Purnama Keduabelas di Tahun 2018

Bulan purnama terbit. Kredit: Martin Marthadinata
Info Astronomy - Segera setelah Matahari terbenam senja ini (23/10), Bulan purnama keduabelas tahun ini akan terbit di ufuk timur.

Fase Bulan purnama adalah ketika seluruh permukaan Bulan yang tersinari Matahari mengharap ke Bumi karena posisi Matahari-Bumi-Bulan segaris lurus di tata surya. Walau begitu, ketiganya tidak benar-benar segaris lurus, bidang orbit Bulan terhadap Bumi miring sekitar 5 derajat, membuat gerhana Bulan tidak terjadi setiap purnama.

Secara astronomis, Bulan masuk fase purnama tepat pada 23 November 2018, pukul 12:39 WIB. Tapi, karena posisi Bulan berada 180 derajat dari posisi Matahari di langit Bumi, pada saat mencapai purnama itu ia tidak bisa diamati karena belum terbit. Jadi kita perlu menunggu Matahari terbenam terlebih dahulu.

Pada saat Bulan mencapai fase purnama, ia akan terletak pada deklinasi +16°04', menggantung di depan rasi bintang Taurus. Jaraknya dari Bumi akan mencapai sekitar 372.000 kilometer, membuatnya akan muncul dengan diameter sudut selebar 32'02".

Fakta-fakta Menarik Bulan Purnama
Bulan purnama 23 November 2018 ini merupakan yang keduabelas di tahun 2018, sebab pada Januari 2018 kemarin terjadi dua kali Bulan purnama, sehingga tahun ini ada tigabelas fase Bulan purnama. Tapi selain fakta ini, berikut beberapa fakta menarik lainnya:

Pertama, Bulan tidak 100% tersinari Matahari. Ya, tahukah kamu kalau pada puncak purnama sekalipun, wajah Bulan yang tersinari Matahari dalam pandangan dari Bumi tidak pernah lebih dari 99,8% saja? Bukan 100%?

Hal ini disebabkan oleh kemiringan bidang orbit Bulan yang mencapai 5 derajat terhadap orbit Bumi seperti yang telah disinggung di atas sebelumnya, sehingga cahaya dari Matahari yang menyinari Bulan saat purnama tidak 100% sempurna, tetapi ada sedikit bagian di tepian Bulan yang masih gelap.

Walau begitu, Bulan purnama tampak terlihat penuh karena mata kita kesulitan melihat sisa permukaan Bulan yang belum tersinari Matahari tersebut. Namun, bila kamu mengamatinya dengan teleskop, kamu mungkin bisa menemukannya.

Kedua, purnama digolongkan sebagai "fase Bulan primer". Bulan Purnama adalah fase ke-3 dari 4 fase Bulan primer yang terjadi pada waktu tertentu. Tiga fase Bulan primer lainnya adalah fase Bulan baru, Bulan perbani awal, dan Bulan perbani akhir.

Selain itu, ada 4 fase peralihan yang terjadi di antara fase-fase Bulan primer tadi, yang di antaranya adalah fase Bulan sabit awal, Bulan cembung, Bulan benjol, dan Bulan sabit akhir.

Ketiga, purnama menyebabkan pasang air laut yang lebih tinggi. Pasang di lautan Bumi sebagian besar dihasilkan oleh tarikan gravitasi Bulan dari satu sisi Bumi ke sisi lainnya. Perbedaan terbesar antara pasang tinggi dan surut adalah pada fase Bulan purnama dan Bulan baru.

Selama fase-fase Bulan tersebut, gaya gravitasi Bulan dan Matahari bergabung untuk menarik air laut di permukaan Bumi ke arah yang sama.

Nah, itulah sedikit informasi mengenai Bulan purnama malam ini beserta fakta-fakta menariknya. Semoga cuaca cerah dan kita bisa menikmati Bulan purnama keduabelas ini, ya~
BERIKAN KOMENTAR ()