Mengenal Ganimede dalam 5 Fakta Menarik

Info Astronomy - Ganimede merupakan bulan terbesar milik Jupiter dan juga yang terbesar di tata surya. Mari mengenalnya lebih dekat melalui 5 fakta menarik tentangnya.

Ditemukan oleh Galileo Galilei pada Januari 1610 bersama dengan tiga bulan besar milik Jupiter lainnya, Io, Kalisto, dan Europa, penemuannya telah mencetuskan gagasan baru kala itu: planet-planet di tata surya rupanya mengorbit Matahari, dan Bumi bukanlah pusat alam semesta. Gagasan yang kini memang benar adanya.

Nah, apa saja lima fakta menarik mengenai Ganimede? Mari simak~

Pertama, Ganimede Bisa Disebut Planet, Tapi...
Menurut Persatuan Astronomi Internasional, planet adalah benda langit yang mampu membentuk tubuhnya menjadi bulat atau hampir bulan dan bergerak mengorbit Matahari.

Ganimede sendiri berukuran sangat besar, lebih besar dari planet Merkurius dan Pluto. Bahkan ukurannya dua pertiga lebih besar dari Mars. Berdasarkan massa dan diameternya yang mencapai 5.269 kilometer, ia seharusnya lebih cocok menjadi sebuah planet, tetapi karena ia mengorbit sebuah planet dan bukan Matahari, maka ia diklasifikasikan sebagai bulan.

Kedua, Ganimede Punya Medan Magnet
Ganimede adalah satu-satunya bulan di tata surya yang diketahui memiliki magnetosfernya sendiri. Dengan kata lain, ia memiliki medan magnet, walaupun sangat lemah dan nyaris tidak dapat dideteksi.

Medan magnet pada Ganimede diperkirakan diciptakan oleh arus konveksi pada inti besinya yang meleleh. Sayangnya, studi terperinci tentang magnetosfer Ganimede sejauh ini sangat sulit karena lebih banyak terpengaruh oleh magnetosfer yang jauh lebih kuat dari planet induknya, Jupiter.

Ketiga, Ganimede Punya Lautan
Berbeda dengan Titan, bulan terbesar Saturnus, yang secara terang-terangan teramati memiliki lautan metana di permukaannya, sebagian besar astronom berpendapat bahwa Ganimede mungkin memiliki lautan air asin cair yang terkubur jauh di bawah permukaan berbatunya.

Menurut Science Daily, studi terbaru oleh wahana antariksa Juno yang mengorbit Jupiter menunjukkan bahwa lautan di Ganimede dapat terdiri dari beberapa lapisan air asin, yang dipisahkan oleh lapisan es yang tebal dalam fase yang berbeda, dengan lapisan cairan terdalam dapat secara langsung menutupi mantel berbatunya.
Keempat, Ganimede Punya Tudung Es di Kutubnya
Bagaikan Arktik atau Antarika di Bumi, Ganimede diketahui memiliki es di kutub yang kemungkinan terdiri dari air yang membeku. Tudung es di kutub-kutub Ganimede tersebut diketahui membentang hingga garis lintang 40 derajat.

Menurut Lunar and Planetary Institute, tudung es tersebut terbentuk akibat dari pembombardiran plasma pada medan magnetnya yang memaksa molekul air untuk bermigrasi ke garis lintang lebih tinggi, di mana air tersebut kemudian berubah membeku.

Kelima, Ganimede atau Ganymede?
Bulan terbesar milik Jupiter ini awalnya dinamai sebagai Jupiter III oleh Galileo, tetapi nama tersebut diubah menjadi "Ganymede" berdasarkan saran yang dibuat oleh Johannes Kepler, seorang astronom dan ahli matematika Jerman.

Nama tersebut diambil dari mitologi Yunani, Ganymede, yang diceritakan merupakan seorang pangeran di negara kota Troy yang diculik oleh Zeus untuk menjadi budak bagi para dewa yang tinggal di Gunung Olympus.

Nah, lalu mengapa kami menyebutnya "Ganimede"? Sebab nama tersebut telah diserap ke Bahasa Indonesia dan tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sedikit belajar bahasa, Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain, baik dari bahasa daerah di Indonesia maupun dari bahasa asing seperti Inggris, Belanda, Arab, dan Sanskerta.

Unsur penyerapan tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar: unsur penyerapan yang belum sepenuhnya terserap, serta unsur penyerapan yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Itulah mengapa, "Ganymede" diserap menjadi "Ganimede" dalam bahasa kita.

Nah, itulah lima fakta menarik mengenai Ganimede. Semoga menambah wawasanmu~


Foto: NASA/JPL-Caltech
BERIKAN KOMENTAR ()