Mana yang Lebih Dulu, Lubang Hitam atau Galaksi?

Ilustrasi. Kredit: Digitalblasphemy
Info Astronomy - Ketika kita mengamati galaksi di seluruh alam semesta, kita menemukan bahwa kebanyakan dari mereka memiliki lubang hitam supermasif di pusatnya. Seperti Galaksi Bimasakti kita sendiri, misalnya, yang memiliki lubang hitam dengan massa sekitar 4 juta kali massa Matahari.

Nah, hubungan antara lubang hitam dan galaksi ini memunculkan pertanyaan menarik tentang asal usul dan evolusi galaksi. Apakah galaksi terbentuk dengan cara mengelilingi lubang hitam, atau apakah lubang hitam terbentuk di dalam galaksi muda? Dengan kata lain, mana yang lebih dulu, ayam atau... eh, lubang hitam atau galaksi?

Setidaknya, kini diketahui ada dua model dasar tentang asal-usul galaksi. Salah satu model tersebut menjelaskan bahwa, dulunya, awan gas seukuran supergugus galaksi mengalami keruntuhan. Awan ini kemudian terpecah menjadi awan gas seukuran galaksi yang terus runtuh menjadi galaksi seutuhnya.

Ketika telah menjadi galaksi seutuhnya, bintang-bintang terbentuk dalam debu dan gas di sana, lalu akhirnya mereka semua runtuh menjadi lubang hitam, yang kemudian tumbuh menjadi lubang hitam supermasif seiring waktu.

Sementara itu, model lainnya ada pula yang menjelaskan bahwa galaksi terbentuk dari kumpulan-kumpulan gas dan debu yang runtuh, yang kemudian bergabung membentuk galaksi. Galaksi-galaksi ini kemudian membentuk gugus galaksi, dan gugus-gugus galaksi membentuk supergugus galaksi. Dalam model yang satu ini, bintang dan lubang hitam cenderung terbentuk lebih dulu sebelum galaksi.

Mana model yang benar? Rupanya, kedua model itu memiliki beberapa bukti pengamatan yang mendukungnya. Ketika kita melihat distribusi galaksi di seluruh alam semesta, misalnya, kita bakal menemukan bahwa mereka dikelompokkan dalam gugus maupun supergugus.

Galaksi sendiri merupakan kumpulan bintang. Jadi, jelas, bintang-bintang (yang akan menjadi lubang hitam) tampaknya terbentuk lebih dulu. Tetapi, definisi galaksi bagi para astronom adalah berbeda: Galaksi adalah kondensasi materi biasa yang terikat oleh materi gelap.

Materi biasa, dalam hal ini, tidak harus dalam bentuk bintang, bisa saja hanya dapat berupa gas yang terdiri dari unsur-unsur dalam tabel periodik. Mungkin saja galaksi-galaksi pertama di alam semesta adalah kumpulan gas yang sangat padat, tanpa bintang sama sekali. Baru kemudian bintang pertama terbentuk dari gas yang sangat padat itu.

Jadi, bila pertanyaannya adalah mana yang lebih dulu antara lubang hitam atau galaksi, menurut definisi para ilmuwan, jawabannya adalah galaksi, walaupun masih harus diteliti dulu seperti apa wujud galaksi-galaksi awal tersebut.
BERIKAN KOMENTAR ()