Tiongkok Sukses Daratkan Chang'e-4 di Sisi Jauh Bulan

Info Astronomy - 2019 tampaknya dibuka dengan misi-misi eksplorasi antariksa yang sukses. Belum selesai gagap gempita wahana antariksa New Horizons yang berhasil terbang lintas dekat Ultima Thule, baru-baru ini Tiongkok berhasil mendaratkan wahana antariksanya, Chang'e-4, di sisi jauh Bulan.

Menurut media yang dikelola pemerintah Tiongkok, wahana antariksa nirawak Chang'e-4 tersebut kini menjadi yang pertama yang pernah mendarat di sisi jauh Bulan. Hal itu diklaim sebagai lompatan besar untuk eksplorasi ruang angkasa manusia.

Wahana antariksa Chang'e-4 didaratkan oleh China National Space Administration (CNSA) di area cekungan Aitken, dekat kutub selatan Bulan yang belum pernah dijelajahi, yang merupakan kawah terbesar, tertua, dan terdalam yang ada di permukaan Bulan.

Pendaratan Chang'e-4 sempat menimbulkan kontroversi. Menurut pengamatan InfoAstronomy.org di lini masa Twitter, laporan awal tentang pendaratan Chang'e-4 memicu kebingungan setelah media pemerintah Tiongkok, China Daily dan CGTN, menghapus twit yang menyatakan misi tersebut berhasil.

Namun, konfirmasi resmi pendaratan muncul lagi dua jam kemudian melalui siaran televisi pemerintah Tiongkok, CCTV, yang mengatakan Chang'e-4 telah mendarat pukul 09:26 WIB (3/1). Global Times juga mengatakan bahwa CNSA "berhasil membuat pendaratan lembut terhadap Chang'e-4 untuk pertama kalinya" di sisi jauh Bulan.
Gambar di atas merupakan gambar pertama yang diambil oleh wahana antariksa Chang'e-4 saat mendarat di sisi jauh Bulan. Tampak permukaan Bulan dan cekungan besar di depannya yang mana area tersebut akan menjadi lokasi penelitian Chang'e-4.

Misi utama Chang'e-4 sendiri bertujuan untuk melakukan pengukuran terinci dari permukaan dan komposisi mineral Bulan. Cekungan Aitken diperkirakan telah terbentuk selama tabrakan raksasa dalam sejarah awal Bulan. Nantinya, Chang'e-4 dapat memberikan petunjuk baru tentang bagaimana Bulan terbentuk.

Instrumen Ilmiah Chang'e-4
Chang'e-4 terdiri atas tiga wahana antariksa: satelit komunikasi, pendarat, dan penjelajah.

Satelit komunikasi Chang'e-4 telah ditempatkan di L2, titik aman antara Bumi-Bulan. Fungsi satelit ini adalah untuk menyediakan komunikasi relai secara terus-menerus antara Bumi, pendarat, dan penjelajah yang berada di sisi jauh Bulan.

Selain itu, satelit ini juga dilengkapi Netherland-China Low-Frequency Explorer (NCLE), instrumen ilmiah yang dapat melakukan studi astrofisika dalam gelombang radio dari 80 kHz hingga 80 MHz.

Sementara itu, pendarat dan penjelajah membawa instrumen ilmiah untuk mempelajari permukaan Bulan. Instrumen-instrumen yang dibawa antara lain adalah Kamera Pendarat (LCAM); Kamera Permukaan (TCAM); Spektrometer Frekuensi Rendah (LFS) untuk meneliti radiasi Matahari; dan Lunar Lander Neutron and Dosimetry (LND), dosimeter neutron yang dikembangkan oleh Kiel University di Jerman untuk mengumpulkan dosimetri radiasi untuk eksplorasi manusia di masa depan.

Tak hanya itu, pendarat juga membawa "biosfer" bersegel seberat 3 kilogram yang berisi biji dan telur serangga untuk dilakukan uji coba apakah tanaman dan serangga dapat menetas dan tumbuh bersama di Bulan.

Biji yang dibawa adalah biji kentang dan Arabidopsis thaliana, sementara telur yang dibawa adalah telur ulat sutera. Baik biji dan telur, keduanya disimpan dalam wadah yang memiliki lingkungan mirip Bumi. Jika telur menetas, larva akan menghasilkan karbon dioksida, sedangkan tanaman yang berkecambah akan melepaskan oksigen melalui fotosintesis.

Diharapkan, tanaman dan ulat sutera dapat membangun sinergi kehidupan sederhana di dalam wadah tersebut. Sungguh keren, kan?

Sisi Jauh Bulan
Kamu mungkin bertanya-tanya, "Tiongkok mendaratkan wahana antariksa di sisi jauh Bulan?" Apa itu sisi jauh Bulan sebenarnya?

Karena fenomena yang disebut sebagai "penguncian gravitasi", selama ini kita hanya bisa melihat satu "wajah" Bulan dari Bumi. Penguncian gravitasi tersebut membuat Bulan membutuhkan waktu lama untuk berputar pada porosnya sendiri. Kecepatan rotasi Bulan sama cepat dengan kecepatan revolusinya, sehingga ia selalu menampakkan sisi yang sama dalam pandangan dari Bumi kita.

Itulah mengapa ada yang disebut sisi dekat (sisi Bulan yang selalu kita amati) dan sisi jauh Bulan (sisi yang selalu membelakangi Bumi). Sisi jauh Bulan ini sering disebut sebagai "sisi gelap", meskipun "gelap" dalam hal ini berarti "tidak terlihat" daripada "kurang cahaya". Faktanya, baik sisi dekat dan jauh dari Bulan selalu mengalami siang dan malam. Jadi istilah "sisi gelap" Bulan sebenarnya keliru.
Sisi jauh Bulan memiliki kerak yang lebih tebal dan lebih tua, serta dipenuhi dengan lebih banyak kawah-kawah kecil. Menariknya, sisi jauh Bulan lebih sedikit memiliki mare, atau "laut" basaltik gelap yang diciptakan oleh aliran lava yang membeku, yang mana fitur ini terlihat jelas pada sisi dekat Bulan.

Chang'e-4 bertujuan untuk mengeksplorasi kawah-kawah kecil di sisi jauh Bulan tersebut, mengukur suhu permukaan Bulan, meneliti komposisi kimia batuan dan tanah Bulan, melakukan pengamatan dan penelitian astronomi radio frekuensi rendah, mempelajari sinar kosmis, serta mengamati korona Matahari, meneliti karakteristik dan mekanisme radiasi yang diterima Bulan dari Matahari.

Misi Chang'e-4 sendiri merupakan misi lanjutan dari Chang'e-3, wahana antariksa Tiongkok pertama yang sukses mendarat di Bulan. Seperti pendahulunya, wahana antariksa ini dinamai Chang'e dari nama mitologi Tiongkok yang memiliki arti "Dewi Bulan".

Semoga sukses, Tiongkok!


Foto: CNSA
BERIKAN KOMENTAR ()