Mengenal Barnard b, Planet Asing Terdekat Kedua dari Bumi

Ilustrasi. Kredit: ESO/M. Kornmesser
Info Astronomy - Sebuah penemuan planet asing baru saja diumumkan. Planet jenis bumi super berhasil ditemukan mengorbit bintang kerdil merah yang dikenal sebagai bintang Barnard. Terletak hanya 6 tahun cahaya jauhnya, ia menjadi planet terdekat kedua dari tata surya kita yang pernah diketahui.

Disebut sebagai Barnard b, planet ini diperkirakan memiliki massa 3,2 kali massa Bumi. Dibandingkan dengan Bumi yang butuh sekitar 356 hari untuk sekali mengorbit Matahari, planet Barnard b hanya butuh 233 hari saja.

Planet asing ini ditemukan oleh tim astronom yang dipimpin Ignasi Ribas dari Institute of Space Sciences di Spanyol. Menurut Ribas, menemukan planet asing yang berada di dekat tata surya bukanlah untuk serta-merta mengunjunginya, tetapi lebih untuk memahami populasi planet di lingkungan kosmis sekitar kita.

Bintang Barnard sendiri merupakan sebuah bintang tunggal terdekat dari Matahari kita. Ia adalah bintang terdekat kedua setelah sistem bintang biner Alpha Centauri, yang terdiri dari tiga bintang. Salah satu bintang dalam sistem itu, Proxima Centauri, adalah yang terdekat dari Matahari (4,2 tahun cahaya).

Nah, Proxima Centauri diketahui memiliki planet asing juga yang mengelilinginya, yang disebut sebagai Proxima b. Dengan begitu, Barnard b merupakan planet asing terdekat kedua.

Penemuan planet Barnard b sendiri berhasil dilakukan dengan mengmati goyangan pada bintang induknya, yang dikenal sebagai metode kecepatan radial. Ribas dan rekan-rekannya menggunakan lebih dari 700 pengamatan terhadap bintang Barnard dalam data yang dikumpulkan selama kurang lebih 20 tahun. Dari data-data itu, goyangan dan penurunan cahaya Barnard ternyata terjadi secara periodik.

Ya, ketika ada sebuah planet yang mengitari bintang, para astronom dapat melihat bahwa posisi bintang tampak bergoyang karena mengitari pusat massa di antara dirinya dan planet yang mengitarinya. Begitu pun dengan cahayanya, yang akan mengalami peredupan karena ada planet yang lewat di depannya dalam pandangan dari Bumi.
Ilustrasi permukaan Barnard b. Kredit: ESO/M. Kornmesser
Bintang Barnard, yang juga dikenal sebagai GJ 699, termasuk dalam jenis bintang yang memiliki massa yang sangat rendah, sekitar sepertujuh dari massa Matahari kita. Keluaran energi dan radiasinya pun juga kecil, hanya sekitar 2 persen dari Matahari kita.

Namun, jenis bintang kerdil merah seperti Barnard ini justru merupakan bintang yang potensial untuk mendukung kehidupan asing, sampai-sampai ada kampanye bernama Red Dots, sebuah gerakan yang diusung oleh para astronom keplanetan untuk menemukan planet di sekitar bintang-bintang terdekat Bumi.

Kembali lagi ke Barnard b, sayangnya planet ini diketahui berada lima kali lebih jauh dari zona laik huni bintang induknya, meskipun jarak orbitnya hanya sekitar 0,4 kali jarak orbit Bumi dalam mengorbit Matahari. Dengan begitu, kemungkinan adanya air dalam bentuk cair di planet ini sangat tipis.

Tetapi, jika memang planet Barnard b ini merupakan planet terestrial atau berbatu, maka "sangat mungkin ia merupakan planet yang membeku", kata Ribas. Suhu rata-rata planet ini diperkirakan mencapai sekitar -170° Celsius.

Masih banyak yang tidak diketahui tentang Barnard b. Sejauh ini, para astronom hanya mengtahui massanya, bukan ukurannya, dan 3,2 massa Bumi adalah perkiraan minimum. Juga belum jelas bagaimana kemiringan planet terhadap bintangnya, atau apakah planet itu memiliki planet pendamping atau tidak di sistem bintangnya.

Tetapi yang jelas, ini adalah salah satu penemuan planet ekstrasurya yang paling menarik yang pernah dilakukan. Planet bumi super merupakan planet berbatu mirip Bumi, namun memiliki ukuran yang jauh lebih besar. Mengetahui ada bumi super yang berada dekat di lingkungan kosmis kita adalah hal yang sangat menarik, setidaknya untuk para astronom.

Planet asing Barnard b mungkin adalah planet berbatu yang membeku dan tidak bisa dihuni. Tetapi untuk saat ini, ia adalah sistem keplanetan tetangga terdekat kedua yang kita miliki di alam semesta yang luas ini.

Kamu bisa baca hasil studi Barnard b lebih lengkap di jurnal Nature.
BERIKAN KOMENTAR ()