Sirius, Si Bintang Paling Terang

Info Astronomy - Manusia selalu ingin tahu gunung, laut, atau ngarai apa yang tertinggi, terdalam, atau terluas. Dan ketika mengamati langit malam, kita selalu ingin tahu benda apa yang paling terang. Dalam hal bintang-bintang yang terlihat dari Bumi, yang paling terang adalah Sirius.

Walaupun menjadi bintang paling terang, Sirius bukan objek langit paling terang yang terlihat dari Bumi. Selain Matahari dan Bulan (yang jelas bersinar lebih terang dari Sirius), masih ada planet-planet seperti Venus dan Jupiter yang juga tampak lebih bersinar daripada kenampakan Sirius. Begitu juga Merkurius dan Mars, tergantung pada posisi mereka dalam orbitnya relatif terhadap Bumi, yang bisa lebih terang.

Tetapi, dari semua bintang sejati di langit (tidak termasuk Matahari), Sirius lah yang paling cemerlang, bahkan sekitar dua kali lipat kecerahan bintang paling terang kedua di langit berikutnya, Canopus.

Sebagai bintang kelas A, Sirius diketahui berukuran lebih besar dari Matahari kita dan bersinar dengan magnitudo absolut 20 kali luminositas Matahari. Tapi, sama seperti Matahari, Sirius masih di dalam fase deret utama, yang berarti ia masih membakar hidrogen pada intinya, belum berkembang ke fase raksasa.

Lalu, mengapa Sirius bisa sangat terang padahal ia bukan bintang raksasa? Rupanya hal itu disebabkan karena jaraknya yang relatif dekat dengan Bumi. Dengan jarak hanya 8,6 tahun cahaya, Sirius bisa dibilang merupakan bintang terdekat keenam dari Matahari.

Memang, ada beberapa bintang yang lebih dekat dengan kita daripada Sirius, seperti sistem Alpha Centauri yang berjarak 4,2 tahun cahaya. Namun, tidak ada satu pun yang dapat menyaingin magnitudo absolut Sirius.

Sirius juga bukan bintang tunggal seperti Matahari. Ia tidak sendirian, melainkan merupakan sistem biner (dua bintang yang saling mengitari). Bintang pendamping Sirius diketahui merupakan bintang kerdil putih kecil (lebih kecil dari Bumi) bernama Sirius B.

Dalam pandangan dari Bumi, Sirius terletak di arah rasi bintang Kanis Mayor. Di Indonesia, rasi bintang tersebut bisa diamati di langit timur selama Januari sekitar sejam setelah Matahari terbenam.

Sirius akan sangat mudah ditemukan karena kenampakannya akan sangat terang dibandingkan bintang-bintang lainnya.


Foto: Fred Espenak
BERIKAN KOMENTAR ()