Mengenal Matahari dalam 6 Fakta Menariknya

Info Astronomy - Matahari adalah bintang terdekat Bumi. Walau dekat, tampaknya kita belum begitu mengenal Matahari secara mendalam. Bagaimana kalau mengenalnya melalui enam fakta menarik tentangnya berikut ini?

Pertama, Matahari adalah Kerdil Kuning
Walaupun warna Matahari yang sebenarnya adalah putih, tetapi Matahari diklasifikasikan sebagai bintang kerdil kuning tipe G (G2V). Klasifikasi tersebut memang tidak hanya berisi bintang-bintang kuning saja, tetapi dapat bervariasi dalam warna. Mulai dari kuning untuk bintang yang bersuhu rendah, hingga putih untuk yang lebih panas.

Matahari diklasifikasikan sebagai kerdil kuning padahal warnanya putih karena disebabkan oleh suhu dan luminositasnya. Suhu dan luminositas Matahari cenderung mirip dengan bintang-bintang kerdil kuning. Jadi, agar lebih mudah, para astronom mengklasifikasikan Matahari dalam kelompok yang sama.

Kedua, Matahari adalah yang Terbesar di Tata Surya
Matahari adalah objek terpanas, terbesar, paling masif di tata surya. Bayangkan saja, lebih dari 99,8% massa tata surya didominasi oleh Matahari. Sebagai perbandingan, diameter Bumi "hanya" sekitar 12.742 kilometer, sementara Matahari berdiameter sekitar 1.392.600 kilometer.

Bobot Matahari juga diketahui sekitar 333.000 kali lebih berat daripada Bumi. Dan jangan tanya tentang volumenya, sebab volume Matahari diketahui lebih dari 1,142 triliun kilometer kubik, yang artinya bisa menampung sekitar 1,3 juta Bumi di dalamnya.
Ketiga, Matahari Hampir Bulat Sempurna
Mengingat ukuran dan volume Matahari yang luar biasa, faktanya Matahari juga merupakan objek angkasa yang berbentuk hampir bulat sempurna.

Diameter ekuatornya yang mencapai hampir 1,4 juta kilometer itu hanya berbeda sekitar 10 kilometer dengan diameter kutubnya. Fakta ini membuat Matahari berbentuk seperti bola yang hampir sempurna bulatnya. Jika Matahari disusutkan--entah bagaimana caranya--ke ukuran bola pantai, perbedaan antara diameter terluas dan tersempit akan kurang dari lebar rambut manusia.

Keempat, Matahari Melontarkan Angin
Hah? Angin? Angin... bawalah... jiwaku melayang~

Bukan, angin Matahari tidak seperti angin di Bumi. Dalam pengamatan para astronom, diketahui bahwa Matahari menghasilkan sekitar 386 miliar miliar mega Watts energi melalui fusi nuklir, yang mengubah hidrogen menjadi helium

Energi ini bergerak keluar dari intinya, dan secara terus-menerus diserap dan dipancarkan kembali pada tingkat dan suhu energi yang semakin rendah sampai muncul ke permukaan, di mana sebagian darinya akan terlihat sebagai cahaya optik.

Sebagian energi Matahari kemudian diradiasikan sebagai panas. Sisanya, energi tersebut terlontarkan dalam aliran partikel energetik yang dikenal sebagai angin matahari, angin yang bertiup ke seantero tata surya dengan kecepatan 450 kilometer per detik.

Angin tersebut bukan tanpa dampak ke Bumi. Karena bertiup ke seantero tata surya, satelit-satelit yang mengorbit Bumi sering kena dampaknya. Kadang juga menyebabkan kekacauan dalam penerimaan sinyal radio dan TV di Bumi. Angin Matahari juga salah satu penyebab terjadinya aurora.

Kelima, Medan Magnet Matahari 3.000 kali Bumi
Meskipun medan magnet Matahari hanya sekitar dua kali lebih kuat dari medan magnet Bumi, rotasi diferensial Matahari yang memusatkan medan di beberapa titik di dalam tubuh Matahari telah membuatnya 3.000 kali lebih kuat dari pada medan magnet Bumi.

Konsentrasi magnetik tersebut bermanifestasi sebagai "Bintik Matahari", bintik hitam yang bisa muncul pada permukaan Matahari dari lintang 45 derajat utara hingga ke 45 derajat selatan ekuator Matahari.

Tak hanya bintik Matahari, gangguan yang lebih besar di medan magnet Matahari dapat menyebabkan munculnya suar atau lidah api Matahari yang dapat memanjang ratusan ribu kilometer di atas permukaan Matahari.

Keenam, Semakin Jauh dari Matahari, Semakin Panas
Secara logika, semakin jauh kita berada dari sumber panas, maka akan semakin dingin suhu lingkungan yang kita rasakan seharusnya. Tetapi, hal itu faktanya terjadi sebaliknya pada Matahari, lho!

Semakin jauh kita dari Matahari, justru semakin panas. Hal ini pertama kali diketahui pada tahun 1939. Suhu di bagian inti Matahari diperkirakan mencapai sekitar hampir 10 juta derajat Celsius, tetapi suhu di permukaannya "hanya" 5.500 derajat Celsius saja.

Analisis terkini terhadap data misi wahana antariksa SOHO menunjukkan perbedaan suhu yang sangat besar itu disebabkan karena adanya tingkat rotasi yang lebih cepat di bagian inti ketimbang di seluruh zona radiatif (permukaan).

Nah, itulah enam fakta menarik mengenai Matahari. Semoga menambah wawasanmu!
BERIKAN KOMENTAR ()