali ke Bumi.

Seperti halnya Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), NASA akan membuka Gateway bagi misi-misi antariksa ke Bulan negara lain. Gateway akan dapat menyediakan beberapa kebutuhan yang diperlukan, seperti modul untuk stasiun Bulan, hingga kendaraan yang memungkinkan pendaratan astronot di permukaan Bulan.

Bagaimana dengan ke Mars?
Tidak hanya ke Bulan, NASA juga menargetkan pada tahun 2030-an nanti untuk misi pendaratan manusia pertama ke Planet Merah.

Menurut IFLScience.com, NASA telah menyusun rencana yang paling terperinci untuk mencapai Mars. Rencana tersebut berisi lima fase untuk perjalanan menuju planet tetangga, di mana saat ini NASA masih berada di Fase 0, yakni baru sebatas melakukan tes atau penelitian di ISS.

Nantinya, Fase I akan dimulai pada pertengahan tahun ini hingga 2025, yakni fase di mana dilakukannya peluncuran dan pengujian enam roket SLS. Roket-roket itu yang nantinya akan digunakan untuk mengirimkan komponen-komponen Deep Space Gateway (DSG), stasiun antariksa baru yang akan dibangun di dekat Bulan untuk melayani para astronot dalam perjalanan ke Mars.

Setelah itu, Fase II akan meluncurkan tabung Deep Space Transport (DST) menuju DSG pada 2027, 2028, dan 2029. Para astronot Mars akan dapat menghuni tabung itu selama lebih dari 400 hari. Pada tahun 2030, Fase III akan dimulai dengan mengirimkan pasokan kebutuhan hidup astronot menuju DST. Fase IV, tentu saja, akan menjadi perjalanan manusia pertama ke Mars.

Kembali ke Bulan atau menuju Mars?

NASA: Why not both?

Foto: NASA
BERIKAN KOMENTAR ()