Apakah Ada Bintang di Luar Galaksi?

Info Astronomy - Galaksi terdiri dari bintang-bintang, tetapi apakah semua bintang selalu berada di dalam galaksi? Adakah bintang yang tidak tergabung di dalam galaksi?

Ini adalah pertanyaan yang menarik. Dan ya, jawabannya ada kok bintang yang berada di ruang antargalaksi, ruang "kosong" yang berada di antara galaksi satu dengan galaksi lainnya. Bintang-bintang seperti ini disebut sebagai "bintang pengelana", atau bintang tunawisma.

Hemm, bahkan bintang-bintang ada yang tidak punya rumah ya. Tapi, tahukah kamu bagaimana sebuah bintang bisa berada di luar galaksi? Rupanya, menurut laman StarChild NASA, ada berbagai faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. Mari kita bahas satu per satu.

Pertama, Matinya Bintang Pendamping
Bintang-bintang di sebuah galaksi umumnya merupakan anggota sistem bintang biner, yakni sistem di mana ada dua bintang yang saling mengorbit pusat massanya satu sama lain.
Nah, bintang-bintang juga memiliki siklus kehidupan. Seiring bertambahnya usia, bintang akan tumbuh lebih besar dan lebih besar, hingga akhirnya meledak dalam supernova.

Dalam sistem bintang biner, ketika salah satu bintang meledak dalam supernova, segala sesuatu di sekitarnya akan terdampak dari ledakan itu, membuat bintang pendampingnya terhempas, bergerak menjauh di alam semesta dengan sangat cepat. Bahkan, kecepatannya bisa mencapai sekitar 1.000 kilometer per detik, kecepatan yang cukup untuk lolos dari galaksinya.

Hal itulah salah satu yang membuat sebuah bintang bisa berada di luar galaksi induknya, terusir.

Kedua, Terhisap Lubang Hitam
Tunggu-tunggu, bukankah terhisap lubang hitam seharusnya malah mendekatinya? Bagaimana bisa bintang yang terhisap justru pergi meninggalkan galaksinya?

Di sini, kita masih membahas sistem biner sebelumnya. Jika sebuah sistem biner mendekati lubang hitam, salah satu bintang dalam sistem tersebut akan terhisap oleh sang lubang hitam, sementara yang lainnya "tertendang" karena efek gravitasi yang ekstrem.

Kecepatan bintang yang tertendang oleh gravitasi tersebut memungkinkannya melepaskan diri dari galaksi induknya. Bintang-bintang ini disebut bintang hiper-cepat.
Ketiga, Tabrakan Galaksi
Nah, menurut para astronom, proses yang satu ini merupakan proses yang paling umum mengenai penyebab bagaimana bintang bisa menjadi tunawisma.

Ketika ada tabrakan atau interaksi antara dua galaksi, bintang-bintang pada masing-masing galaksi dapat buyar dari galaksi karena efek gravitasi yang ekstrem. Menurut ScienceMag, bintang-bintang ini kemudian akan mengembara ke ruang antargalaksi menjadi bintang pengelana.

Bintang-bintang seperti itu telah diamati dengan Teleskop Antariksa Hubble juga, lho. Para astronom sekarang hanya perlu menentukan seberapa banyak dari bintang-bintang ini yang mungkin ada di alam semesta.
Oke, dari tiga penjelasan di atas, kita tahu bahwa bintang-bintang di luar galaksi awalnya merupakan anggota dari galaksi. Lalu, bisakah bintang-bintang pengelana terbentuk di luar galaksi? Jawabannya: tidak.

Alasan ilmiahnya adalah, untuk bisa terbentuk, sebuah bintang membutuhkan jumlah debu dan gas yang besar. Sumber debu dan gas yang besar ini hanya dapat ditemukan di galaksi, di mana merupakan sisa-sisa dari bintang sebelumnya yang telah meledak dalam supernova. Tanpa adanya debu dan gas, bintang tidak akan terbentuk.

Jadi, intinya adalah, ada kok bintang yang berada di luar galaksi, tetapi mungkin jumlahnya tidak terlalu banyak bila dibandingkan dengan jumlah bintang yang berada di dalam galaksi.
BERIKAN KOMENTAR ()