Mengapa Satelit Alami Bumi disebut Bulan?

Info Astronomy - Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa satelit alami yang mengelilingi planet Bumi kita disebut Bulan? Mengapa tidak disebut sebagai kucing? Mengapa "Bulan" yang dipilih?

Faktanya, Bulan memiliki sebutan yang berbeda-beda dalam tiap budaya dan bahasa yang berbeda pula. Sebagai contoh, orang-orang Romawi menyebut Bulan sebagai Luna. Sementara orang-orang Yunani menamainya sebagai Selene.

Perbedaan sebutan ini kemungkinan karena Bulan sudah sangat dikenal sejak zaman prasejarah. Orang-orang terdahulu bisa dengan bebas menyebut satelit alami Bumi kita dengan nama apapun. Dengan demikian, sebutan bagi satelit alami Bumi kita ini pun dikembangkan oleh masing-masing bahasa yang berbeda, dan bukannya dipilih secara serempak.

Lain lagi dalam bahasa Inggris, satelit alami Bumi kita ini disebut sebagai Moon. Kata Moon sendiri berasal dari rumpun bahasa Proto-Jermanik, berasal dari kata yang terdengar serupa yang mulai digunakan beberapa ribu tahun yang lalu di Eropa Utara.

Bagaimana dengan sebutan "Bulan" dalam bahasa Indonesia? Rupanya, sebutan tersebut berasal dari rumpun bahasa Proto-Melayu-Polinesia. Rumpun bahasa ini merupakan sebuah cabang utama dari rumpun bahasa Austronesia yang mencakup semua bahasa Austronesia yang dipertuturkan di luar Taiwan dan memiliki jumlah penutur sekitar 351 juta jiwa, termasuk di Indonesia.

Yang menarik, tak hanya dalam bahasa Indonesia kita menyebut satelit alami Bumi sebagai "Bulan", melainkan para penutur bahasa yang rumpun bahasanya juga dari Proto-Melayu-Polinesia seperti bahasa CebĂș, bahasa Hiligaynon, bahasa Tagalog, dan tentunya bahasa Melayu juga menyebutnya sebagai Bulan.

Bulan Planet Lain
Sampai di sini, kita mengetahui bahwa satelit alami yang mengelilingi Bumi dinamai sebagai Bulan atau Moon. Lalu, bagaimana dengan satelit alami yang mengelilingi planet lain?

Penamaan Bulan atau Moon untuk satelit alami Bumi kita dilakukan karena sejak dahulu kala, manusia belum mengetahui bahwa planet-planet lain juga memiliki satelit alami, sampai akhirnya Galileo menemukan bahwa Jupiter memiliki empat satelit alami pada Januari 1610 silam.

Satelit-satelit alami di sekitar planet lain secara kolektif juga disebut sebagai bulan karena mereka memegang posisi yang sama terhadap planet induknya seperti yang Bulan lakukan terhadap Bumi kita.

Namun, untuk membedakan, bulan-bulan milik planet lain ini diberikan nama tersendiri. Seperti Ganimede (bulan milik Jupiter), Titan (bulan milik Saturnus), atau Charon (bulan milik Pluto). Berbeda dengan sebutan "Bulan" untuk satelit alami Bumi kita yang berkembang dalam budaya dan bahasa yang berbeda, nama-nama untuk bulan yang mengelilingi satelit alami dipilih dan digunakan dengan nama yang sama di seluruh budaya dan bahasa.

Oh, sebentar. Kita baru saja belajar bahasa, bukan astronomi~


Foto: NASA
Referensi: Wiktionary, ABVD Max Planck Institute
BERIKAN KOMENTAR ()