Ketika Planet Uranus Lebih Dingin dari Neptunus

Info Astronomy - Walaupun planet Neptunus berjarak lebih jauh dari Matahari, namun rupanya planet Uranus lebih dingin daripada Neptunus. Hemm, apa sebabnya ya?

Setidaknya, ada dua klasifikasi planet yang diketahui saat ini: planet bebatuan dan planet gas raksasa. Di tata surya, planet-planet bebatuan adalah empat planet pertama dari Matahari kita, yang memiliki inti yang kokoh dan kerak berbatu. Sementara itu, empat planet sisanya adalah raksasa gas, yang dinamai demikian karena seluruhnya memang terbuat dari gas.

Planet-planet gas begitu besar sehingga mereka memiliki gravitasi yang luar biasa, bahkan gas seringan hidrogen dan helium bisa ditarik untuk membentuk tubuhnya. Namun, Uranus dan Neptunus begitu dingin sehingga bahkan senyawa volatil yang membentuknya pun beku. Karena itu, mereka disebut raksasa es, bukan raksasa gas seperti Jupiter dan Saturnus.

Neptunus merupakan planet paling jauh di tata surya kita, berjarak kurang lebih sekitar 4,5 miliar kilometer dari Matahari. Di sisi lain, Uranus adalah planet terjauh kedua, yang berjarak sekitar 2,88 miliar kilometer jauhnya dari Matahari.

Uranus lebih dekat dengan Matahari dibanding Neptunus, tetapi faktanya ia justru lebih dingin dari tetangganya yang lebih biru. Suhu terdingin di Neptunus adalah sekitar minus 217 derajat Celsius, sedangkan suhu terdingin di Uranus adalah sekitar minus 223 derajat Celsius. Mengapa justru Uranus yang lebih dekat dengan Matahari bisa lebih dingin?

Jawabannya, menurut para astronom, hal itu adalah akibat dari atmosfer Uranus yang kacau dan kemiringan sumbu rotasinya yang ekstrem.
Kita tahu, kemiringan sumbu rotasi Bumi hanya 23 derajat. Tetapi kemiringan sumbu Uranus berbeda, yakni hampir 98 derajat! Hal itu membuat Uranus tidak berputar mengelilingi Matahari seperti gasing, melainkan menggelinding seperti bowling.

Kemiringan sumbu planet ini sangat ekstrem ini disinyalir disebabkan karena Uranus pernah ditabrak oleh benda langit besar beberapa tahun setelah pembentukannya. Tabrakan itu membuat panas di intinya tumpah ke luar angkasa, membuat inti Uranus saat ini sangat dingin sehingga menjadi satu-satunya raksasa gas yang menerima lebih banyak panas daripada yang dihasilkannya.

Sebagai perbandingan, inti planet Jupiter memiliki suhu sekitar 24.700 derajat Celsius, sementara suhu inti planet Uranus "hanya" sekitar 4.700 derajat Celsius.

Karena kemiringan sumbu rotasinya pula, atmosfer Uranus berkecamuk. Pergerakan angin di Uranus juga begitu cepat. Angin yang bertiup di area ekuatornya bergerak pada kecepatan 50-100 meter per detik, pergerakannya melawan rotasi. Sedangkan angin yang bertiup dengan arah yang sama dengan rotasi bergerak pada kecepatan 250 meter per detik. Itulah yang membuat suhu di sana dingin.

Namun, planet Uranus jarang mengalami badai ganas. Itulah sebabnya, tidak seperti raksasa gas lainnya, permukaan Uranus tampak tenang, bagaikan telur asin raksasa yang halus tanpa fitur permukaan.

Uranus memang sangat dingin, tetapi ia bukan benda angkasa terdingin di tata surya. Pluto, yang terdegradasi statusnya ke "planet kerdil" pada 2006, memiliki suhu lebih dingin, dan tentu karena alasan ia berada jauh dari Matahari.

Namun, ada benda angkasa lain yang bahkan lebih dingin dari Pluto. Yang lebih mengejutkan lagi, benda angkasa tersebut justru berada jauh lebih dekat dengan Matahari, dan bahkan lebih dekat dengan Bumi kita.

Dengan fitur permukaan yang dihiasi gua-gua gelap dan kawah-kawah besar, benda angkasa tersebut sedingin -204 derajat Celsius. Percaya atau tidak, benda angkasa yang dingin tersebut adalah tetangga terdekat kita: Bulan!


Foto: NASA/JPL-Caltech
BERIKAN KOMENTAR ()