Bintang di Andromeda Ini Meledak Setahun Sekali

Info Astronomy - Baru-baru ini, sekelompok astronom telah menemukan sebuah bintang di galaksi Andromeda yang meledak setahun sekali selama jutaan tahun terakhir, meninggalkan sisa-sisa ledakan bintang terbesar yang pernah diamati.

Umumnya, bintang yang meledak dalam nova maupun supernova hanya terjadi sekali dalam fase kehidupannya. Namun, bintang yang satu ini mengambil jalan ninja berbeda: ia meledak secara teratur, minimal sekali dalam setahun.

Menurut hasil studi baru ini, yang diterbitkan bulan lalu di jurnal Nature, para astronom tidak hanya menandai penemuan pertama dari sisa-sisa supernova di galaksi lain, tetapi juga membuka jalan untuk mendeteksi populasi masif dari bintang-bintang yang dapat meledak berulang kali, yang kini disebut sebagai nova berulang.

Masih menurut informasi dari jurnal penelitiannya, bintang yang meledak berkali-kali sehingga meninggalkan sisa-sisa supernova yang membentang lebih dari 400 tahun cahaya ini sebenarnya merupakan salah satu jenis bintang yang paling kecil di alam semesta: bintang kerdil putih.

Kerdil putih merupakan mayat bintang yang terbentuk setelah bintang bermassa rendah seperti Matahari mati dan melontarkan lapisan terluarnya, menyisakan inti padat dan dingin yang dikenal sebagai kerdil putih.

Tetapi dalam kasus ini, kerdil putih yang dikatalogkan sebagai M31N 2008-12a bukanlah kerdil putih biasa. Bintang mungil ini memiliki bintang pendamping, mereka saling mengitari pusat massa satu sama lain dalam sistem biner.

Saat kerdil putih dan bintang pendampingnya saling mengorbit, sang kerdil putih dengan cepat dapat menyedot hidrogen dari pendampingnya itu. Saat hidrogen tersebut mencapai permukaan kerdil putih, mereka akan memanas dan terkompresi berkat tarikan gravitasi intens dari si kerdil putih.

Hingga akhirnya, hidrogen mencapai titik puncaknya dan secara spontan akan mengalami fusi untuk menciptakan helium, menghasilkan ledakan permukaan yang kuat pada kerdil putih tadi yang para astronom sebut sebagai nova.

Ledakan fusi ini menyebabkan kerdil putih menjadi begitu terang hingga sejuta kali lipat. Ditambah lagi, sang kerdil putih akan memuntahkan material di tubuhnya dengan kecepatan sekitar 3 persen kecepatan cahaya.

Lalu, mengapa M31N 2008-12a meledak berulang kali? Menurut studi ini, sisa-sisa ledakan M31N 2008-12a berukuran begitu besar bila dibandingkan dengan sisa-sisa ledakan supernova yang diketahui sejauh ini. Hal itu menunjukkan bahwa nova M31N 2008-12a telah meletus dengan frekuensi tinggi berkali-kali selama jutaan tahun terkahir.
Biasanya, jenis bintang ini lebih jarang meledak. Dan umumnya, ledakan nova terjadi setiap 10 tahun. Namun, ledakan tahunan M31N 2008-12a selama jutaan tahun terakhir ini bisa jadi merupakan hal yang lain, yang belum pernah diketahui para astronom.

Nova berulang ini diyakini disebabkan oleh interaksi antara kerdil putih yang masih secara terus-menerus menarik material dari bintang pendampingnya, sehingga proses ledakan nova bisa berulang ketika hidrogen pada kerdil putih telah terlalu banyak.

"Ketika kami pertama kali menemukan bahwa M31N 2008-12a meledak setiap tahun, kami sangat terkejut," kata salah satu peneliti dalam studi ini, Allen Shafter dari San Diego State University dalam siaran pers seperti dilansir IFLScience.

Menurut Shafter dan rekan-rekannya, nova berulang N31N 2008-12a ini tidak akan bertahan selamanya. Begitu kerdil putih melampaui batas Chandrasekhar, yaitu batas massa bintang sekitar 1,4 kali massa Matahari, ia akan meledak sendiri dalam ledakan yang lebih besar: supernova, lalu runtuh menjadi bintang neutron.

Dalam teorinya, kerdil putih yang mendekati batas Chandrasekhar memang harus sering mengalami ledakan nova, yang menghasilkan sisa-sisa ledakan bintang raksasa. Para astronom mengira bahwa bintang di galaksi Andromeda ini mungkin sedang mempersiapkan dirinya untuk ledakan supernova.

Ledakan supernova bintang ini nantinya akan dikategorikan sebagai supernova tipe Ia, supernova yang memiliki kecerahan yang sangat dapat diprediksi (itulah sebabnya mereka disebut lilin standar). Dengan mempelajarinya, para astronom dapat menggunakannya untuk menentukan jarak kosmis dengan amat sangat presisi, yang pada akhirnya akan membantu mereka lebih memahami bagaimana alam semesta tumbuh dan berkembang seiring waktu.

Jadi untuk saat ini, Shafter dan rekan-rekannya bekerja keras untuk menentukan apakah benda-benda seperti M31N 2008-12a cukup umum atau tidak. Dan jika memang ada sangat banyak yang seperti ini di alam semesta, maka langkah selanjutnya adalah meningkatkan kemampuan kita untuk menemukan dan mempelajarinya.
BERIKAN KOMENTAR ()