Mengenal Hippocamp, Satelit Alami Baru Neptunus

Info Astronomy - Ketika wahana antariksa Voyager 2 mengunjungi Neptunus pada tahun 1989, ia menemukan enam satelit alami baru yang mengelilingi sang planet raksasa es. Dan baru-baru ini, para astronom menemukan satu lagi satelit alami barunya, sehingga totalnya menjadi 14 satelit alami.

Planet-planet raksasa seperti Neptunus memang bisa memiliki banyak satelit alami atau bulan. Gravitasi mereka yang lebih kuat membuatnya dengan mudah untuk memerangkap asteroid yang lewat terlalu dekat dengannya.

Awalnya dikatalogkan sebagai S/2004 N1, bulan ke-14 Neptunus ini sekarang memiliki nama resmi sebagai Hippocamp, nama yang diambil dari nama kuda laut dalam mitologi Yunani. Ia adalah bulan terkecil dari sistem Neptunus, dengan diameter hanya 34 kilometer.

Hippocamp pertama kali teramati pada tahun 2013. Kala itu, para astronom menemukannya setelah meneliti gambar arsip Teleskop Antariksa Hubble yang diambil dari tahun 2004. Hippocamp lantas baru secara resmi ditetapkan sebagai bulan ke-14 Neptunus pada September 2018.

Jeda panjang antara penemuannya dan konfirmasinya disebabkan karena para astronom memerlukan teknik pencitraan canggih untuk mempelajari bulan kecil ini. Bayangkan saja, berukuran hanya 34 kilometer dan berjarak 4,6 miliar kilometer dari Bumi, tentu adalah hal yang cukup sulit untuk diamati.
Walau begitu, tim astronom yang dipimpin oleh Mark Showalter dari SETI Institute dengan gigih terus-menerus menelaah data arsip Hubble untuk mempelajari Hippocamp dan bulan-bulan cilik Neptunus lainnya.

Dalam jurnal penelitiannya yang diterbitkan di Nature, Showalter dan rekan-rekannya menjabarkan bahwa Hippocamp dan bulan-bulan cilik milik Neptunus lainnya kemungkinan besar terbentuk dari pecahan bulan besar lain yang bernama Proteus, bulan terbesar kedua yang mengelilingi Neptunus. Proteus sempat ditabrak sebuah komet sehingga pecahannya menyebar ke luar angkasa sebagai bulan-bulan baru.

Permukaan Proteus sangat berkawah. Ada kawah terbesar di sana yang disebut sebagai Pharos, dengan diameter yang diketahui sekitar 150 kilometer. Kawah tersebut, menurut Space.com, terbentuk dari sebuah komet yang menabraknya.
Hippocamp sendiri hanya merupakan 2 persen dari massa yang dikeluarkan oleh dampak tumbukan komet yang membentuk kawah Pharos. Orbit Hippocamp juga terletak 105.000 kilometer dari Neptunus, tetapi hanya 12.000 kilometer dari Proteus, sebuah fakta yang memperkuat hubungan antara kedua objek tersebut.
BERIKAN KOMENTAR ()