Malam Hari di Bulan Lebih Dingin dari Perkiraan

Info Astronomy - Malam hari di Bulan? Memangnya ada? Jelas ada. Bulan, bersama Bumi, mengelilingi Matahari. Hal tersebut pun membuat sisi-sisi Bulan bisa disinari Matahari secara bergantian, sehingga ada siang dan malam juga di sana.

Transisi dari siang ke malam di planet kita disebabkan oleh Bumi yang berputar pada porosnya. Kita mengalami siang hari ketika kita berada di separuh Bumi yang menghadap Matahari, dan malam hari ketika kita telah membelakangi Matahari.

Nah, hal yang sama juga terjadi di Bulan. Namun, bila kala siang dan malam di Bumi bergantian selama masing-masing 12 jam, di Bulan hal itu berbeda. Dibutuhkan sekitar 28,5 hari bagi Bulan untuk berputar pada porosnya. Jadi, siang-malam di Bulan lamanya adalah 28,5 hari.

Ketika kita melihat fase-fase Bulan dari Bumi, kita sebenarnya sedang menyaksikan transisi dari siang ke malam di Bulan. Karena Bulan mengorbit Bumi dalam periode waktu yang sama persis dengan waktu yang dibutuhkannya untuk menyelesaikan sekali ia berotasi, maka hal itu membuat satu sisi Bulan saja yang selalu menghadap Bumi.

Sekarang, pertanyaannya adalah, seberapa dingin malam hari di Bulan? Iya, para astronom sepenasaran itu. Sampai-sampai suhu malam hari di Bulan saja dipelajari.

Studi seberapa dingin malam hari di Bulan baru-baru ini dilakukan menggunakan wahana pendarat buatan Tiongkok, Chang'e-4, yang baru saja terbangun dari hibernasi selama dua pekan terakhir setelah sedang mengalami malam hari di Bulan.

Melalui instrumen ilmiahnya, Chang'e-4 menemukan bahwa suhu malam hari di sisi malam Bulan rupanya lebih dingin daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Mendarat di sisi jauh Bulan pada 3 Januari 2019 silam, Chang'e-4 menjadi sebuah langkah besar dalam ambisi Tiongkok untuk menjadi negara adidaya dalam eksplorasi ruang angkasa.

Data ilmiah yang dikirimkan Chang'e-4 menyatakan bahwa suhu di permukaan Bulan anjlok hingga minus 190 derajat Celsius selama malam hari di sana. Suhu tersebut lebih dingin dari perkiraan sebelumnya, yakni minus 170 derajat Celsius.

Menurut studi yang dilakukan para astronom Tiongkok, perbedaan suhu tersebut disebabkan karena perbedaan komposisi tanah Bulan. Perkiraan awal tersebut sendiri dilakukan oleh astronot misi Apollo, yang mendarat di sisi dekat Bulan.

Sementara Chang'e-4 mendarat di sisi jauh Bulan. Perbedaan tanah di Bulan bisa jadi salah satu penyebabnya, tapi tentu masih diperlukan lebih banyak analisis untuk menentukan apa yang terjadi sebenarnya.

Nah, kalau suhu di malam hari Bulan saja minus 190 derajat Celsius, lalu berapa suhu siang hari di sana? Jawabannya, suhu di Bulan sangat panas pada siang hari, yakni sekitar 100 derajat Celsius. Variasi yang jomplang antara suhu siang dan malam di Bulan ini disebabkan karena Bulan tidak memiliki atmosfer yang tebal untuk dapat menahan panas di malam hari atau mencegah permukaan menjadi begitu panas di siang hari.

Hal itu berbanding terbalik dengan planet Venus. Karena memiliki atmosfer yang begitu tebal, panas dari Matahari yang diterimanya selama siang hari di sana akan terjebak selamanya di permukaan, sehingga suhu siang dan malam harinya akan tetap sangat panas, dengan rata-rata mencapai 470 derajat Celsius!

Jadi, kalau kamu berencana untuk tinggal di Bulan suatu hari nanti, jangan lupa bawa selimut yang banyak karena tidur di sisi malam Bulan bisa dingin hingga ke tulang~


Sumber: Space, Phys.
BERIKAN KOMENTAR ()