Istilah Astronomi Hari Ini: Orion

Rasi bintang Orion. Kredit: InfoAstronomy.org
Info Astronomy - Orion mungkin tidak asing bagi sebagian orang yang sering mengamati langit malam. Bagaimana tidak, ia merupakan rasi bintang paling terkenal di langit. Mari kita mengenalnya lebih dekat~

Terletak tepat di atas ekuator langit, Orion mudah dikenali karena memiliki ciri khas: tiga bintang sejajar yang terdiri dari bintang Alnilam, Alnitak, dan Mintaka. Ketiganya merupakan bagian dari asterisma Sabuk Orion.

Nama "Orion" sendiri diambil dari mitologi Yunani, yang memiliki arti "Sang Pemburu". Nama ini diberikan karena rasi bintang Orion merepresentasikan seorang pemburu.

Rasi bintang Orion dapat terlihat jelas di langit malam dari bulan November hingga Februari. Orion berada di langit barat daya jika kamu kebetulan sedang berada di belahan Bumi utara, atau langit barat laut jika kamu berada di belahan Bumi selatan. Terletak pada deklinasi 5 derajat, di Indonesia kita bisa melihat Orion terbit tepat di timur.

Orion diketahui beranggotakan dua dari sepuluh bintang paling terang di langit malam, yakni Rigel (Beta Orionis) dan Betelgeuse (Alpha Orionis). Ada pula sejumlah nebula terkenal dan bisa diamati dengan mata telanjang seperti Nebula Orion (Messier 42), Nebula De Mairan (Messier 43), dan Nebula Kepala Kuda.

Dari 88 rasi bintang resmi di langit, Orion adalah yang terbesar nomor 26, luasnya sekitar 594 derajat persegi di langit. Ia juga termasuk dalam famili Orion bersama dengan rasi bintang Kanis Mayor, Kanis Minor, Lepus, dan Monoseros.

Berisi Bintang-bintang Super Raksasa Biru
Tujuh bintang utama di rasi bintang Orion, dengan pengecualian si raksasa merah Betelgeuse, merupakan jenis bintang super raksasa biru berusia muda. Bila diurutkan menurut magnitudo visualnya, berikut enam bintang tersebut:

Rigel (Beta Orionis). Bintang ini bukanlah bintang tunggal, melainkan sebuah sistem tiga bintang yang saling mengitari barisenternya. Rigel terletak pada jarak sekitar 772,51 tahun cahaya jauhnya dari Bumi. Memiliki magnitudo visual 0,12, ia diketahui 17 kali lebih masif dari Matahari kita, berdiameter 70 kali lebih lebar, dan bersinar 85.000 kali lebih terang.

Bellatrix (Gamma Orionis), merupakan adalah bintang raksasa putih kebiruan yang terletak pada jarak sekitar 240 tahun cahaya dengan magnitudo visual 1,64. Ia diketahui 8 kali lebih masif dari Matahari kita dan memancarkan sekitar 6.400 kali lebih banyak cahaya.

Alnilam (Epsilon Orionis), adalah bintang super raksasa biru yang terletak pada jarak sekitar 1.300 tahun cahaya jauhnya dari Bumi. Magnitudo visual bintang ini mencapai 1,70. Ukurannya 24 kali lebih masif dari Matahari kita dan 250.000 kali lebih bercahaya.

Alnitak (Zeta Orionis). Sebuah bintang yang mirip dengan Rigel: sistem tiga bintang. Terletak pada jarka 700 tahun cahaya dari Bumi kita, bintang ini bersinar dengan magnitudo visual 1,72. Komponen utamanya sekitar 20 kali lebih masif dari Matahari kita dan sekitar 10.000 kali lebih bercahaya.

Saiph (Kappa Orionis), termasuk dalam jenis bintang super raksasa biru yang berjarak 720 tahun cahaya jauhnya. Magnitudo visual bintang ini mencapai 2,06. Massanya sekitar 16 kali massa Matahari dan bersinar 18.000 kali lebih terang.

Terakhir, Mintaka (Delta Orionis), adalah sistem bintang ganda yang berjarak 900 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo visual 2,25. Komponen utamanya adalah dua bintang raksasa biru dengan lebih dari 20 kali massa Matahari dan 90.000 kali luminositas Matahari kita.
BERIKAN KOMENTAR ()