Istilah Astronomi Hari Ini: Aldebaran

Ilustrasi. Kredit: InfoAstronomy.org
Info Astronomy - Aldebaran (Alfa Tauri), adalah bintang paling terang di rasi bintang Taurus, dan merupakan bintang paling terang ke-14 di langit malam. Mari mengenalnya lebih dekat.

Menurut EarthSky, Aldebaran bersinar dengan warna kuning dan termasuk dalam jenis bintang raksasa tipe K5 III. Dalam cahaya tampak, Aldebaran sekitar 153 kali lebih terang daripada Matahari, meskipun suhu permukaannya lebih rendah (kira-kira 3.700 derajat Celsius, dibandingkan dengan Matahari yang mencapai 5.500 derajat Celsius).

Aldebaran berjarak sekitar 65 tahun cahaya jauhnya dari Bumi, jarak yang relatif dekat dalam skala kosmis. Aldebaran juga bukan bintang yang sendirian, ia teramati memiliki bintang pendamping yang kecil dan redup, sejenis kerdil merah tipe-M seperti Proxima Centauri, yang berjarak sekitar 3,5 hari cahaya darinya.

Dengan kata lain, cahaya dari Aldebaran akan membutuhkan waktu perjalanan selama 3,5 hari untuk bisa mencapai bintang pendamping itu, berbeda dengan cahaya dari Matahari kita, yang membutuhkan 8 menit untuk melakukan perjalanan ke Bumi.

Nama Aldebaran sendiri berasal dari istilah bahasa Arab, al-dabarān, yang berarti "pengikut." Nama ini diberikan karena sang bintang tampak selalu mengikuti gugus bintang Pleiades (Messier 45) ketika diamati dari Bumi.
Perbandingan Aldebaran dengan Matahari. Kredit: Wikimedia
Aldebaran merupakan bintang yang telah berevolusi dari tahap deret utama ke raksasa merah. Dengan begitu, saat ini ia telah kehabisan pasokan hidrogen di intinya, membuatnya harus menggabungkan hidrogen dalam cangkang yang melingkupi inti heliumnya. Itu pula yang membuat radius Aldebaran kini membengkak hingga 44,2 kali dari radius Matahari.

Jika Aldebaran menggantikan Matahari sebagai pusat tata surya, permukaan bintang tersebut akan meluas hingga mencapai orbit Merkurius dan akan memiliki diameter sudut seluas 20 derajat di langit kita.

Aldebaran akan mencapai sekitar 800 kali luminositas Matahari dalam beberapa juta tahun mendatang. Hingga akhirnya ia akan kehilangan banyak massa, lalu mati sebagai nebula planeter, meninggalkan sisa bintang berupa kerdil putih.

BERIKAN KOMENTAR ()