Galaksi Bimasakti yang Bengkok dan Melengkung

Info Astronomy - Kamu mungkin sering membaca informasi mengenai cakram galaksi kita yang digambarkan sebagai "pipih seperti panekuk". Hal itu jelas bukan tanpa alasan, sebab para astronom juga melihat galaksi-galaksi lain, galaksi Andromeda misalnya, yang cakramnya berbentuk pipih.

Tetapi, alam rupanya bisa jauh lebih rumit daripada yang kita duga. Awal pekan ini (4 Februari 2019), sekelompok astronom melalui studinya telah membuat pengumuman yang mengejutkan. Mereka mengatakan bahwa galaksi rumah kita, Bimasakti, tidak pipih, melainkan bengkok dan melengkung.

Sekelompok astronom itu datang dari Universitas Macquarie dan Akademi Sains Tiongkok. Mereka menggunakan data dari sekitar 1.339 bintang variabel Cepheid dalam penelitian ini, yang merupakan jenis bintang-bintang yang bisa terlihat cerah dan redup sesuai dengan luminositas sejatinya.

Dengan demikian, bintang-bintang jenis ini bisa digunakan sebagai indikator jarak di alam semesta, atau istilah kerennya dalam astronomi adalah: lilin standar.

Para astronom menggunakan data bintang-bintang ini untuk membuat peta 3D yang bertujuan untuk melihat bentuk "nyata" dari Bimasakti kita. Data-data tersebut mengungkapkan bahwa cakram bintang-bintang yang berada pada jarak yang jauh dari pusat galaksi Bimasakti menjadi semakin 'bengkok' dan semakin melengkung.

Dengan kata lain, alih-alih pipih seperti kenampakan galaksi Andromeda (dan kebanyakan galaksi-galaksi spiral lainnya), bila ada alien yang melihat galaksi kita dari kejauhan maka akan tampak sebagai huruf "S" raksasa, kurang lebih seperti pada gambar ilustrasi di atas.

Walaupun aneh, galaksi Bimasakti tidak dianggap sebagai sesuatu yang “istimewa”. Bentuknya yang bengkok dan melengkung memang khas, tapi bukan keunikan. Sebab para astronom telah mengamati banyak galaksi lain yang menunjukkan pola spiral bengkok yang hampir mirip dengan Bimasakti.

Salah satunya adalah galaksi ESO 510-G13 ini:
Menurut para astronom ini, mencoba menentukan bentuk nyata galaksi kita seperti berdiri di sebuah taman di Jakarta dan mencoba menentukan seperti apa bentuk Pulau Jawa.

Selama 50 tahun terakhir, memang telah ada indikasi bahwa awan hidrogen di Bimasakti bengkok dan melengkung. Baru pada peta 3D terbaru ini para astronom bisa lebih rinci menunjukkan bahwa cakram Bimasakti yang bengkok juga berisi bintang-bintang muda. Ini menegaskan bahwa pola spiral bengkok disebabkan oleh torsi dari pemintalan cakram bintang besar Bimasakti.

Dari jarak yang sangat jauh, galaksi kita akan terlihat seperti piringan tipis yang terdiri dari bintang-bintang yang mengorbit setiap beberapa ratus juta tahun sekali terhadap wilayah pusatnya, tempat ratusan miliar bintang menyediakan 'lem' gravitasi untuk menyatukan galaksi.

Tetapi, tarikan gravitasi pada galaksi kita rupanya jauh lebih lemah pada area cakram terluar galaksi. Di sana, atom-atom hidrogen yang membentuk sebagian besar cakram gas Bimasakti tidak lagi terbatas pada bidang tipis, melainkan membengkok seperti huruf S.

Nah, studi ini pun menimbulkan pertanyaan baru. Jika, torsi dapat menimbulkan pola spiral bengkok pada Bimasakti, mengapa sebagian besar galaksi spiral lainnya tidak semuanya bengkok dan melengkung?

Pengamatan tambahan, seperti yang saat ini sedang dilakukan oleh misi Gaia ESA, diharapkan dapat memberi kita lebih banyak informasi tentang Bimasakti dan galaksi-galaksi lainya di alam semesta.

Baca studi ini lebih lengkap di jurnal Nature Astronomy.
BERIKAN KOMENTAR ()