Jadwal Peristiwa Langit Februari 2019

Info Astronomy - Februari telah tiba. Akan ada banyak peristiwa langit yang siap kita amati di bulan ini. Mulai dari planet-planet terang di tata surya, sampai fenomena Supermoon terbesar tahun ini. Hemm, kapan saja ya tepatnya?

Gaaaas simak~

2 Februari 2019: Konjungsi Saturnus dengan Bulan
Apa itu konjungsi? Menurut Kamus Astronomi, konjungsi adalah peristiwa ketika dua atau lebih benda langit berada di arah yang sama dalam pandangan dari Bumi. Nah, dalam hal ini, kita akan melihat planet Saturnus yang tampak berada di arah yang sama dengan Bulan.

Dengan kata lain, kita akan melihat Saturnus di dekat Bulan, tepatnya terpisah 4 derajat satu sama lain, persis seperti pada gambar di bawah ini:
Dari langit Indonesia, pasangan kosmis ini akan terlihat di langit dini hari hingga fajar tiba, terbit pada pukul 03:55 waktu setempat daerahmu, atau 1 jam 58 menit sebelum Matahari terbit. Nah,  pada momen konjungsi ini, Bulan akan bersinar dengan magnitudo -9,5 dan Saturnus dengan magnitudo 0,5.

Sayangnya, keduanya terlalu jauh terpisah untuk muat atau pas dalam satu bidang pandang teleskop, tetapi akan terlihat dengan mata telanjang dengan Saturnus yang hanya muncul bagaikan bintang kuning terang yang tidak berkelap-kelip di dekat Bulan.

5 Februari 2019: Fase Bulan Baru
Fase Bulan baru adalah fase ketika sudut elongasi antara Bulan dan Matahari hampir 0 derajat. Dengan kata lain, kita tidak akan bisa melihat Bulan dalam pandangan dari Bumi karena bagian terangnya sedang membelakangi Bumi.

Secara astronomis, fase Bulan baru akan terjadi pukul 04:05 WIB.

10 Februari 2019: Konjungsi Mars dengan Bulan
Lima hari setelah fase Bulan baru, Bulan sudah masuk fase sabit awal. Nah, hal itu pun akan membuat kemunculan Bulan berpindah ke langit senja. Pada tanggal 10 Februari, senja akan dihiasi oleh Bulan dan planet Mars yang berpapasan.

Bulan akan berada sejauh sekitar 7° di arah selatan Mars. Dari Indonesia, pasangan benda langit ini akan terlihat mulai sekitar pukul 18:30 waktu setempat daerah kamu. Kala itu, Bulan dan Mars akan berada pada ketinggian sekitar 52° di atas cakrawala barat laut.
Dengan magnitudo Bulan yang mencapai -11,2 dan Mars yang mencapai 1,0, keduanya bisa terus diamati hingga 3 jam 53 menit setelah Matahari terbenam. Dalam pandangan mata telanjang, Mars hanya akan muncul bagai bintang kemerahan yang tidak berkelap-kelip.

13 Februari 2019: Fase Bulan Perbani Awal
Tujuh hari setelah fase Bulan baru, di tanggal ini sudut elongasi Bulan sudah mencapai 90 derajat dari Matahari. Hal itu pun akan membuat kenampakan Bulan menjadi separuh, sementara separuh bagian lainnya tidak teramati karena tidak disinari Matahari.

Dalam astronomi, fase ini dikenal sebagai fase perbani awal, yang akan terjadi pada pukul 05:28 WIB.

19 Februari 2019: Supermoon
Dikenal sebagai lunar perigee, Bulan super akan terjadi di tanggal ini.

Pada dasarnya, Bulan super atau Supermoon merupakan fenomena biasa ketika Bulan, dalam orbit elipsnya mengelilingi Bumi, berada di jarak terdekat, atau yang disebut sebagai perigee. Kedekatan Bulan dengan Bumi ini akan membuat kenampakannya sedikit lebih besar dan lebih terang.

Nah, pada 19 Februari, perigee Bulan akan menjadi yang terdekat untuk tahun ini, dengan jarak antara Bumi-Bulan yang diperkirakan mencapai skeitar 356.000 kilometer. Hal itu akan membuat diameter sudut Bulan mencapai 33'28", atau 14% lebih besar dari Bulan purnama lainnya tahun ini.
Walau begitu, perbedaan diameter Supermoon dengan Bulan purnama biasa sebenarnya tidak terlalu kentara, terlebih bila kamu jarang mengamati Bulan. Jadi, pastikan kamu mengabadikan Supermoon ini untuk nantinya dibandingkan dengan Bulan purnama pada Maret mendatang.

Oh iya, Supermoon mungkin akan membuat pasang air laut. Jadi pastikan kamu berhati-hati ya apabila tinggal di daerah dekat laut!

25 Februari 2019: Titik Tertinggi Merkurius
Planet Merkurius adalah planet pertama dari Matahari. Hal itu pun membuat kenampakannya cenderung selalu berada di dekat Matahari. Namun, ada waktu-waktu tertentu di mana ia mencapai titik tertingginya di langit, atau titik terjauhnya dari Matahari.

Titik tertinggi ini akan membuat Merkurius masih berada pada ketinggian sekitar 15° dari cakrawala barat saat Matahari terbenam pukul 18:09 WIB. Posisi itu sudah cukup untuk membuat Merkurius bisa diamati hingga sejam berikutnya, yakni sampai pukul 19:11 WIB.

Dalam pandangan mata, kita hanya akan melihat Merkurius bagaikan bintang kuning kecil terang saja. Gunakan teleskop dengan pembesaran minimal 225x untuk bisa melihat Merkurius lebih jelas.
26 Februari 2019: Fase Bulan Perbani Akhir
Sama seperti perbani awal, pada fase ini Bulan akan tampak separuh. Namun, perbani akhir adalah kebalikan dari perbani awal. Kini giliran sisi malam hari pada perbani awal yang disinari Matahari.

Dengan begitu, Bulan baru akan terbit mulai tengah malam, dan bisa diamati terus hingga menjelang tengah hari. Secara astronomis, fase Bulan perbani akhir akan dicapai Bulan pada pukul 18:29 WIB.

28 Februari 2019: Konjungsi Jupiter dengan Bulan
Kembalinya Jupiter ke langit malam hingga dini hari Bumi akan membuat sang raksasa planet ini akan sering teramati berpapasan bersama Bulan dalam peristiwa konjungsi.

Pada kesempatan konjungsi ini, Bulan berada sejauh 2° di sebelah utara Jupiter. Dari Indonesia, keduanya akan terbit berbarengan sejak pukul 00:36 waktu setempat daerahmu, atau 5 jam 23 menit sebelum Matahari terbit.
Bulan akan bersinar dengan magnitudo -11,6 dan Jupiter dengan magnitudo -2,0. Sayangnya, pasangan benda langit ini terlalu jauh terpisah untuk masuk ke dalam satu bidang pandang teleskop. Walau begitu, kita tetap bisa melihatnya dengan mata telanjang, tapi Jupiter hanya akan tampak bagai bintang kuning terang tak berkelap-kelip saja.

Nah, itulah jadwal peristiwa langit yang akan terjadi pada Februari 2019. Seluruh peristiwa langit di atas bisa diamati di seluruh Indonesia asalkan cuaca cerah.
BERIKAN KOMENTAR ()