Mengenal 55 Cancri e, Planet Bumi Super yang Super Panas

Info Astronomy - Sejauh ini, para astronom telah menemukan ribuan eksoplanet, planet di luar tata surya kita. Planet-planet ini sangat misterius, tetapi pengamatan menggunakan teleskop berbasis darat dan luar angkasa telah banyak membantu kita memahami seperti apa wujud mereka.

Ambil contoh eksoplanet 55 Cancri e. Planet asing yang satu ini berjarak relatif dekat, secara astronomis. Berada pada jarak sekitar 41 tahun cahaya jauhnya, ia adalah planet berbatu, hampir dua kali lebih besar dari Bumi. Para astronom menjulukinya sebagai: bumi super.

Para astronom menemukan planet asing ini pada tahun 2004 setelah melihat spektrum bintang induknya, 55 Cancri A, satu dari dua bintang dalam sistem biner yang berjarak sekitar 40 tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Kanser.

55 Cancri e bukan hanya satu-satunya planet yang ditemukan dalam sistem itu, melainkan setidaknya ada empat planet lainnya. Namun, 55 Cancri e adalah yang paling menarik dan membuat penasaran para astronom.

Pada awalnya, 55 Cancri e diperkirakan memiliki periode orbit terhadap bintang induknya selama 2,8 hari, tetapi pengukuran ulang pada tahun 2011 menunjukkan bahwa planet ini jauh lebih dekat dengan bintang induknya. Pengamatan ulang tersebut menunjukkan periode orbitalnya kurang dari 18 jam. Sangat berbeda bila dibandingkan dengan Bumi yang butuh 365,4 hari untuk sekali mengitari Matahari.

Periode orbitalnya yang singkat itu menandakan bahwa 55 Cancri e berada sangat dekat dengan bintang induknya, yakni pada jarak sekitar 2,2 juta kilometer.

Bintang induknya sendiri berukuran sedikit lebih kecil dari Matahari kita, tetapi jaraknya dari 55 Cancri e sekitar 65 kali lebih dekat dari jarak antara Matahari ke Bumi. Dengan begitu, bila kita bisa mendarat di planet asing ini, kita akan melihat bintang induknya yang tampak besar menggantung di langit!
Nah, karena kedekatan 55 Cancri e dengan bintang induknya pula, ia mengalami sebuah fenomena penguncian gravitasi, seperti halnya Bulan kita terhadap Bumi. Hal itu membuat hanya satu sisinya saja yang selalu menghadap ke arah bintang induknya, sementara sisi yang lain dalam kegelapan abadi.

Planet ini juga panas. Benar-benar panas. Begitu panas sehingga batu-batu silikat di permukaannya akan meleleh menjadi samudera lahar panas. Para astronom memperkirakan suhu permukaan planet ini bisa mencapai 2.700 derajat Celsius.

Atmosfer 55 Cancri e
Mirip seperti Bumi, planet asing 55 Cancri e rupanya juga memiliki atmosfer. Hal ini terungkap ketika para astronom melakukan studi dengan menggunakan model penelitian yang lebih baik tentang bagaimana energi dari bintang induk akan mengalir ke seluruh planet dan dipancarkan kembali ke ruang angkasa.

Para astronom menemukan bahwa sisi malam planet 55 Cancri e ternyata tidak sedingin yang diperkirakan sebelumnya. Sisi yang seharusnya dingin tersebut masih cukup panas menurut standar Bumi, dengan suhu rata-rata 1.300 derajat Celsius hingga 1.400 derajat Celsius. Perbedaan antara sisi panas dan dingin seharusnya lebih ekstrem jika tidak ada atmosfer.

Perbedaan suhu yang tidak terlalu jomplang itu hanya bisa dijelaskan oleh kehadiran atmosfer di sana. Menurut pengamatan menggunakan teleskop antariksa Spitzer, 55 Cancri e kemungkinan memiliki atmosfer yang mirip atmosfer Bumi, dengan komposisinya yang terdiri atas hidrogen, nitrogen, dan bahkan oksigen. Hanya saja, atmosfer 55 Cancri e lebih tebal.

Penemuan atmosfer ini bukan berarti studi terhadap 55 Cancri e selesai begitu saja, melainkan justru menambah pertanyaan baru, salah satunya: Mengapa atmosfer planet ini tidak menghilang mengingat lingkungan radiasi yang berbahaya dari sang bintang induk?

Memahami planet ini lebih jauh akan membantu kita menjawab pertanyaan yang lebih besar tentang evolusi planet berbatu, termasuk evolusi planet Bumi kita.
BERIKAN KOMENTAR ()