Mari Berburu Komet 46P/Wirtanen!

Komet 46P. Kredit: Roman Kulesza
Info Astronomy - Sudahkah kamu mendengar tentang adanya Komet 46P/Wirtanen? Bila belum, InfoAstronomy.org dengan bangga mengenalkannya padamu di artikel ini.

Komet 46P saat ini sedang hangat diperbincangkan oleh para astronom. Bagaimana tidak, sebab lintasan orbit komet ini akan mencapai jarak paling dekat dengan Matahari dan Bumi kita pada bulan Desember 2018 mendatang. Dengan begitu, kenampakan sang komet akan mencapai yang paling terangnya di langit malam saat ini.

Namun, pada November ini, Komet 56P belum bisa terlihat dengan mata karena masih terlalu redup. Tetapi untukmu yang sudah punya teleskop, inilah kesempatan terbaik untuk berburu komet!

Nantinya, pada Desember 2018, barulah Komet 46P mungkin bisa terlihat oleh mata telanjang, setidaknya bisa diamati dari lokasi pengamatan yang sangat gelap. Mengapa Desember? Sebab pada 12 Desember 2018, 46P akan berada pada jarak terdekat dengan Matahari. Lalu beberapa hari kemudian, pada 16 Desember 2018, ia akan berada pada jarak terdekat dengan Bumi.

Tapi pertama-tama, seberapa dekat komet ini akan datang?

Menurut informasi dari Universitas Maryland, pada jarak terdekatnya nanti, Komet 46P akan berada sekitar 30 kali jarak Bumi-Bulan, atau sekitar 11,5 juta kilometer dari Bumi.

Jarak tersebut relatif lebih dekat bila dibandingkan dengan komet lain yang beberapa bulan lalu mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi, 21P/Giacobini-Zinner, yang masih mencapai 58 juta kilometer jauhnya.

Komet 46P sendiri termasuk dalam famili komet Jupiter. Itu artinya, komet ini mengorbit Matahari di dalam orbit Jupiter, tapi tidak pernah masuk ke dalam orbit Bumi (lihat grafik di bawah biar lebih memahami).
Ilustrasi orbit 46P. Kredit: astro.vanbuitenen.nl
Diketahui, Komet 46P mengorbit Matahari sekali setiap 5,4 tahun, dan 2018 adalah tahun di mana ia akan berada pada jarak paling dekat sejak penemuannya sekitar 70 tahun yang lalu oleh astronom Amerika, Carl A. Wirtanen pada 17 Januari 1948.

Lalu, seberapa terang komet ini nantinya di langit Bumi? Sayangnya, tidak ada yang tahu pasti. Kecerahan komet tidak dapat diprediksi. Perkiraan menunjukkan bahwa Komet 46P mungkin akan mencapai magnitudo visual +3,5 hingga +6 pada Desember nanti.

Untungnya, para astronom dari Universitas Maryland menyediakan laman web khusus yang menyediakan informasi terbaru tentang kecerahan Komet 46P setiap saat, yang bisa kamu akses dengan klik di sini.

Grafik di bawah ini menunjukkan magnitudo visual komet berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, serta prediksi kecerahannya juga untuk Desember 2018:
Kurva cahaya 46P. Kredit: Univ. Maryland
Oh iya, yang paling penting, akankah komet ini bisa terlihat dengan mata telanjang? Di beberapa lokasi pengamatan di Bumi, beberapa pengamat sudah bisa mengamati Komet 46P ini menggunakan teleskopnya. Pada awal November, komet ini diperkirakan memiliki magnitudo visual +8, menjadikannya komet paling terang di langit untuk saat ini, walaupun masih tidak terlihat oleh mata telanjang.

Pada pertengahan Desember nanti, 46P mungkin mencapai magnitudo visual +3,5 hingga +6, yang mana pada magnitudo itu kemungkinan dapat terlihat oleh mata telanjang sebagai objek redup kehijauan dari langit yang gelap. Semakin kecil angka magnitudo, semakin cerah sebuah benda langit.

Dengan mengamati sang komet pada Desember nanti menggunakan teropong dan teleskop kecil, kamu nantinya bisa melihat bagian atmosfer komet yang menyebar, yang mungkin tampak sangat besar. Sementara itu, inti komet ini diketahui hanya berdiameter sekitar 1,2 kilometer saja.

Akankah komet ini menampakkan ekornnya? Sayangnya, ketika komet ini akan berada pada jarak paling dekat dengan Bumi, ekor ionnya akan berada di belakang komet dalam pandangan dari Bumi, sehingga tidak terlihat. Kita hanya akan melihat bagian koma komet yang kehijauan saja.

Dan yang jelas, pengamatan dengan mata telanjang, teropong, maupun dengan teleskop wajib dilakukan di lokasi pengamatan yang masih bebas polusi cahaya, jauh dari lampu-lampu kota, dan cakung (cuaca mendukung~).

Jadi, jangan terlalu berekspektasi tinggi dulu terhadap Komet 46P. Terlebih bagi kamu yang belum pernah melihat komet sama sekali, kamu mungkin akan sangat kesulitan dalam menemukannya, lalu emosi dan mengatakan kalau artikel ini hanya hoaks.

Perlu dicatat bahwa pergerakan komet di langit tidaklah seperti meteor yang bergerak sangat cepat. Karena jaraknya yang jauh dari Bumi, pergerakan komet akan terlihat lambat. Komet bahkan akan mengikuti gerak semu harian Bumi: ia akan terbit dan terbenam.

Nah, biar kamu tidak bingung bagaimana menemukan sang komet, berikut letaknya pada 15 November 2018:
Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org
Dari infografik di atas, kita bisa melihat Komet 46P di langit tenggara, ketinggian sekiar 36 derajat dari cakrawala, pada pukul 19:00 malam waktu setempat daerah masing-masing. Sayangnya, komet ini masih sangat redup, magnitudo visualnya +11,2.

Pengamatan komet ini memang paling baik dilakukan pada Desember saja. Sebulan kemudian, tepatnya 15 Desember 2018, Komet 46P akan berada di dekat gugus bintang Pleiades dalam pandangan dari Bumi. Inilah awal dari waktu terbaik untuk mengamatinya.
Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org
Pada saat itu, komet kemungkinan akan mencapai puncak kecerahannya, magnitudo visualnya merentang dari +3,5 sampai +6 seperti yang telah disinggung di atas. Rentang magnitudo ini ada karena bisa saja komet pecah saat terlalu dekat dengan Matahari, sehingga malah akan meredupkannya.

Sekarang, mari persiapkan peralatan untuk berburu Komet 46P/Wirtanen yang akan mengunjungi Bumi kita pada Desember mendatang. Sekali lagi, komet tidak dapat diprediksi kecerahannya, tetapi tampaknya yang satu ini setidaknya bisa cukup terang untuk diamati melalui teleskop dan mungkin bisa terlihat dengan mata telanjang.

Selamat berburu komet!
BERIKAN KOMENTAR ()