Mengapa Bintang Tampak Diam Padahal Galaksi Bergerak?

Kredit: InfoAstronomy.org
Info Astronomy - Seperti yang telah diketahui, galaksi Bimasakti, dan tentu galaksi-galaksi lainnya, terus bergerak di alam semesta. Planet kita, Matahari, tata surya, dan seluruh bintang di galaksi kita terus berputar.

Nah, jika galaksi dan seluruh isinya memang bergerak, itu berarti posisi relatif dari bintang-bintang ini juga harus berubah di langit malam kita, kan? Tapi, mengapa saat kita mengamati langit malam, bintang-bintang selalu tampak pada posisi yang "tetap" setiap harinya? Mengapa bintang tampak tak bergerak jika galaksi terus bergerak?

Ternyata, ada alasan yang sangat sederhana di baliknya.

Memang, sangat mudah bagi pertanyaan semacam itu untuk muncul di kepalamu, terutama ketika kamu melihat segala sesuatu dari perspektif manusia. Namun, begitu kamu tahu dan memahami betapa luar biasa besarnya alam semesta, kamu bisa mulai paham nantinya.

Gerakan Bintang-bintang
Benar bahwa bintang-bintang tampak tidak bergerak. Meski begitu, setiap bintang yang kamu lihat di langit malam, pada kenyataannya, terus bergerak.

Hanya saja, gerakan bintang-bintang di galaksi kita relatif lambat. Tabrakan antara galaksi Bimasakti dan Andromeda saja tidak akan terjadi setidaknya selama 4 miliar tahun lagi, yang seharusnya bisa memberimu gambaran tentang bagaimana lambatnya galaksi kita bergerak melalui ruang angkasa.

Gerakan-gerakan bintang ini tercatat terjadi pada kecepatan hanya beberapa kilometer per detik, yang mungkin akan dianggap cukup cepat oleh kebanyakan orang, tetapi ketika kita berbicara tentang alam semesta, kecepatan tersebut sangatlah lambat.

Ditambah lagi, jarak dari Bumi kita ke bintang-bintang di alam semesta sangatlah jauh. Dan jarak yang jauh itulah yang membuat bintang tampak seolah tidak bergerak.

Bintang-bintang berjarak begitu jauh sehingga mata kita tidak dapat mendeteksi gerakan mereka. Tetapi, dengan instrumen pengamatan yang sensitif, kita dapat dengan mudah mendeteksi gerakan bintang-bintang tersebut.

Coba bayangkan seperti ini: Kamu sedang mengemudi mobil menyusuri jalan raya di pegunungan dengan kecepatan 60 kilometer per jam. Kamu pasti akan melihat tiang-tiang listrik di sisi jalan melaju melewati mobilmu, tetapi gunung-gunung yang jauh akan tampak hampir tidak bergerak sama sekali, bukan? Padahal, keduanya bergerak dengan kecepatan yang sama (60 kilometer per jam) relatif terhadapmu.

Pegunungan tadi tampak bergerak lebih lambat daripada tiang listrik di sisi jalan karena efek perspektif yang dikenal sebagai paralaks. Secara umum, semakin jauh sebuah objek darimu, semakin sedikit gerakannya yang bisa dilihat dalam bidang pandangmu.

Nah, bintang-bintang (bahkan yang terdekat) berjarak lebih jauh daripada pegunungan tadi, membuat gerakan mereka dalam bidang pandang kita menjadi sangat kecil, kecil sekali. Tetapi pada kenyataannya, bintang-bintang terus bergerak mengelilingi galaksi.
BERIKAN KOMENTAR ()