Empat Tabrakan Lubang Hitam Ditemukan

Ilustrasi. Kredit: LIGO/Caltech/MIT
Info Astronomy - Sekitar 5 miliar tahun yang lalu, di galaksi yang jauh, jauh sekali, dua lubang hitam raksasa, dengan massa masing-masing 34 dan 51 kali massa Matahari, mengalami merger, bergabung menjadi satu lubang hitam monster bermassa 80 kali massa Matahari.

Peristiwa dramatis tersebut melepaskan energi setara dengan 5 kali massa Matahari dalam bentuk gelombang gravitasi, menyebar melalui ruang angkasa dengan kecepatan secepat cahaya. Pada 29 Juli 2017, gelombang gravitasi tersebut mencapai Bumi, terdeteksi oleh perangkat pengukur paling presisi yang pernah dibuat oleh manusia.

Dikatalogkan sebagai GW170729, gelombang gravitasi tersebut adalah yang paling kuat dari empat gelombang gravitasi baru yang dideteksi oleh detektor LIGO (Laser Interferometry Gravitational-wave Observatory) di AS dan detektor Virgo di Italia.

Selain GW170729, tiga gelombang gravitasi lainnya yang baru ditemukan adalah GW170809, GW170818, dan GW170823. Keempatnya kini menambah jumlah gelombang gravitasi yang telah ditemukan menjadi 11, dengan satu di antaranya merupakan merger antara dua bintang neutron.

Menurut Patricia Schmidt, salah satu astronom dalam studi ini, penemuan empat gelombang gravitasi baru ini dapat membantu para astronom untuk mengkarakterisasi sifat populasi lubang hitam biner dan frekuensi kejadian merger mereka di alam semesta. Dalam makalah ilmiahnya, tim astronom ini menemukan bahwa tingkat penggabungan lubang hitam biner mencapai antara 10 hingga 100 merger per kubik gigaparsec.

Apa Itu Gelombang Gravitasi?
Gelombang gravitasi adalah riak yang tak terlihat di luar angkasa. Bagaikan riak pada kolam yang tenang ketika kita melemparkan batu.

Para astronom telah mengetahui tentang gelombang gravitasi sejak lama, lebih dari 100 tahun yang lalu. Kala itu, seorang ilmuwan hebat bernama Albert Einstein memberikan gagasan tentang gravitasi dan ruang-waktu.

Einstein meramalkan bahwa sesuatu yang istimewa bisa terjadi ketika dua benda — seperti planet atau bintang — saling mengorbit. Einstein percaya bahwa gerakan semacam ini bisa menyebabkan kemunculan riak di ruang angkasa. Riak-riak ini akan menyebar ke segala penjuru semesta, dan para astronom menyebut riak tersebut sebagai gelombang gravitasi.

Gelombang gravitasi memang tidak terlihat. Namun, mereka bergerak sangat cepat. Mereka melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya (hampir 300 ribu kilometer per detik). Gelombang gravitasi meregangkan apa pun yang mereka lewati. Kita di Bumi bisa mendeteksi gelombang gravitasi ini ketika mencapai detektor di Bumi.
BERIKAN KOMENTAR ()