Bintang Jatuh Bukanlah Bintang

Info Astronomy - Pernah dengar istilah "bintang jatuh"? Fenomena langit yang satu ini sangat menakjubkan untuk diamati. Tapi, sudah tahu kah kamu kalau "bintang jatuh" bukanlah bintang yang sebenarnya?

"Bintang jatuh" sama sekali tidak ada hubungannya dengan bintang. Lesatan cahaya terang yang kadang-kadang bisa kamu lihat di langit malam disebabkan oleh debu atau batuan antariksa yang disebut sebagai meteoroid yang masuk ke atmosfer Bumi, lalu terbakar.

Nah, terbakarnya meteoroid itulah yang disebut sebagai meteor. Meteor biasanya disebut sebagai "bintang jatuh". Jika ada bagian dari meteor yang bertahan terbakar pada atmosfer, sisa yang jatuh ke permukaan Bumi itu kemudian disebut meteorit.

Asteroid, meteor, dan meteorit... Batuan-batuan antariksa ada banyak kategorinya. Mengetahui lebih jauh tentang batuan-batuan antariksa tersebut bisa membuat kita membedakannya. Walaupun semua batuan ini berasal dari luar angkasa, mereka memiliki nama berbeda tergantung lokasinya.

Ya, jadi, di luar angkasa, tidak hanya ada bintang dan planet-planet saja. Di tata surya kita misalnya, ruang antarplanet berisikan batuan-batuan antariksa. Nah, para astronom mengelompokkan batuan-batuan antariksa tersebut ke dalam beberapa kategori.

Kategori pertama adalah, asteroid. Menurut para astronom, asteroid merupakan sebuah objek berbatu besar di angkasa, yang mengorbit mengelilingi Matahari. Sebuah asteroid umumnya berukuran mulai dari 10 hingga ratusan kilometer. Di tata surya kita, asteroid terbesar adalah Ceres, yang berada di sabuk asteroid antara orbit Mars dan Jupiter. Diameter Ceres diperkirakan mencapai 946 km.

Kategori kedua adalah, meteoroid. Walaupun sama-sama merupakan batuan, meteoroid merupakan batuan atau partikel yang jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan asteroid, biasanya berukuran mulai dari sebutir pasir hingga sebesar kepalan tangan saja. Meteoroid-meteoroid juga mengelilingi Matahari kita.

Kategori ketiga, meteor. Meteor adalah meteoroid. Jika sebuah meteoroid memasuki atmosfer Bumi dan terbakar, maka kita akan menyebutnya sebagai meteor, bukan meteoroid lagi. Meteor-meteor biasanya banyak teramati pada puncak hujan meteor, ketika orbit Bumi membuat planet kita menerjang jalur bekas orbit sebuah komet. Di bekas jalur itu, banyak meteoroid.

Nah, kategori keempat adalah, meteorit. Ingat, akhirannya menggunakan huruf "T", bukan "meteorid". Jika asteroid kecil atau meteoroid besar selamat ketika terbakar hebat di atmosfer Bumi dan mendarat di permukaan Bumi, maka ia disebut meteorit.

Sudah tahu kan sekarang perbedaannya? Intinya adalah, "bintang jatuh" hanya sebuah istilah atau kiasan saja untuk meteor. Karena memang kenampakan meteor ini seperti bintang yang bergerak cepat, seolah sedang jatuh di langit.

Semoga menambah wawasanmu~


Foto: NASA
BERIKAN KOMENTAR ()