Planet Kesembilan Mungkin Bukan Sebuah Planet

Info Astronomy - Ada sesuatu yang aneh di pinggiran tata surya kita. Diperkirakan memiliki massa 10 kali lebih besar dari Bumi dan berjarak sekitar 10 hingga 20 kali lebih jauh dari Pluto, sesuatu yang aneh tersebut cukup kuat untuk mempengaruhi gravitasi objek lain yang berada di sekitarnya.

Sesuatu yang aneh tersebut lantas dikenal sebagai Planet Kesembilan. Walaupun belum pernah dilihat wujudnya, sejauh ini para astronom terus menemukan bukti keberadaannya. Tapi, bagaimana bisa sesuatu yang begitu besar tetap tersembunyi dari pandangan kita dalam waktu yang begitu lama? Apakah Planet Kesembilan benar-benar ada?

Mungkin, menurut temuan baru yang diterbitkan di Astronomical Journal pada hari Minggu (20/1), kita perlu berhenti memikirkan Planet Kesembilan. Alih-alih merupakan sebuah planet, studi terbaru menganggap bahwa itu mungkin hanya sekelompok objek yang lebih kecil, yang saling menyatu sehingga memiliki gravitasi yang sangat besar.

Seklompok objek kecil tersebut berada di Sabuk Kuiper, sebuah wilayah di luar Neptunus yang terdiri oleh objek-objek es dan batuan kecil yang berasal dari masa-masa awal tata surya kita. Banyak dari objek di Sabuk Kuiper, atau disebut "Objek trans-Neptunus" (OTN), bergerak dalam orbit yang sangat tidak biasa dalam mengelilingi Matahari.

Walau begitu, beberapa gerakan orbit aneh OTN dapat dijelaskan oleh pengaruh objek langit yang lebih besar seperti Neptunus. Tetapi, rupanya masih ada beberapa OTN dengan gerak orbit aneh yang membutuhkan penjelasan lain: objek langit besar lain yang tak terlihat.

Gagasan Planet Kesembilan lalu muncul pada awal tahun 2016 silam. Ialah yang dihipotesiskan membuat gerakan dan orientasi OTN di Sabuk Kuiper menjadi begitu aneh. Tetapi, Jihad Touma, seorang peneliti dari American University of Beirut dan rekan-rekannya menjelaskan bahwa ada beberapa kekurangan pada hipotesis Planet Kesembilan.

Dalam makalah studinya, Touma menjelaskan bahwa bagaimana bisa Planet Kesembilan itu tidak terpengaruh tarikan gravitasi dari planet lain di tata surya; beberapa orbit OTN yang dimaksud agak terlalu eksentrik untuk bisa dipengaruhi oleh satu objek besar; serta para astronom sejauh ini masih benar-benar bingung tentang dari mana sebuah planet raksasa seperti ini berasal dan bagaimana ia bisa berada di daerah terpencil di tata surya.

Sejauh ini, Planet Kesembilan masih sulit dipahami. Kita bahkan tidak bisa melihat planet tersebut secara langsung karena jaraknya yang terlalu jauh dari Bumi dan ditambah kita tidak tahu di mana letak persisnya di langit. Hal itu pun mendorong para astronom untuk mencari penjelasan alternatif.

"Hipotesis Planet Kesembilan adalah hipotesis yang menarik, tetapi jika planet yang dihipotesiskan itu benar-benar ada, ia pasti sangat hebat dalam menghindari deteksi," kata Antranik Sefilian, astrofisikawan dari Cambridge, yang tergabung dalam studi ini.

Menurut Touma dan rekan-rekannya, Planet Kesembilan yang sulit ditemukan itu kemungkinan memang bukan merupakan planet, melainkan sebuah kumpulan objek-objek kecil di Sabuk Kuiper yang membentuk struktur cakram di luar orbit Neptunus.

Model simulasi komputer pun dijalankan. Touma dan rekan-rekannya memasukkan unsur-unsur seperti OTN yang memiliki gerak orbit aneh, planet-planet tata surya (beserta gravitasinya), dan sebuah cakram besar yang terdiri atas objek-objek kecil di luar orbit Neptunus.

Hasilnya, setelah menerapkan penyesuaian pada elemen-elemen seperti massa, eksentrisitas, dan orientasi cakram, mereka dapat menciptakan kembali gerakan OTN yang dianggap aneh, dan mengungkapkan bahwa hipotesis cakram besar di luar orbit Neptunus lebih masuk akal.

"Meskipun kami tidak memiliki bukti pengamatan langsung terhadap struktur cakram itu, kami juga tidak memiliki bukti pengamatan Planet Kesembilan juga, bukan? Itulah sebabnya kami sedang menyelidiki kemungkinan lain," kata Sefilian.

Hemm, mengapa sejauh ini sangat sulit untuk menemukan Planet Kesembilan, atau apa pun itu di tepian tata surya kita? Jawaban yang paling memuaskan sejauh ini adalah: objek aneh yang berada di tepi tata surya pastilah sangat redup, bagaikan mencari kucing hitam di ruangan yang gelap. Bedanya, objek yang stau ini tidak punya mata yang bisa menyala dalam gelap.

Penelitian ini bisa dibaca dalam pra-cetak di arXiv.
BERIKAN KOMENTAR ()