Melihat Ultima Thule Lebih Detail

Info Astronomy - Pada tanggal 31 Desember 2018, wahana antariksa New Horizons membuat sejarah dengan menjadi wahana antariksa pertama yang berpapasan dengan Objek Sabuk Kuiper (KBO) bernama Ultima Thule (2014 MU69).

Ya, New Horizons juga yang pada tahun 2015 silam sempat berpapasan dengan planet kerdil Pluto, dan papasan dengan Ultima Thule ini terjadi kira-kira dua setengah tahun setelah New Horizons menjadi misi pertama dalam sejarah yang berhasil mendekati Pluto.

Nah, sama seperti pertemuan dengan Pluto, pertemuan wahana antariksa New Horizons dengan Ultima Thule juga menghasilkan banyak penelitian ilmiah serta gambar-gambar sang objek yang diteliti dengan detail yang benar-benar menakjubkan.

Berkat kerja keras dari para astronom di JHUAPL, kita kini akhirnya bisa melihat gambar beresolusi tinggi pertama dari New Horizons yang menampilkan Ultima Thule, yang mana gambarnya bisa kamu lihat di atas artikel ini.

Gambar tersebut diperoleh dari instrumen Multicolor Visible Imaging Camera (MVIC), sebuah kamera bersudut lebar yang juga merupakan salah satu dari dua komponen yang membentuk teleskop Ralph pada wahana antariksa New Horizons. Gambar dipotret pada 1 Januari 2019, ketika New Horizons berjarak 6.700 km dari Ultima Thule.

Memiliki resolusi 135 meter per piksel, instumen MVIC kemudian melakukan pengolahan gambar untuk akhirnya dikirim kembali ke Bumi sebagai bagian dari paket data wahana antariksa New Horizons.

Pada awalnya, gambar yang dihasilkan MVIC tidak sedetail ini. Gambar yang baru dirilis ini sudah melalui proses yang dikenal sebagai dekonvolusi, proses di mana gambar tersebut dipertajam untuk meningkatkan detail halus (yang juga memperkuat noise gambar jika dilihat pada kontras tinggi).

Gambar dekonvolusi tersebut pun berhasil mengungkapkan detail topografi baru di sepanjang terminator (batas siang dan malam) di dekat bagian atas Ultima Thule.

Tak hanya itu, gambar terbaru ini juga mengungkapkan ada banyak lubang kecil yang berdiameter sekitar 700 meter di permukaan Ultima Thule. Kedua lobus Ultima Thule yang kembar dempet ini juga menunjukkan banyak pola terang dan gelap yang menarik, belum lagi keberadaan fitur semacam "kerah" terang di antara dua lobus tersebut.

Saat ini, tidak jelas bagaimana fitur dan pola pada Ultima Thule bisa terbentuk, tetapi ada beberapa kemungkinan yang dapat mengungkapkan banyak tentang sejarah objek tersebut. Sebagai contoh, depresi yang dalam pada permukaan Ultima Thule bisa jadi dihasilkan dari tabrakan dengan objek besar. Atau bisa juga merupakan hasil dari proses lain, seperti keruntuhan internal.

Studi lebih lanjut tentang fitur dan pola ini dapat mengungkapkan petunjuk tentang bagaimana Ultima Thule terbentuk pada masa-masa awal tata surya, circa 4,5 miliar tahun yang lalu.

Alan Stern, Investigator Utama dari misi New Horizons dari Southwest Research Institute (SwRI), menjelaskan, "Gambar baru ini mulai mengungkap perbedaan dalam karakter geologis dari dua lobus Ultima Thule. Selama sebulan ke depan, kami harap bisa mendapatkan lebih banyak gambar dengan resolusi yang lebih baik untuk membantu mengungkap banyak misteri Ultima Thule."

Saat ini, wahana antariksa New Horizons sendiri telah berada pada jarak sekitar 6,64 miliar kilometer dari Bumi dan sedang bergerak menuju tepian tata surya dengan kecepatan lebih dari 50.700 kilometer per jam. Wahana antariksa nirawak tersebut diperkirakan masih bisa terus aktif hingga tahun 2021.


Foto: NASA/SwRI/JHUAPL
BERIKAN KOMENTAR ()