Menanti Puncak Hujan Meteor Taurid 2018

Hujan meteor. Kredit: Istimewa
Info Astronomy - Hujan meteor Taurid mungkin termasuk dalam peristiwa hujan meteor minor, yakni berintensitas rendah. Namun, hujan meteor ini memiliki persentase kemunculan fireball yang cukup tinggi.

Apa itu fireball? Fireball merupakan sebuah meteor juga, namun muncul sangat terang karena ukurannya sedikit lebih besar. Walau begitu, fireball tidak berbahaya, sebab mereka juga akan terbakar habis di atmosfer sebelum bisa mencapai permukaan Bumi.

Setiap tahunnya, hujan meteor Taurid memiliki dua waktu puncak, yakni tanggal 5 November dan 12 November. Lalu, apa bedanya ya?

Taurid 5 November 2018
Hujan meteor Taurid 5 November. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org
Taurid yang terjadi pada 5 November dikenal sebagai Taurid Selatan, itu karena titik radiannya -- titik kemunculan meteor -- berasal di arah selatan dari rasi bintang Taurus, rasi bintang yang terkenal dengan bintang merah terangnya, Aldebaran.

Hujan meteor Taurid berasal dari remah-remah Komet 2P/Encke. Komet tersebut pernah mengorbit ke tata surya bagian dalam. Tiap tanggal 5-12 November, Bumi melintasi bekas jalur orbit komet tersebut, sehingga masuklah remah-remah yang ditinggalkan komet tadi ke atmosfer Bumi sebagai meteor.

Akan ada sekitar 10 meteor per jam bila kamu mengamatinya di lokasi bebas polusi cahaya dan cuaca cerah. Meteor-meteor akan paling banyak berasal dari arah rasi bintang Taurus, tapi bila kamu tidak tahu posisinya cukup amati langit sambil berbaring saja.

Taurid 12 November 2018
Taurid 12 November. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org
Sama seperti Taurid yang terjadi pada 5 November, Taurid yang dikenal juga sebagai Taurid Utara ini (karena titik radiannya di arah utara rasi bintang Taurus) juga berasal dari remah-remah Komet 2P/Encke. Akan ada sekitar 10 meteor per jam juga pada puncaknya.

Waktu terbaik untuk mengamati, baik Taurid Selatan maupun Taurid Utara, adalah mulai dari tengah malam hingga menjelang Subuh, karena pada saat itu kondisi langit sedang gelap-gelapnya sebab Matahari sudah tiba di nadir.

Secara umum, hujan meteor Taurid Utara lebih sering menampilkan fireball daripada Taurid Selatan. Tapi, seberapa banyak meteor yang akan kamu lihat nanti akan bergantung pada seberapa jauh lokasi pengamatanmu dari gangguan lampu kota. Jika meteor yang kamu lihat tidak cukup terang atau bahkan tidak muncul sama sekali, kamu mengamati di area berpolusi cahaya. Mamam~

Pengamatan duo hujan meteor Taurid ini bisa dilakukan di seluruh Indonesia. Kamu juga tidak membutuhkan teleskop sama sekali untuk pengamatan hujan meteor ini. Bidang pandang teleskop yang sempit hanya akan menyulitkanmu, yang kamu butuhkan adalah area dengan medan pandang luas, segelas kopi, dan teman pengamatan.

Selamat berburu meteor!
Infografik: Riza/InfoAstronomy.org
BERIKAN KOMENTAR ()