Istilah Astronomi Hari Ini: Kerdil Merah

Kerdil merah. Kredit: InfoAstronomy.org
Info Astronomy - Bintang kerdil merah, atau yang juga disebut sebagai kerdil M atau bintang tipe-M, merupakan jenis bintang yang jumlahnya paling banyak di alam semesta. Mari berkenalan lebih dekat dengannya~

Sesuai namanya, bintang ini adalah bintang yang kecil. Mereka memiliki massa mulai dari sekitar 0,08 hingga 0,6 kali massa dari Matahari saja. Dengan begitu, objek yang lebih kecil dari bintang kerdil merah adalah apa yang disebut sebagai kerdil cokelat, jenis bintang gagal yang tidak bersinar melalui fusi termonuklir hidrogen.

Di galaksi Bimasakti, sekitar tiga perempat dari seluruh bintangnya diketahui merupakan jenis bintang kerdil merah. Jumlah jenis bintang ini bahkan lebih tinggi dalam sebuah galaksi elips.

Pada diagram Hertzsprung-Russell, diagram yang menjabarkan luminositas bintang yang berkaitan erat terhadap suhunya, kerdil merah termasuk dalam kelas bintang deret utama terdingin, lebih dingin dari jenis bintang seperti Matahari.

Dengan suhu permukaan yang "hanya" sekitar 1.700–3.200 derajat Celsius, bintang ini tampak berwarna merah. Selain suhunya cukup adem, kerdil merah juga merupakan bintang yang paling redup, dengan luminositasnya yang hanya antara sekitar 0,0001 hingga 0,1 kali Matahari.

Walau begitu, kerdil merah memiliki usia yang sangat panjang. Sementara bintang seperti Matahari memiliki masa hidup sekitar 10 miliar tahun, sebuah kerdil merah bisa memiliki masa hidup hingga triliunan tahun. Ini dikarenakan massanya yang tidak terlalu besar, sehingga mereka tidak jor-joran dalam melakukan fusi termonuklir di intinya.

Bintang kerdil merah tidak akan melewati fase raksasa merah seperti halnya Matahari 5 miliar tahun mendatang dalam tahap evolusi mereka. Karena konveksi terjadi melalui seluruh bintang, hidrogen dalam tubuh kerdil merah secara konstan diresirkulasi dari daerah luar ke inti.

Bintang seperti Matahari tidak sepenuhnya konvektif seperti kerdil merah, dan dengan demikian membakar hanya 10 persen dari total hidrogen yang terletak di inti mereka. Ketika hidrogen itu habis, bintang-bintang seperti Matahari akan memperluas lapisan terluarnya menjadi bintang raksasa merah.

Di sisi lain, kerdil merah akan membakar seluruh pasokan hidrogen yang ada pada intinya, sampai kemudian mereka akan menjadi lebih panas dan lebih kecil, berubah menjadi kerdil biru, yang pada akhirnya akan mengakhiri hidup mereka sebagai kerdil putih.

Karena luminositasnya yang rendah, zona laik huni (area dekat bintang tempat air cair dapat ditemukan di permukaan planet yang mengitarinya) kerdil merah sangat dekat dengannya. Bintang keridl merah terdekat yang diketahui diorbiti planet laik huni adalah Proxima Centauri.

Nah, itulah sedikit informasi mengenai bintang kerdil merah. Semoga menambah wawasanmu.
BERIKAN KOMENTAR ()